Showing posts with label Hukum. Show all posts
Showing posts with label Hukum. Show all posts

May 21, 2018

Dokter Tegaskan Novel Belum Bisa Kembali Bekerja Hingga Juni 2018

Novel Baswedan - foto: indowarta.com
GIOnline - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga kini masih menjalani perawatan di Singapura. Dokter pun menyatakan Novel masih belum bisa kembali bekerja di lembaga antikorupsi tersebut setidaknya hingga juni 2018.

"Tadi ada surat keterangan dari dokter bahwa Novel tidak bisa bekerja di KPK sampai 28 Juni 2018. Dokter menyatakan di sana Novel masih tidak bisa bekerja karena dinyatakan unfit for duty," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (22/5/18).



Febri menjelaskan perkembangan mata kiri Novel Baswedan semakin membaik meski ada kendala seperti lebar mata yang sempit dan berbayang. Namun, penglihatan mata kiri Novel terus menunjukkan perkembangan positif.



Namun untuk mata kanan terjadi pertumbuhan pembuluh darah pada lensa mata akibat bertambahnya luka carutan pada lensa mata kanan. Dokter pun akan mempertimbangkan upaya lain jika kondisinya terus menurun.

"Akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dua dokter ahli terkait glukoma dan juga cek kondisi lensa mata," tutur Febri.

Sumber: liputan6.com

Share:

February 22, 2018

Banyak Serangan Ke Ulama. Jend. Gatot: "Saya Menjadi Panglima TNI Karena Bimbingan Para Ulama"

Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Ulama (foto: rakyatjakarta.com)
GIOnline - Sejauh ini, sudah ada 21 kali aksi serangan terhadap para pemuka Agama. Setidaknya itu yang sudah dilaporkan dan diterima oleh Polisi. Dari 21 serangan, 15 diantaranya dilakukan oleh orang dengan dugaan gangguan jiwa.

Melihat fenomena ini, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak tinggal diam. Jenderal Gatot meminta agar umat Islam, TNI dan Polri untuk bersama-sama menjaga Ulama.

"Terkait dengan beberapa kejadian yang menimpa beberapa pemuka agama akhir-akhir ini, saya mengimbau agar umat Islam, TNI dan Polri bersama-sama menjaga para ulama dan ustadz," ujar Jenderal Gatot di Pondok Pesanteren Qomarul Huda Bagu, Lombok, Kamis (22/02/18).


Jenderal Gatot menjelaskan peranan para Ulama yang tidak bisa dibantahkan dalam perjuangan memerdekan Republik Indonesia. Seperti peran KH Hasyim Ashari dan Jenderal Sudirman yang juga merupakan seorang Ustadz.

Jenderal Gatot juga mengakui peran Ulama atas kesuksesan yang diraihnya.

"Saya menjadi panglima TNI karena bimbingan para ulama. Saya mengucapkan terima kasih atas nama seluruh prajurit TNI kepada para ulama yang telah menjaga keamanan dari zaman prakemerdekaan, serta membangun umat Islam yang 'rahmatan lil allamin' hingga kini," ungkapnya.

Sumber: okezone.com
Share:

February 20, 2018

Alat Canggih Polisi Tak Mampu Deteksi Identitas Pelaku Penyerangan Kyai Di Lamongan

Pria misterius penyerang Pengasuh Ponpes Karangasem Paciran, KH Hakam Mubarok (foto: tribunnews.com)
GIOnline - Masih ingat dengan pelaku penyerangan Pengasuh Ponpes Karangasem Paciran, KH Hakam Mubarok?

Setelah sebelumnya sempat mengaku disuruh oleh orang papua, sepertinya pria misterius ini benar-benar membuat polisi harus bekerja ekstra keras.


Dilansir dari tribunnews.com (19/02/18), Penyidik Polres Lamongan Jawa Timur mengalami kesulitan saat hendak membuka tabir identitas pelaku. Pasalnya saat dilacak menggunakan peralatan canggih milik polisi, Inafis For Table System (IFTS), ternyata tidak terdeteksi. Bahkan nama pelaku dan juga semua turunannya tidak muncul dalam layar alat tersebut.

"Baru saja dilacak menggunakan alat Inafis For Table System, tapi tidak muncul datanya," ujar Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantasson.

