Showing posts with label Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Inspiratif. Show all posts

February 27, 2018

Seorang Muadzin Wafat Ketika Sedang Lantunkan Adzan

Haji Kaimin bin Bodong wafat saat sedang melantunkan Adzan (foto: suara.com)
GIOnline - Pada Ahad (25/02/18) seperti biasa lantunan Adzan Shubuh berkumandang di Mushola al-Muhajirin, Cakung, Jakarta Timur. Namun tak seperti hari-hari sebelumnya, lantunan Adzan Shubuh kali ini terhenti di lafaz "Assholatukhairumminannaum".

Warga yang mendengarnya merasa ada yang janggal. Apalagi warga Perumahan Aneka Elok Blok A, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur terbiasa terbangun ketika mendengar suara Adzan yang dikumandangkan oleh Haji Kaimin bin Bodong.


Rasa penasaran warga terjawab ketika mereka sampai Mushola untuk melaksanakan Sholat Shubuh berjamaah. Mereka melihat tubuh Haji Kaimin Sang Muadzin telah terbujur kaku.

Masya ALLAH, ternyata orang memanggil warga untuk sujud menyembah ALLAH pada Shubuh itu telah dipanggil Sang Ilahi bersamaan dengan lantunan Adzan yang dikumandangkannya. Semoga Khusnul Khatimah. Aamiin.

Sumber: suara.com
Share:

February 4, 2018

5 Hasil Penemuan Ilmuwan Muslim Yang Telah Merubah Dunia

Penemu algoritma (foto: boombastis.com)

GIOnline - Di era modern ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesatnya. Tak jarang perangkat teknologi seolah kemarin dianggap canggih, hari ini justru terasa ketinggalan zaman.

Berbicara tentang teknologi, tentu kita langsung terbayang ilmuwan-ilmuwan barat yang banyak melahirkan inovasi teknologi modern. Tapi sadarkan kita kalau ternyata peletak dasar ilmu pengetahuan dan teknologi modern justru berasal dari ilmuwan-ilmuwan Muslim. Berkat jasa merekalah wajah dunia yang kita tempati kini berubah menjadi lebih baik.

Dilansir dari boombastis.com, berikut 5 penemuan ilmuwan Muslim yang sukses merubah wajah dunia

1. Gaya hidup higienis dengan sabun
Ar-Razi penemu sabun (foto: boombastis.com)

Pola hidup higienis sudah dipraktekkan umat Islam sejak berabad-abad lalu. Pada abad ke-7 umat islam bahkan telah mengembangkan dan memanfaatkan sabun yang saat itu belum terpikirkan oleh peradaban lainnya. Dalam sebuah buku yang berjudul Technology transfer In Chemical Industries, Ahmad Y Al-Hassan mengemukakan,  Kota-kota besar seperti Nablus di Palestina serta Basrah dan Kufah di Irak, merupakan sentra penghasil sabun terbesar pada masa itu.

Salah seorang sarjana Muslim yang dikenal sebagai pencipta komposisi dan formula sabun adalah Ar-Razi yang berasal dari Persia. Tidak hanya itu, seorang ilmuwan yang bernama Abu Al-Qasim Al-Zahrawi atau dikenal sebagai Abulcasis, bahkan telah menulis kitab Al-Tasreef yang menjelaskan tata cara membuat ramuan untuk sabun.


2. Wewangian parfum sebagai kosmetik
Al-Kindi penemu parfum (foto: boombastis.com)
Selain sabun, di masa itu para intelektual muslim juga telah mengembangkan sebuah formula khusus sebagai cikal bakal parfum dan wewangian.  Penemuan tersebut dikembangkan oleh dua orang ahli kimia yang terkenal pada masa itu, yakni Jabir Ibnu Hayyan (721-815 M) serta Al-Kindi (805-873 M), dalam bukunya yang berjudul  Kitanb kImiya al- ‘ltr.

Jabir Ibnu Hayyan dikenal karena menciptakan beragam teknik khusus untuk membuat parfum. Seperti penyulingan (distilasi),penguapan (evaporation), dan penyaringan (filtrasi). Oleh Al-Kindi, teknik-teknik tersebut kemudian disempurnakan kembali. Hingga akhirnya, Ilmuwan Muslim asal Kufah, Irak , itu sukses menemukan 107 metode dan formulasi untuk membuat pafum dan alat-alat penunjangnya.

3. Pemberian Ijazah di Sekolah dan Universitas
Ijazah pertama (foto: boombastis.com)

Penting untuk diketahui bahwa lembaga-lembaga pendidikan formal seperti sekolah dan universitas ternyata berasal dari Masjid. Di Masjidlah para anak-anak muda Muslim saat itu menuntut ilmu pengetahuan. Seiring perkembangan agama Islam yang semakin meluas dibangunlah madrasah sebagai institusi formal yang bisa digunakan belajar untuk murid-murid tersebut. Tercatat, pada tahun 859, dibangunlah sebuah universitas formal pertama di dunia yang bernama al-Qarawiyin, di kota Fez, Maroko.

Institusi pendidikan tersebut dibangun oleh seorang saudagar kaya yang bernama Fatima al-Fihri. Menurut UNESCO, selain menjadi universitas tertua dunia, lembaga pendidikan ini juga menjadi institusi resmi yang memberikan ijazah sebagai tanda kelulusan pada murid-muridnya. Tradisi yang berasal dari umat Islam ini, kemudian mulai diterapkan pada universitas di Bologna, Italia dan Oxford di Inggris yang dibangun pada abad 11 dan 12.

4. Sejarah komputer yang berasal algoritma
Penemu algoritma (foto: boombastis.com)

Al-Khawarizmi mungkin menjadi salah satu ilmuwan Muslim yang paling terkenal. Hidup pada tahun 780-850 di Persia dan Iraq, Muhammad Bin Musa al-Khawarizmi mengembangkan sebuah ilmu hitung yang bernama Al Jabar. Metode tersebut tertulis dalam bukunya yang fenomenal, Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala atau buku ringkas perhitungan Aljabar dan keseimbangan.

Makna Aljabar yang dalam bahasa Arab disebut al-jabr, mempunyai arti penyelesaian. Gerald de Cramona akhirnya menerjemahkan isi buku tersebut kedalam bahasa latin. Di daratan Eropa, dirinya al-Khawarizmi dikenal sebagai Algoritmi. Namanya pun sangat lekat dengan keberadaan teknologi seperti komputer saat ini. Tanpa algoritma mungkin komputer takkan pernah ada.

5. Ibnu al-Haytham penemu kamera foto
Penemu kamera pertama (foto: boombastis.com)

Sulit membayangkan bagaimana wajah dunia saat ini seandainya teknologi foto tidak pernah ditemukan. Tidak berlebihan jika kita memberikan applause yang besar kepada Ibnu al-Haytham. Ilmuwan Muslim tersebut berhasil mengembangkan konsep sebuah alat penangkap gambar. Dirinya fokus meneliti cara kerja cahaya untuk menangkap sebuah gambar.

Ia menemukan ketika lubang kecil ditempatkan pada bagian kotak yang kedap cahaya, maka cahaya tersebut akan terproyeksi ke dalam kotak melalui lubang tersebut. Dirinya juga menemukan fakta, semakin kecil lubang tersebut, maka kualitas gambar yang dihasilkan bisa lebih tajam. Hal ini mendorong dirinya untuk menciptakan kamera pertama yang mampu menangkap gambar secara tajam dan akurat.

Share:

December 27, 2017

Masya ALLAH, Dzikir Live Facebook Ustadz Abdul Somad Menjangkau Jutaan Orang

foto: tribunnews.com
Gema Indonesia - Ustadz Abdul Somad mengisi acara Dzikir International dan tausiyah yang diadakan oleh Pemerintah Aceh dalam rangka memperingati 13 tahun tsunami Aceh bertempat di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Selasa (26/12/2017).


Mengejutkan kegiatan Dzikir yang juga ditayangkan secara live di Facebook menjangkau hingga jutaan orang. Selama dua jam siaran langsung (live) melalui Facebook yang ditayangkan Serambinew.com dan Serambi TV bekerja sama dengan Glamour Pro, sejak pukul 22.03 WIB sampai pukul 00.15 WIB, menjangkau 1.193.217 orang.

Saat siaran langsung berakhir pada pukul 00.15 WIB, siaran tersebut tercatat mencapai 237 ribu tayangan, 11.885 kali dibagikan, dan mendapatkan 22 ribu lebih tanggapan serta komentar.

Artinya, dalam satu detik ada tiga penonton yang memberikan tanggapan maupun komentar selama siaran tersebut berlangsung.

Tak berhenti sampai disitu, setelah satu jam berselang, terlihat terjadi peningkatan. Jumlah jangkauan menjadi 1.249.946 orang, 249 ribu tayangan, dan 12.143 kali dibagikan.

Sumber: aceh.tribunnews.com


Share:

November 29, 2017

SAHABAT YANG SEBENARNYA SAHABAT

Umar bin Khattab (foto: konsultasisyariah.com)
Suatu hari Umar Bin Khattab Alfaruq mengadu kepada Rasulullah SAW akan sahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq yang mengganggu pikirannya.

Umar berkata :
"Wahai Rasulullah, ijinkan aku ingin mengungkapkan keresahan hatiku akan apa yg telah Abu Bakar lakukan terhadap diriku." Dengan lembut Rasulullah menjawab:
"Damaikan hatimu dulu sahabatku, lalu teruskan maksud hatimu."

Setelah tenang, Umar kembali berkata :
"Suatu waktu, Abu Bakar bertemu denganku, akan tetapi dia tidak langsung memberi salam kepadaku, dia menunggu aku yang terlebih dahulu mengucapkan salam kepadanya. Aku tidak tahu apa salahku padanya."

Rasulullah SAW tidak ingin masalah ini mengganggu persahabatan diantara kedua sahabat yang sangat dicintainya ini.