Pelaku juga dijadwalkan untuk melakukan tes kejiwaan di Rumah Sakit Bayangkara untuk memastikan apakah pelaku benar gila atau tidak.
Share:

February 18, 2018

Akhirnya Pembunuh Sadis Bayi Dibekuk Polisi, Sungguh Memilukan.

foto: merdeka.com
GIOnline - Buronan pelaku pembunuhan terhadap seorang bayi bernisial F (5) akhirnya berhasil dibekuk Polisi di tempat persembunyiannya di Desa Cijagan, Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (18/01/18).

"Unit Resmob mendapat informasi tentang keberadaan pelaku di rumah salah satu rekannya di Cianjur maka dengan segera menuju alamat yang dimaksud. Dan setelah dicek kebenaran info itu, maka segera dilakukan penangkapan terhadap pelaku," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana.


Setelah satu pekan melarikan diri, pemuda 20 tahun ini akhirnya dibekuk dan dihadiahi timah panas di kaki kirinya. 

"Selanjutnya pelaku dibawa ke puskesmas Cikalong Kulon untuk mendapatkan perawatan medis," imbuhnya.

Usai menerima perawatan medis, selanjutnya pelaku digelandang ke Jakarta untuk dilakukan proses pemeriksaan terkait motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap bayi F.

Aksi biadab pembunuhan bayi ini berawal ketika pelaku mampir ke rumah Masyina (39), ibu korban yang berjualan makanan di rumahnya Jalan Lewa, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (11/02/18) dini hari.

Pelaku yang diketahui bekerja sebagai buruh industri rumahan memang biasa membeli makanan di rumah Masyina sebab lokasinya berdekatan dengan tempat kerjanya.

Setelah memesan makanan, pelaku kemudian masuk ke dalam kamar anak Masyina yang sedang tertidur. Alasannya ngin menumpang tidur di rumah perempuan tersebut namun dilarang.

Masyina yang mendengar suara mencurigakan di dalam kamar bergegas menuju kamar anaknya. Betapa terkejutnya Masyina melihat putranya sudah tidak bernyawa. Tak hanya membunuh putranya, pelaku juga memukul Masyina menggunakan tabung gas berukuran tiga kilogram. Akibatnya, Masyina menderita luka-luka di bagian kepala.

Sumber: suara.com
Share:

February 12, 2018

Dua Orang Gila Kerja Sama Rusak Kaca Masjid, Koq Bisa Ya?


GIOnline - Dua orang pelaku merusak kaca Masjid Baiturrahim, Jalan Sumurgempol, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Jawa Timur. Seorang pelaku berinisial diketahui berusia 40 tahun, sedangkan satu lagi seorang yang belum diketahui identitasnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan kejadian tersebut. 

"Kejadiannya dini hari tadi", ujar Kombes Frans.

Uniknya kedua pelaku ditengarai mengalami gangguan jiwa.

"Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengalami gangguan jiwa," ucap Kombes Frans.

Kejadian ini menjadi semakin memilukan sebab ternyata pelaku membawa serta keluarganya, dua anak perempuan usia remaja dan dua balita laki-laki. Meskipun mereka hanya berada di mobil saat dua pelaku tersebut melakukan aksi gilanya.

"Pelakunya dua. Namun, empat lainnya juga diperiksa," ujar Kombes Frans.

Saat ini kedua pelaku sudah ditangkap dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Tuban. Sementara empat orang keluarga pelaku dibawa ke Polres Tuban.

"Kondisi satu pelaku mengalami luka-luka pada tangan dan kaki akibat terkena pecahan kaca. Saat ditangkap, pelaku teriak-teriak," ujar Kombes Frans.
Akibat aksi gila mereka, kaca depan Masjid Baiturrahim rusak cukup parah.

Sumber: republika.co.id
Share:

Pesan Taksi Online Shubuh Buta, Seorang Wanita Jadi Korban Pelecehan Dan Perampokan Oknum Supir Taksi Online

Taksi online ilustrasi (foto: wow.tribunnews.com)
GIOnline - Seorang wanita harus menerima kenyataan pahit mendapat perlakuan pelecehan seksual serta barang bawaannya dirampas. Hal ini bermula ketika wanita tersebut ingin pergi ke suatu tempat dengan menaiki taksi online. Bukannya dibawa ke tempat tujuan, korban justru dibawa ke tempat sepi dan gelap di kawasan Cengkareng, Tangerang.

Pelaku kemudian mulai mencengkram korban dan melakukan tindakan asusila terhadap korban. Kejaidan ini terjadi pada Senin (12/02/18) sekitar pukul 04.48 WIB.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan kejadian tersebut.

"Korban ini dibawa tempat itu (sepi dan gelap). Selanjutnya tersangka memberhentikan mobil yang dikemudikan dan mendekati korban," ujarnya.

Dalam kondisi teraniaya, korban berusaha melawan namun apalah daya. Tidak hanya melakukan pelecehan, pelaku juga mengambil barang bawaan korban berupa handphone.

"Selain pelecehan, tersangka juga mengambil handphone milik korban jenis iPhone6 S warna gold," ujar Kombes Argo.

Korban diturunkan di kawasan Soekarno Hatta. 

"Kita sedang mencari ya, memburu tersangka itu," ujarnya.

Atas tindakan kejinya, pelaku terancam pasal 289 KUHP dan atau Pasal 362 KUHP, dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Sumber: merdeka.com
Share:

February 11, 2018

Diselundupkan Dalam Mesin Cuci, 239 Kg Sabu dan 30.000 Butir Ekstasi Berhasil Diamankan Petugas. Pelaku Ditembak Mati

Konferensi Pers pengungkapan kasus penyelundukan narkoba dalam mesin cuci (foto: merdeka.com)
GIOnline - Sebanyak 239,785 kilogram sabu dan 30.000 butir ekstasi berhasil diamankan oleh tim gabungan Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polresta Tangerang Selatan. Barang haram tersebut disembunyikan di dalam 12 mesin cuci. Dalam pengungkapan kasus ini, Polisi berhasil menangkap tiga pelaku dan satu orang tewas ditembak mati.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono para pelaku dibekuk di kompleks Pergudangan Harapan Dadap Jaya nomor 36 Gudang E 12, Dadap, Kosambi, Kota Tangerang, Kamis (08/02/18).


Didalam 12 mesin cuci tersebut, Polisi menemukan sabu sebanyak 228 bungkus plastik dan enam bungkus plastik ekstasi.


Sindikat kejahatan ini ternyata didalangi pelaku warga negara Malaysia. WN Malaysia ini juga merupakan pelaku yang akhirnya ditembak mati oleh petugas. Ia berhasil ditangkap di Terminal Tiga Bandara Soekarno Hatta, Jumat (09/02/10) dini hari.


Untuk pengembangan, pelaku dibawa menuju kawasan Dadap, Kosambi, Tangerang. Namun ketika akan dibawa, pelaku berusaha merebut senjata api milik polisi sehingga dilakukan penembakan. Pelaku akhirnya tewas saat perjalanan menuju rumah sakit.


Diketahui pelaku telah enam kali menyelundupkan sabu ke Indonesia dari Malaysia, dengan jumlah narkotika yang dibawa hingga ratusan kilogram. Sedangkan tiga pelaku lainnya diancam hukuman mati.

Sumber: merdeka
Share:

February 3, 2018

Dalam Kondisi Berlumuran Darah, Seorang Bayi Perempuan Ditemukan Dipinggir Jalan

foto: beritajatim.com
GIOnline - Dalam kondisi berlumuruan darah dan ari-ari yang masih menempel, seorang bayi perempuan ditemukan di pinggir jalan oleh Ali Mustakim (23), warga asal Ponggok, Blitar yang indekos di Desa Kedungsekar, Kecamatan Benjeng, Gresik. 

Awalnya Ali Mustakim yang seorang pegawai swasta saat hendak pulang ke tempat kosnya melihat adanya darah yang menggumpal. Merasa curiga, Ali menghampiri ternyata gumpalan darah tersebut bayi perempuan yang baru dilahirkan. 

Ali pun meminta tolong rekannya Adib Baihaai (23). Lalu mereka melapor kepala dusun selanjutnya mendatangi bidan desa yakni Aprilia Wulansari untuk memberikan pertolongan.r

Saat ini bayi dengan berat badan 1,1 ons dan panjang 33 cm berada dalam perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik.


menurut AKP Zamzami, saat anggotanya memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian ini. Sebelum bayi tersebut ditemukan. Ada empat orang anak kecil yang melihat pengendara sepeda motor Yamaha Scorpio berboncengan dengan seorang perempuan dari arah barat ke timur. Lalu berhenti, di tempat kejadian perkara (TK). Selanjutnya, kedua orang itu yang perempuan sempat ditegur.