Maka Rasulullah pun meminta Abu Bakar dihadapkan bersama agar dapat menjelaskan perihal yang sebenarnya.

Dan ketika Abu bakar hadir ditempat, maka Rasulullah pun bertanya kepada dirinya akan prasangka kerenggangannya dgn Umar.

Maka Abu bakar pun menjawab dgn jawaban santun dan penuh kasih sayang.
Katanya:
"Wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Engkau bersabda":
"Bahwasanya orang yg lebih dahulu mengucapkan salam kepada saudaranya,  maka Allah akan membangunkan untuknya satu istana di dalam surga".

"Maka aku ingin istana tersebut menjadi milik Umar Bin Khattab sahabatku tercinta.."

Umar terperanjat mendengar jawaban Abu Bakar. Dia pun menangis dan memeluk erat sahabat mulianya itu.
"Maafkan aku sahabatku yg berhati mulia.." bisik Umar sambil menangis sesenggukan..

Rasulullah saw bersabda :
"Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mu’minmu, karena mereka memiliki SYAFA'AT pada hari kiamat nanti."

Abul Hasan as-Sadzili :
"Jika ada musuh yg bisa mendekatkan kamu kepada Allah, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab yg menjauhkan kamu dari Allah."

Yaa Allah.. berikanlah kepada kami sahabat seperti mereka.. wahai Dzat Yang Maha Mulia.

Untuk sahabat-sahabatku yang dimanapun berada yang tak pernah lelah menebarkan kebaikan dan kedamaian walau dihantam kerasnya ombak ujian serta cemo'ohan di sana sini, mari kita pererat ikatan PERSAHABATAN kita dgn menjadi sahabat yang Saling Asih, Saling Asah dan Saling Asuh....
aamiin yaa Rabbal'aalamiin...


Share:

November 26, 2017

KENAPA PEMUDA SEKARANG OGAH MAIN-MAIN KE MASJID ??


Gema Indonesia - Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
Karena sejak kecil didoktrin "Masjid bukan tempat main"
Maka mainlah mereka di tempat PS

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
Karena yang di pikiran mereka Masjid itu cuma tempat ibadah ritual, tobat, inget dosa, sama inget mati 

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
Karena Masjidnya tidak menyediakan tempat mencari jati diri
Maka mereka carinya di Mall

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
Karena penjaga di Masjidnya galak, gak kayak penjaga Warnet
Padahal Rasulullah sangat memanjakan anak-anak di Masjid

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
"Pelit, tiduran aja gak boleh !"
Padahal Ibnu umar waktu bujang numpang tidur siang malam di Masjid (dah kayak hotel)

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
"Gimana mau nongkrong, jam 8 tutup"
Padahal Masjid jaman Nabi buka 24 jam (kalah minimarket)

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
Karena mereka tidak melihat Masjidnya sebagai sentral kemakmuran umat. yang ada minta dimakmurin mulu

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
"Emang ada apaan ? paling orang Sholat sama baca Qur'an"
Padahal di zaman Nabi Masjid bisa jadi tempat latihan Beladiri

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
Karena doktrin "di Masjid gak boleh ngomongin Politik"
Maka mereka mencari ideologi lain di luar 

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
Doktrin "Masjid bukan tempat nyari jodoh, luruskan niat !"
Padahal, Nabi pernah "dilamar" seorang wanita di Masjid yang sedang mencari jodoh 
-----------------
-------------
"Kalau orang ke Masjid niatnya untuk nongkrong/nyari jodoh/berpolitik/tidur/wifi-an/, apa jadinya ?"

Jawabannya : lho memang ada larangannya ? justru ketika Masjid dijadikan sentral kegiatan positif, maka masjid akan makmur seperti di zaman Nabi.

Sumber: LAS Masjid Jabal Arafah - Batam
Share:

November 9, 2017

Teuku Cik Di Tiro, Pahlawan Aceh Yang Mampu Mengurung Pertahanan Belanda

Teuku Cik Di Tiro, Pahlawan besar Aceh yang bernama asli bernama asli Muhammad Saman (foto: sindonews.com)

KETIKA Aceh Besar jatuh di tangan Belanda, Teuku Cik Di Tiro hadir untuk memimpin perang. Pada tahun 1881, ia berhasil merebut benteng Belanda Lam Baro, Aneuk Galong dan membuat Belanda kewalahan.

Teuku Cik Di Tiro adalah pahlawan nasional dan tokoh penting yang berjasa melawan kolonial Belanda. Teuku Cik Di Tiro bernama asli Muhammad Saman. Ia lahir di Dayah Jrueng kenegerian Cumbok Lam Lo, Tiro, daerah Pidie, Aceh pada tahun 1836 bertepatan dengan 1251 Hijriyah. Masa kecilnya dibesarkan dalam lingkungan agama yang taat.

Cik Di Tiro merupakan keturunan dari pasangan Teuku Syekh Ubaidillah dan Siti Aisyah. Salah satu cucunya adalah Hasan Di Tiro, pendiri dan pemimpin Gerakan Aceh Merdeka. Ia sangat dihormati karena ilmu dan keberaniannya melawan imperialisme dan kolonialisme.

Dalam meneguhkan ilmu agamanya, Cik Di Tiro banyak belajar kepada para ulama terkenal di daerah Tiro. Itu pula lah sebabnya ia dipanggil dengan sebutan Teuku (Teungku) Cik Di Tiro. Ia memang dikenal sebagai anak yang suka belajar agama dan mendalami ilmu-ilmu baru.

Ketika menunaikan ibadah haji di Mekkah, Saudi Arabia, ia terus memperdalam ilmu agamanya di Tanah Suci tersebut. Ia dibesarkan pada periode dimana Belanda berusaha menaklukkan bumi Aceh pada tahun 1873. Aceh Besar saat itu berhasil dikalahkan dan berada dalam kekuasaan colonial Belanda.

Ketika berada di Mekkah dalam rangka menunaikan haji, Cik Di Tiro juga belajar tentang cara-cara melawan kolonialisme dan imperialisme. Saat kembali ke Aceh, ia menjadi pemimpin pergerakan yang berujung pecahnya pertempuran melawan Belanda. Karena semangat juangnya, ia dijuluki sebagai Panglima Sabil atau pemimpin perang Sabil. Kesultanan Aceh mempercayainya sebagai pemimpin perang, dan perjuangan dilakukan atas dasar agama dan kebangsaan.

Ia dan pasukannya berhasil mengambil alih wilayah jajahan yang sebelumnya dikuasai Belanda. Pada tahun 1881, benteng Belanda di Indrapura berhasil direbutnya. Kemudian benteng Lambaro, Aneuk Galong, dan tempat lainnya.

Pulau Breuh pun mendapat serangan, dari situ pasukan Cik Di Tiro bermaksud merebut Banda Aceh. Kompeni Belanda jadi kewalahan dan daerah Aceh yang masih mereka kuasai tidak lebih dari empat kilometer persegi.

Perlawanan yang dilancarkan Teuku Cik Di Tiro dan pasukannya tak obahnya seperti singa. Mereka memilih roboh dalam nyala api yang membakar benteng daripada menyerah.

Belanda pun semakin terdesak dan hanya bertahan di dalam benteng di wilayah Banda Aceh. Untuk mempertahankan wilayahnya, Belanda terpaksa menggunakan taktik uni konsentrasi (concentratie stelsel), yaitu membuat benteng di sekelilingnya.

Merasa kewalahan dengan serangan Cik Di Tiro dan pasukannya, Belanda pun mendatangkan bala bantuan dengan perlengkapan perang dalam jumlah besar-besaran. Pada tahun 1873 Belanda melancarkan aksi balas dendam untuk merebut kembali daerah kekuasaannya.

Pada penyerangan pertama, pasukan Belanda melakukan aksinya namun dapat digagalkan. Perang tersebut memakan korban bagi pihak Belanda dengan tewasnya pimpinan mereka yaitu Mayor Jenderal Kohler.

Kegagalan ini membuat Belanda kian geram, akhirnya mereka memperkuat barisan pasukannya dengan tembakan meriam dari kapal perang yang berlabuh di pantai. Alhasil keadaan tersebut membuat pasukan Cik Di Tiro mulai mundur.


Halaman Selanjutnya >
Hal 1
  1    2  
Share:

November 7, 2017

Kisah Menarik Antara Ustadz Felix Siauw (ex-HTI) dengan Ustadz Salafi dan Ulama NU

(Dari kiri ke kanan) Ust. Musthafa Umar Imam Besar Masjid An-Nur Pekanbaru; Ust. Abdullah Soleh Hadrami Pembina Masjid An-Nur, Jagalan, Malang; Ust. Felix Siauw saat mengunjungi Ulama Suriah awal tahun 2014 silam

oleh: Abah Fanni, Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha | Ketua Takmir Masjid Jogokariyan

Gema Indonesia: Kejadiannya di awal tahun 2014.
Sarapan pagi yang sedang asyik itu ditambahi Allah berkah sebuah kabar: “Wah, Ustadz Felix dideportasi dari Amerika.”
Loh, dideportasi kok malah berkah?

Ya, karena dideportasi itulah jadwal dua minggu safari da’wah beliau yang tadinya direncanakan di Amerika Serikat mendadak kosong.

Ustadz Salim A. Fillah yang sedang sarapan bersama kami langsung mengusulkan untuk mengajak Ustadz Felix Siauw mengunjungi anak-anak yatim Suriah di perbatasan Turki-Suriah. Waktu itu ada 200 anak yatim korban perang Suriah yang disantuni masyarakat Indonesia lewat Sahabat Al-Aqsha, sebagian kecil ada di perbatasan Turki-Suriah di pengungsiannya.