"Ada dugaan bayi yang dibuang tersebut hasil hubungan gelap kemudian dilahirkan yang ari-ari bayinya masih menempel," ujarnya.

Sumber: beritajatim.com
Share:

January 30, 2018

BPOM Pastikan Dua Suplemen Terkenal Ini Positif Mengandung Babi

suplemen ilustrasi (foto: medicalogy.com)
GIOnline - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memberikan pernyataan terkait surat dari Balai Besar POM di Mataram kepada Balai POM di Palangka Raya mengenai suplemen makanan viostin ds dan enzyplex tablet yang ditengarai mengandung babi. 

Melalui laman resminya, Selasa (30/01/18) Badan POM menyatakan sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.


Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA babi.

Badan POM RI telah menginstruksikan PT. Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan/atau distribusi produk dengan nomor bets tersebut.

Badan POM juga menyatakan, PT. Pharos Indonesia telah menarik seluruh produk Viostin DS dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran, serta menghentikan produksi produk Viostin DS. Begitu juga dengan PT Medifarma Laboratories, telah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran.

Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM RI menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus memantau dan melakukan penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan “MENGANDUNG BABI”.

Badan POM RI juga secara rutin melakukan pengawasan terhadap keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk dengan pengambilan sampel produk beredar, pengujian di laboratorium, serta tindak lanjut hasil pengawasan.

Sumber: tempo.co
Share:

January 15, 2018

Waspada, Uang Hinga Ijazah Raib, 9 Koper Terbongkar Dibobol 'Tikus Bandara'

foto: batamnews.com
Gema Indonesia - Sejumlah penumpang pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 305 rute Kualanamu-Soekarno Hatta harus mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Setelah turun dari pesawat dan menunggu di tempat pengambilan bagasi, mereka mendapati koper mereka telah diberantakan dibobol "tikus" bandara pada Sabtu (13/01/18).

Salah satu penumpang yang kopernya ikut dibobol yaitu Rossa Simangunsong. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Jakarta Timur ini menangis tersedu mengetahui kopernya telah berantakan dibobol orang dan uang tunai senilai Rp 1 juta raib.

Rossa pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta. Kasubag Humas Polresta Bandara Soetta Ipda Prayogo mengatakan akan mengusut kasus tersebut.


"Uang korban hilang di dalam koper. Kerugiannya senilai Rp 1 juta," ujar Prayogo di Mapolresta Bandara Soetta, Minggu (14/1/18).


Rossa mengaku kaget ketika mengambil kopernya ternyata sudah dalam keadaan berantakan.


"Saya nunggu bagasi sekitar 44 menit, kaget lihat koper sudah berantakan," 


"Uang itu untuk biaya kuliah," ucapnya sedih.



Ternyata Rossa tidak sendiri, setidaknya ada 9 koper yang juga ikut dibobol oleh 'tikus-tikus bandara.'


"Ada sekitar 9 koper milik penumpang yang didodos," ujar Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko.


Menurut Rama, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut. Mereka juga sudah melakukan pendataan terhadap koper-koper yang rusak.


"Kalau untuk kerugian uang hilang, menurut peraturan undang-undang memang tidak harus kami ganti. Karena memang tidak ada barang bukti. Sedangkan untuk koper yang rusak, bisa kami ganti," ujarnya.


Ia berjanji akan turut serta menyelidiki kasus ini. Sejumlah CCTV dan para saksi baik itu di Bandara Kualanamu maupun Bandara Soetta juga dimintai keterangan.

"Kami juga mengimbau kepada para penumpang untuk tidak menaruh barang berharga di dalam bagasi. Karena memang kasus ini sudah sering terjadi," ungkap Rama.

Selain itu penumpang pesawat lainnya, Pendi merasa emosi mengetahui kopernya sudah rusak dibobol, apalagi terdapat dokumen penting yang hilang.

"Saya sampai di Bandara Soetta lihat koper sudah basah dan rusak. Padahal tidak hujan," ujar Pendi dengan nada tinggi. "Ijazah punya istri saya hilang," ujarnya.

Sumber: tribunnews.com
Share:

January 14, 2018

Jatuh Dikejar Korbannya, Penjambret Jadi Bulan-Bulanan Massa

Penjambretan ilustrasi (foto: medansatu.com)
Gema Indonesia - Dua orang penjambret harus babak belur diamuk massa setelah jatuh dari motor akibat dikejar oleh korbannya sendiri. Adalah Rusdiana (20) sang korban yang nekat mengejar pelaku jambret berjumlah dua orang pada Sabtu (13/01/18) malam ketika sedang melintasi jalan Affandi, Sleman.