Maka, setelah janjian lewat telepon, pagi itu juga kami mengunjungi Ustadz Felix. Wajahnya sumringah, habis dideportasi malah kedatangan sahabat-sahabat. Setelah taaruf singkat, Allah teteskan perasaan langsung dekat di antara kami.

Da’i muda ini langsung mengangguk saat diajak menjenguk anak-anak yatim Suriah.

Dengan izin Allah di tim itu ada dua ustadz lain, Ustadz Musthafa Umar dari Pekanbaru yang selalu disebut oleh Ustadz Abdul Somad sebagai “abang saya”, dan Ustadz Abdullah Soleh Hadrami dari Malang, salah seorang murid langsung Syaikh Muhammad Ibn Utsaimin.

Jadi, di tim relawan Sahabat Al-Aqsha itu ada kombinasi ukhuwwah zaman now yang wuihhh banget. Yang satu Ustadz Felix Hizbut Tahrir (waktu itu), yang satu Ustadz Musthafa Al-Azhari (sebutan untuk lulusan Universitas Al-Azhar), Asy-Syafi’iy (bermadzhab fiqh Imam Syafi’i), yang terakhir Ustadz Abdullah salafi lulusan Saudi yang sudah mendarah daging kecintaannya kepada para Salafush Shalih.

Kami di Sahabat Al-Aqsha sudah membayangkan, “Wih, Hizbut Tahrir ketemu Salafi, bisa-bisa ada yang dipaksa turun saat pesawat masih di langit nih…” bisik salah satu dari kami sambil nyengir-nyengir.

Maka, sepanjang safar itu terjadilah perdebatan-perdebatan ilmiah yang terkadang lumayan keras. Ustadz Abdullah menyodok, Ustadz Felix menangkis, Ustadz Musthafa senyum-senyum sambil berdzikir.

Ustadz Felix meledek, Ustadz Abdullah meledak, Ustadz Musthafa mengademkan.

Ustadz Abdullah melempar, Ustadz Felix tangkap, balas lempar lebih keras, Ustadz Musthafa geleng-geleng. Alhamdulillah ketiganya orang-orang santun dan beradab. Sekeras apapun perdebatannya, tak satupun keluar kata-kata yang menghina pribadi atau kelompoknya masing-masing.

Alhamdulillah, relawan-relawan SA yang ada dalam tim itu juga sudah terbiasa melayani para ustadz dari berbagai aliran persilatan ilmu itu, jadi ya nyantai saja..

Bahkan ada kode jenaka yang tanpa sengaja mereka sepakati. Setiap kali perdebatan sudah memuncak ketegangannya, tiba-tiba salah satu dari mereka akan langsung menyodorkan buah ke masing-masing ustadz, “Ayo makan buah dulu, buah dulu, buah dulu….” Masing-masing ustadz yang sedang ngotot itu lalu mengupas buah dan saling memberikan kepada lawan debatnya. Indah bangeeeeet…..

Setiap ba’da shalat subuh selama safar kita saling bertaaruf. Di situlah para ustadz ini kemudian mengenali pribadi mereka secara lebih mendalam satu sama lain.

Wajah-wajah yang tadinya tegang karena “perbedaan” fikrah, menyantai setelah mendengar kisah-kisah lucu semasa kecil dan remaja.

Ustadz Felix menceritakan detail-detail kisahnya jatuh cinta dengan Islam saat kuliah di Institut Pertanian Bogor, setelah puluhan tahun dididik untuk selalu curiga dan sinis kepada Pribumi Muslim di kampungnya di Palembang.

Ustadz Abdullah menceritakan kisahnya ngangsu kaweruh dari Almarhum Syaikh Utsaimin, yang menurutnya kepribadian ulama Saudi itu lembut dan berpikiran terbuka siap menerima perbedaan-perbedaan pendapat.

Ustadz Musthafa mengisahkan kehidupan belianya saat belajar langsung dari almarhum Syaikh Mutawalli Asy-Sya’rawi yang legendaris itu.

Pelan-pelan Allah satukan hati ketiga ustadz kita ini terutama setiap kali diingatkan pentingnya bergandeng tangan membantu keluarga-keluarga kita membebaskan Masjidil Aqsha.

Hati ketiga ustadz ini semakin meleleh selama safar, setiap kali bertemu anak-anak pengungsi terutama anak-anak yatim Suriah.

Di mana lagi tempat untuk berdebat, saat anak-anak balita yang ayah-ayahnya dibunuhi tentara rezim Basyar Assad berjalan pelan-pelan, lalu merebahkan tubuh-tubuh mungilnya di pangkuan para ustadz ini?


Ust. Felix Siauw dan Ust. Abdullah Hadrami.

Kelak, dan sampai hari ini, ketiganya adalah relawan sekaligus Penasihat Sahabat Al-Aqsha. Oleh Ustadz Musthafa Umar, Ustadz Felix Siauw juga dipersaudarakan dengan Ustadz Abdul Somad yang sedang masyhur. Di salah satu ceramahnya, Ustadz Abdul Somad yang anggota Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau ini mengisahkan kedekatannya dengan Ustadz Felix, “Bangga kali awak, dijemput mengisi pengajian di Jakarta dengan Pajero Sport. Apalagi yang menjemput itu Ustadz Felix Siauw. Dia itu Akhi, Saudaraku!!!”