Kapolsek Bulaksumur, Kompol Suhardi menyampaikan korban saat kejadian tengah dalam perjalanan pulang ke kosnya. Berikut kronologi kejadian yang dituturkan oleh Kompol Suhardi.


"Dua pelaku yang berboncengan memepet motor korban. Kemudian tas milik korban diambil paksa. Korban sempat terjatuh dan teriak minta tolong,"

Sebab tidak ada yang merespons teriakan minta tolongnya, korban pun lantas bangkit dan mengejar pelaku.

"Panik dikejar korbannya sambil berteriak minta tolong, motor yang dikendarai pelaku oleng. Motor pelaku kemudian menabrak mobil saat melarikan diri,"

Menurut Suhardi pelaku terjatuh usai menabrak mobil tersebut. Warga pun menangkap pelaku dan dengan segera pelaku menjadi bulan-bulanan massa.

"Pelaku pun kemudian kita amankan dan bawa ke Mapolsek Bulaksumur. Dari hasil pemeriksaan, kami menyita barang bukti berupa 1 golok milik pelaku. Selain itu ada juga dompet dan handphone milik korban yang ada di dalam tas yang dijambret," ujar Suhardi. 

Sumber: merdeka.com
Share:

January 12, 2018

Lima Tahun Berjuang Tak Juga Mendapat Keadilan Di Negeri Sendiri. Rajiman Dan Keluarga Berniat Lepas Kewarganegaraan

Anak Rajiman, korban penganiayaan (foto: halloriau.com)
Gema Indonesia - Sudah lima tahun keluarga Rajiman warga Kabupaten Rohil, Riau berjuang untuk mendapatkan keadilan di negerinya sendiri. Namun hingga saat ini masih belum memperoleh kepastian hukum yang berkeadilan. Rajiman dan anaknya Arazakhul (11) menjadi korban penganiayaan di sekitar kebun sawit miliknya di Desa Pasir Limau Kapas Panipahan, Rokan Hilir pada 2013.  Pelaku penganiayaan berjumlah tiga orang yang diduga merupakan orang suruhan oknum anggota DPRD di Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara.

Kuasa hukum Rajiman, Suroto menyebutkan kasus ini telah melibatkan banyak pihak hingga ke presiden Jokowi. 


"Sudah 5 tahun kasus ini belum ada respon positif dari pihak penegak hukum yang ada di Indonesia. Bahkan Jokowi pun sulit ditemui, meski telah ada upaya," ucap Suruto.



Sejak awal penganiayaan yang diduga dilakukan orang pekerja oknum anggota dewan ini dengan melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan satu keluarga menderita luka. Bahkan Arazakhul (11) mengalami gangguan tenggorokan permanen. 


"Kasus sudah dilaporkan sejak kejadian berlangsung ke pihak kepolisian setempat (Polsek) bahkan sampai ke Polres Rohil nya pun. Tetap nihil, upaya pencarian pun tidak ada," ucap Suroto.


Upaya menemui presiden Jokowi pun tidak memperoleh hasil yang memuaskan.


"Upaya ingin menjempai presiden masih menemukan jalan buntu. Satu-satunya jalan ya ke Jokowi, selama 14 hari di Jakarta tidak ada hasil memuaskan," ujar Suroto. 


Suroto juga mendatangi Kapolda Riau yang baru berharap kasus ini bisa segera dituntaskan tapi kenyataannya hanya bawahannya yang dijumpai. 


"Bukan Kapolda yang kita temui pada Senin (08/01/18) siang, tapi bawahannya. Hasilnya tidak memuaskan malainkan akan mempelajari kembali dari penyelidikan Polsek Penimpahan yang katanya sudah ditetapkan tersangkanya," ujar Suroto didampingi Maryatun istri korban. 


Suroto mengatakan, korban kini pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dikhawatirkan akan ada tindakan yang anarkis dibuat pihak korban untuk para pelakunya. 


"Mungkin akan ada tindak main hakim sendiri yang terjadi dikemudian nanti. Lantaran proses hukumnya tidak digubris polisi," ucap Suroto. 




Perasaan kecewa yang mendalam akan sulitnya mendapatkan keadilan di negerinya sendiri membuat Rajiman berniat untuk melepaskan kewarganegaraannya.