Ustadz Abdul Somad (kanan) dan Ustadz Felix Siauw (kiri) 
Wahai seluruh hati, berpeganglah kuat-kuat pada tali Allah, berlemah lembutlah kepada saudaramu sesama Muslim, bersikap tegaslah pada kejahatan kufr dan syirik.

Semoga Allah melayakkan kita masuk dalam kategori mereka yang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam “Muhammadur Rasulullaah.. alladziina ma’ahu asyiddaa’u ‘alal kufaari ruhamaa’u bainahum..” (Sahabat Al-Aqsha)

Dikutip dari: Sahabatalaqsha dengan perubahan judul
Foto-foto: sahabatalaqsha.com

Share:

November 5, 2017

Ketakutan Para Nabi Pascahari Kiamat, Kecuali Satu Nabi

foto: merdeka.com
Gema Indonesia - Setelah hari berbangkit dan orang-orang dikumpulkan di Padang Mahsyar, mereka akan sibuk memikirkan dirinya sendiri, tak terkecuali para Nabi. Mereka sibuk menyelematkan diri mereka dari siksaan nereka. Namun, ada satu Nabi yang saat itu dimintai pertolongan, beliau adalah Nabi Muhammad SAW.

Abu Hurairah menuturkan bahwa suatu hari, dirinya berdoa bersama Rasulullah SAW dan sejumlah sahabatnya. Sekonyong-konyong sebuah hasta (kaki) kambing disodorkan ke hadapannya, Nabi SAW memang menyukainya. Kemudian beliau menggigitnya seraya berkata, “Aku penghulu manusia di hari kiamat. Apakah kalian tahu, apa sebabnya Allah SWT mengumpulkan semua manusia, sejak generasi pertama hingga generasi terakhir di satu tempat?”

Dikisahkan dari Ensiklopedia Alquran, para sahabat tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan rasul. Maka, Beliau melanjutkan ceritanya. “Lalu seorang memandang dan mendengar seruan mereka, dan matahari semakin mendekat ke arah mereka. Tak ayal , mereka pun kepanasan dan menanggung kesulitan yang tak sanggup diemban.”

“Mereka berkata, ‘Tahukah kalian apa yang sedang kita alami? Tahukah kalian apa yang sedang kita hadapi ? Tahukah kalian orang yang dapat meminta syafaat kepada Tuhan buat kita?’ Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, ‘Bapak kita, Adam.’”

Disabdakan oleh Nabi SAW bahwa mereka lalu mendatangi Adam dan berkata, “Wahai Adam, bapak umat manusia. Allah SWT menciptakanmu dengan Tangan-Nya, meniupkan roh-Nya ke dalam dirimu, memerintahkan para malaikat untuk bersujud, dan menempatkanmu di surga. Maukah engkau memintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami? Tahukah kamu apa yang kami alami dan menimpa kami saat ini?”

Adam menjawab, “Sesungguhya, Tuhanku sangat marah pada hari ini. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya.  Dia pernah melarangku mendekati pohon, namun kulanggar. Aku sibuk mengurusi diriku sendiiri. Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Nuh!”

Mereka pun mendatangi Nuh dan berkata, “Wahai Nuh, engkau addalah Rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi. Allah SWT menilaimu sebagai hamba yang banyak bersyukur. Tahukah engkau apa yang menimpa kami saat ini? Maukah engkau memintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami?”

Nuh menjawab, “Sesungguhnya, hari ini Tuhanku sangat marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Sesungguhnya aku punya doa yang telah kuserukan supaya Tuhan menghukum kaumku. Aku sibuk mengurusi diriku sendiri. Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Ibrahim!”

Doa yang dimaksud Nabi Nuh AS ialah doa yang dipanjatkan ke hadirat Allah SWT saat dirinya marah kepada kaumnya yang mendustakannya serta menyatakan tetap dalam kekufuran. Setelah doa itu dipanjatkan Nuh, terjadilah banjir yang sangat dahsyat, sebagaimana diabadikan dalam dua ayat berikut:

“Dan Nuh berkata, “Wahai Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat durhaka (maksiat) lagi kafir.’” (QS. Nuh:26-27)

Kemudian mereka pun mendatangi Ibrahim dan berkata, “Wahai Nabi Allah dan kekasih-Nya, mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami. Tahukah engkau, apa yang kami alami saat ini?” Ibrahim menjawab, “Tuhanku sangat marah hari ini. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Aku pernah berdusta tiga kali. Aku sibuk mengurusi diriku sendiri. Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Musa!”

Lalu mereka mendatangi Musa dan berkata, “Wahai Musa, Allah SWT melebihkanmu dengan risalah dan kalam-Nya dibandingkan manusia lain. Mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami. Tahukah engkau, apa yang kami alami saat ini? Musa berkata, “Tuhanku sangat marah hari ini. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Aku pernah membunuh jiwa yanng sebenarnya dilarang. Aku sibuk mengurusi diriku sendiri.”