"Rajiman beserta keluarganya akan menyerahkan identitasnya kepada negara. Dengan kata lain akan keluar dari warga kenegaraan Republik Indonesia di depan pengadilan. Ini ancaman serius, bentuk ketidakpedulian proses hukum dan keadilan," ujar Suroto. 

Maryatun menambahkan, dirinya telah melimpahkan surat tembusan mencari keadilan ke beberapa lembaga tinggai di Indonesia seperti, KPAI, HAM Perempuan, LPSK, Mentri HAM, Sekretaris Negara dan lainnya, untuk keadilan yang sah. 

"Tujuannya tak lain untuk meminta keadilan, jangan mentang-mentang saya orang kecil, keadilan itu tidak saya dapatkan," ucap Maryatun. 

Sumber: halloriau.com

Share:

December 27, 2017

Tidak Ada Penangkapan Pada Tahun Baru, Tembak Mati Satu-Satunya Opsi Untuk Bandar Narkoba

Kepala BNN Budi Waseso (foto: edunews.id)
Gema Indonesia - Menjelang tahun baru 2018, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggencarkan operasi pemberantasan narkoba. Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan telah melakukan pemetaan terhadap jaringan-jaringan narkoba.

"Saya sudah memetakan jaringan-jaringan yang bekerja di tempat ini, bilamana target sudah terbaca oleh kita beberapa sudah ada kita ketahui tinggal kita tangkap ketika sedang melakukan tindakan," ucap Waseso.

Budi Waseso memerintahkan kepada anak buahnya untuk menindak tegas setiap bandar yang terindikasi. Tidak ada penangkapan, tembak mati menjadi satu-satunya opsi yang diperintah oleh mantan Kabareskrim tersebut.


"Saya sudah perintahkan untuk tindak tegas target itu tidak ada lagi penangkapan pada tahun baru. Jadi tidak lagi bandar yang terindikasi dan terdeteksi dengan baik, saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran tidak lagi ditangkap," ucapnya.

Budi Waseso menerima Informasi  dari intel akan adanya 72 jaringan yang akan bergerak pada malam tahun baru. Maka itu BNN akan bersinergi dengan TNI dan Polri dalam operasi target tahun baru ini

"Menjelang tahun baru seluruh diskotek diawasi kita kerjasama dengan kepolisian termasuk TNI. TNI sudah jadi bagian dari BNN, 4 perwira aktif jadi anggota BNN. Kita sinergikan untuk hadapi tahun baru. Terutama peredaran narkotika di tempat hiburan," ungkapnya.

Terkait pemilik diskotek MG yang masih menjadi buronan, Budi Waseso telah memerintahkan jajarannya untuk menembak pelaku.

"Sudah instruksikan kepada anggota kalau tak bisa tangkap hidup, mati pun tak apa. Saya sudah instruksikan bilamana dia melarikan diri tembak saja," ujar Waseso.

Sumber: merdeka.com
Share:

December 19, 2017

Anies Tegaskan Tidak Ada Kompromi Untuk Diskotik MG

foto: merdekanews.co
Gema Indonesia - Gubernur DK Jakarta Anies Baswedan bersikap tegas dengan mencabut izin usaha diskotik MG atas kasus narkoba.

"Iya, kita tegas. Kami tidak mau kompromi dan tidak membiarkan ada tempat-tempat yang tidak hanya longgar, bahkan karyawan-karyawannya pun terlibat. Ini sudah kelewatan," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/12/17).


"Lain kalau misalnya pengedarnya datang sembunyi-sembunyi, lalu tempatnya menjadi korban. Ini malah semua yang kerja di situ terlibat."

Anies juga menegaskan kepada jajarannya agar jangan coba-coba bermain mata

 "Lalu pesan kepada semua jangan main-main. Kami tidak akan melakukan kompromi," tegasnya.

Anies juga menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan terus bekerjasama dengan BNN untuk memberantas narkoba.

"Kita akan terus kerjasama dengan BNN. Minggu lalu saya bertemu langsung dengan pak Budi Waseso. Daya sampaikan kita akan ikut apa yang menjadi langkah-langkah BNN," ucapnya

Anies juga memberi peringatan agar jangan ada lagi yang mencoba bermain-main dengan narkoba.

"Peringatan bagi semua, jangan coba-coba, karena Jakarta akan terus memerangi narkoba," tegas Anies.

Sumber: sindonews.com
Share:

November 26, 2017

Wajahnya Mirip Mantan Istri, Pria Ini Tega Siksa Anak Gadisnya Yang Masih Berusia 8 Tahun

foto: tribunnews.com
Gema Indonesia - Kekerasan terhadap anak kembali terjadi. Kekerasan yang bahkan terasa keji ini dilakukan oleh seorang ayah kepada anak gadisnya di Kampung Terap, Bukit Marak, Kota Bharu.

Dilansir dari tribunnews.com (27/11/17), Seorang ayah berusia 31 tahun diduga tega menyiksa putrinya yang berusia 8 tahun hanya gara-gara wajah sang anak mirip dengan mantan istrinya. Penyiksaan bahkan dilakukan dengan sangat keji dengan cara menyulut puntung rokok ke kaki, memukul berulang-ulang, bahkan menggunakan pisau untuk mengiris diberbagai bagian tubuh tertentu.

Akibat penyiksaan tersebut, sulung dari tiga bersaudara ini menderita luka di sekujur tubuhnya. Diduga sang ayah tega melakukannya sebab dia tidak berpisah dengan mantan istrinya dengan cara yang baik.


Sang ibu yang mengetahui penyiksaan ini segera mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan dan meminta menyelamatkan anak-anaknya yang sedang menderita.

Awalnya sang ibu menerima foto anak-anaknya yang bersembunyi di dalam lemari sebab takut kepada ayah mereka yang mengamuk dari ipar perempuannya. Ia meminta ibu anak tersebut untuk segera datang dan menyelamatkan anak-anaknya.

Ibu anak tersebut mengatakan, ini adalah kali ketiga mereka berpisah dan dia menolak untuk memberikan kesempatan lagi sebab suaminya sangat emosian dan terkadang juga memukulnya. Setelah berpisah tiga bulan lalu, ketiga anaknya tinggal bersama ayah mereka sebab berdekatan dengan sekolah mereka.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa mantan suami saya akan melakukan tindakan yang mengerikan sebab dia masih marah kepada saya karena tidak kembali padanya. Dia melampiaskan kemarahannya pada putri kami yang paling mirip dengan saya sementara saudara-saudaranya yang lain tidak terluka. Saya akan mengurus anak-anak saya sekarang meskipun saya mengalami kesulitan keuangan karena pekerjaan saya tidak banyak bayarannya," ucapnya.

Sumber: Tribunnews
Share:

November 25, 2017

Cabuli Gadis 14 Tahun, Seorang Pastor Ditangkap Polisi

Ilustrasi pencabulan (foto: kbknews.id)
Gema Indonesia - Akibat ulahnya seorang pastor di Colorado, Amerika Serikat ditangkap polisi pada rabu (22/11/17). Pastor tersebut ditangkap atas tuduhan melakukan kejahatan seksual terhadap gadis berusia 14 tahun hingga hamil. Dilaporkan tersangka telah 2 kali melakukan hubungan seksual dengan korban setidaknya sebanyak 2 kali sejak November 2016.

Pada 17 Mei 2017 Ibu korban curiga melihat perut anaknya yang membesar. Korban kemudian dibawa ibunya ke Pusat Kehamilan Colorado Springs. Akhirnya korban mengakui bahwa dia telah melakukan hubungan terlarang dengan tersangka sebanyak dua kali. Pertama pada bulan November 2016, sedangkan yang kedua antara bulan Februari-April 2017.


Karyawan Pusat Kehamilan yang mengetahui cerita itu kemudian melaporkan hal tersebut ke Kantor Sheriff El Paso County. Akhirnya polisi melakukan penyelidikan untuk kasus tersebut.

Sumber dari kantor sheriff mengatakan kalau tersangka memiliki akses terhadap sejumlah anak, dan mencoba untuk mencari kemungkinan adanya korban-korban lain.

”Dia memiliki akses terhadap sejumlah anak/remaja yang tidak diketahui dan kami mencari informasi tentang siapa saja yang mungkin telah menjadi korban dia di masa lalu dan tidak melaporkannya,” ucap sumber dari kantor sheriff.

”Dia memiliki akses ke begitu banyak orang mengingat posisinya dan jumlah gereja tempat dia terlibat,” lanjutnya.

”Ini sangat menyedihkan, seperti halnya orang tua, saya akan memberitahu Anda, Anda pergi ke gereja dan Anda akan mengira itu adalah salah satu tempat yang aman bagi predator, sayangnya, kami telah melihat bahwa bukan itu masalahnya.”