Mereka lalu mendatangi Isa AS dan berkata, “Wahai Isa, engkau adalah utusan Allah dan kalimat-Nya disampaikan kepada Maryam serta roh dari-Nya. Engkau juga dapat berbicara saat masih dalam buaian. Mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami.”

Isa menjawab, “Tuhanku sangat marah hari ini. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelum dan sesudahnya. Aku sibuk mengurusi diriku sendiri. Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Muhammad!”

Maka, mereka pun mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Wahai Nabi Allah, Muhammad engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah SWT mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Mintakanlah  syafaat kepada Tuhanmu untuk kami. Tahukah engkau, apa yang kami alami saat ini?”

Maka, Nabi Muhammad SAW bertolak hingga sampai di bawah Arsy.’ Beliau bersimpuh sujud kepada Allah.

"Kemudian Allah SWT membuka pintu  hatiku untuk memuji-Nya yang belum pernah dilakukan kepada seorang pun sebelumku," kata Nabi.

Maka Allah berkata, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu! Mintalah, niscaya permintaanmu akan dikabulkan; dan syafaatilah, niscaya syafaatmu akan diterima.”

Lalu aku mengangkat kepalaku seraya berucap, “Umatku, wahai Tuhanku, umatku! Wahai Tuhanku, umatku.”

Lalu dijawab oleh Allah SWT, “Wahai Muhammad, masukkanlah umatmu yang tidak dihisab melalui pintu surga sebelah kanan.”

Rasulullah SAW mengakhiri sabdanya kepada para sahabat dengan mengatakan: “Demi Zat yang jiwaku ada di tangannya, jarak antara kedua daun pintu surga itu seperti jarak antara kota Makkah dan kota Bushra (sebuah kota di Syam di Suriah).” (HR. Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)


Dikutip dari Republika

Share:

October 27, 2017

Suku Tzotzil, Minoritas Muslim Yang Tetap Eksis di Meksiko

Umar (64), seorang pemeluk Islam dari Suku Tzotzil Maya Meksiko (sumber foto: viva.co.id)
Gema Indonesia - Tzotzil, demikian nama suku kecil yang berdiam di Selatan Meksiko, tepatnya di negara bagian Chiapas ini dikenal.

Suku ini diketahui sejak 1980, banyak yang beralih keyakinan agamanya dengan memeluk Islam dari sebelumnya Kristen, atau Katolik yang mendomiasi negara tersebut.

Sejak itu, jumlah Muslim di Suku Tzotzil berkembang dan bertahan hingga kini. Meski dalam jumlah yang sangat sedikit, namun Tzotzil menjadi penyumbang pemeluk Islam di Meksiko yang mencapai satu persen dari total penduduk yang mencapai 120 juta orang.

"Orang-orang menganggap kami aneh, ketika kami bertobat (memeluk Islam). Mereka mengira, kami teroris dan takut kepada kami," kata Mustafa, seorang Suku Tzotzil.

"Tapi seiring waktu, persepsi itu kemudian menghilang."

"Kami adalah agama monoteistik," tambah Umar, seorang mantan pendeta yang memeluk Islam pada 1990.

Umar, kini menjadi orang yang menjembatani komunikasi antara umat Kristen dan Islam di Tzotzil.

Dari literasi sejarah, Islam masuk ke Meksiko, memang sejak 1980-an, ketika seorang perantau Spanyol, memperkenalkannya ke Sekte Murabitun di Kota San Cristobal.

Di Meksiko, kaum Muslim di sini dikenali dengan kopiah bagi kaum laki-lakinya dan jilbab yang terbuat dari syal khusus milik Suku Maya untuk perempuannya.

Dikutip dari Viva
Share:

October 26, 2017

Gema Adzan Kini Berkumandang di Setiap Sudut Ruang Balai Kota

Balai Kota DKI (sumber foto: sinarharapan.co)
Gema Indonesia - Kompleks Balai Kota DKI Jakarta memiliki nuansa baru nan menyejukkan. Kini di Balai Kota itu selalu terdengar suara Adzan setiap memasuki waktu Shalat wajib. Kumandang azan ini mulai diperdengarkan di seluruh sudut ruangan melalui jaringan sound di Balai Kota sejak, Rabu (25/10/17).

Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Rohman Lizar mengungkapkan, kebijakan ini adalah arahan langsung dari Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Sandi meminta agar Adzan diperdengarkan untuk mengingatkan aparatur di Balai Kota segera menunaikan Shalat. 


"Instruksi lisan Pak Wagub, jadi kalau bisa suara Adzan kedengaran di kompleks Balai Kota," ujarnya di Balai Kota, Kamis (26/10/17).

Suara Adzan ini berasal dari Masjid Fatahillah di Komplek Balai Kota DKI. Adzan ini lantas diteruskan melalui jaringan sound yang terdengar hingga Blok G, F dan H.