Polisi juga menemukan bukti berupa rekaman percakapan telpon antara tersangka dengan mantan istrinya

"Jadi anda tidak tidur dengan gadis itu dan membuatnya hamil?" tanya mantan istrinya.

"Itu terjadi" jawab pelaku.

Sumber: Sindonews
Share:

November 22, 2017

Negara-Negara Ini Terapkan Hukuman 'Gila' Bagi Koruptor

foto: mediapribumi.com

Gema Indonesia - Korupsi merupakan penyakit yang banyak menyerang setiap negara. Korupsi juga telah dianggap sebagai musuh bersama yang harus dibasmi. Ibarat benalu, korupsi akan menggerogoti suatu negara hingga negara tersebut benar-benar hancur. Kita bahkan tidak bisa berharap sebuah negara akan bangkit menjadi negara yang makmur jika korupsi masih kerap dilakukan oleh oknum-oknum di pemerintahan. Bahkan negara yang maju pun bisa terpuruk apabila digerogoti oleh penyakit ganas ini.


Menyadari betapa berbahayanya korupsi, beberapa negara tidak segan-segan untuk memberikan hukuman yang "gila" bagi siapa saja yang terlibat korupsi.

1. Filipina, Melempar koruptor dari atas helikopter


Presiden Filipina Duterte (foto: philstar.com)

Mungkin terdengar sangat kontroverisal dan tidak manusiawi, namun itulah yang terjadi di sana. Ya, pernyataan tersebut bahkan terucap sendiri dari mulut pidato resminya. Duterte mengaku pernah melakukannya, dan sangat mungkin mengulanginya kembali jika memang ketahuan banyak pejabat yang melakukan korupsi. Sejatinya hukuman nyeleneh itu bukan tanpa alasan, melainkan mengingat betapa rakusnya para pencuri uang rakyat di sana.

Bayangkan saja, lantaran geram dengan adanya isu korupsi dana bantuan bencana topan, maka hukuman pelemparan dari atas helikopter akhirnya di pilih. Entah itu sebuah gertakan atau bukan dari Duterte, namun yang jelas berkatnya pula tingkat korupsi di sana jadi sangat menurun.


2. Tiongkok, berani korupsi, anak dan istri ikut masuk penjara


Presiden Tiongkok Xi Jinping (foto: kaskus.co.id)
Hukuman bagi koruptor di tiongkok memang sudah terkenal seantero dunia. Namun siapa sangka ada lagi hukuman lain yang gak kalah edan bagi mereka yang menguntil uang rakyat dan skala yang lebih sedikit. Ya, ternyata pemerintah China sempat memenjarakan beberapa aparatur negara yang ketahuan korup, namun bedanya bersama dengan anak istrinya.


3. Hongkong, ketahuan korup, polisi dan aparatur dipecat di tempat


Polisi Hongkong (foto: kompasiana.com)
Sebelum tahun 1980, Hongkong pernah menjadi yang paling korup di Asia, tidak  hanya aparatur kecil hingga sekelas walikota dan gubernur terjerat kasus korupsi semua. Mirisnya lagi kebanyakan penguntilan uang rakyat itu juga dibeckingi oleh para Mafia, sehingga sangat sulit diberantasnya.

Hingga akhirnya pemerintah waktu itu bekerja sama dengan pihak asing memberantas korupsi dengan beringas, dimulai dari kepolisian dan pegawai negeri di sana. Ternyata saat ini pun Hongkong masih dibilang gahar melawan korupsi. Karena sempat memecat hampir seluruh anggota kepolisian yang ketahuan mengutil uang rakyat. Meskipun langkahnya ekstrem, namun terbukti berhasil juga.


4. Amerika Serikat, Siap-siap diusir dari negeri paman Sam kalau ketahuan korupsi


Presiden Amerika Serikat Donald Trump (foto: time.com)

Ternyata meskipun dikenal sebagai negara adidaya, korupsi juga menjadi masalah utama bagi Amerika. Meskipun tidak melakukan hukuman berupa eksekusi, namun ada hukuman lain yang ga kala ekstrim. Didenda luar biasa banyaknya dan di usir dari negara. Bayangkan  sendiri deh, setelah semua harta diambil oleh negara, kemudian harus keluar negara, bakal jadi gelandangan tuh.

Sumber: Boombastis
Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support