Lizar mengaku diberlakukannya kebijakan ini memiliki dampak positif. Pegawai di Pemprov DKI menjadi Shalat tepat waktu. Masjid Fatahillah menjadi lebih banyak saat Shalat Dhuzur berjamaah. 

"Banyak (shalat jamaah), saya saja kadang kalau mau ke Masjid nggak kebagian jadi buru-buru," tuturnya.

Sumber: Republika
Share:

October 11, 2017

Jawaban Ustadz Arifin Ilham Bagi Yang Kurang Ilmunya Tentang Poligami

Ustadz Arifin Ilham (sumber foto: eramuslim.com)
Gema Indonesia -  Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Subhanaallah sahabat shalehku. Sungguh Islam mengajarkan umatnya supaya pernikahan itu dipublikasikan. Rasulullah SAW bersabda, “A’linuu haadzan-nikaaha waj-‘aluuhu fi’l-masaajidi wadh-ribuu ‘alaihid-dufuufa" (Umumkanlah pernikahan, selenggarakanlah di masjid dan bunyikanlah  tetabuhan).” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Rasulullah SAW bersabda, “Kumandangkanlah pernikahan dan rahasiakanlah peminangan.” (HR Ummu Salamah ra).


Sebaliknya, sembunyi-sembunyi bukan hanya jauh dari sunnah apalagi syiar, malah justru menimbulkan mudhorot besar dan banyak fitnahnya.


Padahal, dia berjalan dengan istrinya difitnah berzina. Jelas salah yang memfitnah tetapi juga salah yang tidak mengumumkan pernikahannya karena membuka peluang fitnah.

Dakwah terbaik bukan hanya memberi contoh tetapi menjadi contoh nyata. Rasulullah menggendong Sayyidah Aisyah saat menyaksikan perlombaan kuda, mengangkat Sayyidah Shofiyyah naik onta, dan banyak lagi kisah indah Rasulullah.

Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : “Beliau orang yang suka bercanda dengan istrinya” (HR Bukhari)

Jelas ini tontonan terindah bagi para sahabat yang menyaksikan ini. Tetapi, menjadi tuntunan dakwah dan uswah hasanah terindah, bersikap terbaik kepada keluarga dihadapan umat. Tontonan pun berubah menjadi tuntunan mulia.

Apalagi dakwah di era media sosial, benar-benar tantangan besar bukan lagi "katanya atau kisahnya saja, mana buktinya?!"

Karena itulah, dibutuhkan bukti contoh nyata bahwa syariat Allah itu memang sangat membahagiakan bagi hamba hamba yang beriman kepada-Nya dan Rasul-Nya.

Jangan bermesraan bercumbu rayu dipublikasikan, jelas ini sangat memalukan, tetapi kebahagiaan, kebersamaan dan pendidikan yang menjadi contoh kebaikan hidup berumah tangga.

Khusus untuk poligami, hanya bagi yang mampu dengan syarat-syarat yang sangat berat. Terutama kesiapan istri pertama dan keluarga. Kalau tidak siap dan tidak mampu melakukannya, malah berakibat hancurnya bahtera rumah tangga. Untuk apa poligami kalau hanya berakhir dengan hancurnya rumah tangga? Maka, bersabarlah dan berbahagialah dengan cukup satu istri saja!



Any way, kalau hati itu bersih karena keindahan imannya, maka ia memandang apapun dengan bersih pula, penuh dengan kebaikan, kesantunan bahasa, dan kemuliaan bersikap. Tetapi sebaliknya, kalau hati itu kotor, maka ia memandang apapun denga buruk sangka, bahasa kedengkian, dan penuh hujatan kebencian.

Pepatah arab mengatakan, "Kalau hati sudah ridha disebut namanya saja sudah senyum senang, tetapi kalau hati sudah benci melihat gantungan bajunya saja sudah manyun ingin membuangnya".

Allahumma ya Allah maafkanlah sahabat hamba yang memfitnah hamba. Maafkan sahabat hamba yang menghujat hamba, hamba yang difitnah dan dihujat ikhlas rela memaafkannya karena cinta sayang hamba pada mereka dan umat Nabi Muhammad SAW karena Engkau...aamiin.

Semoga Allah selalu berkahi persahabatan dan harakah dakwah kita...aamiin.


Dikutip dari Republika

Share:

October 9, 2017

Inilah Masjid Satu-satunya di Seoul, Megah dan Menawan

Masjid Islamic Center Seoul (sumber foto: republika.co.id)
Gema Indonesia - Masjid Islamic Center Seoul adalah Masjid pertama di Korea Selatan. Terletak di daerah Itaewon, Seoul, Korea Selatan dan dibuka pada tahun 1976 tepatnya di Hannam-dong, Yongsan-gu. Pembangunan masjid dimulai pada Oktober 1974 diatas sebidang tanah (5.000 m2) yang disumbangkan oleh pemerintah Korea.

Didanai oleh Negara-negara Islam, masjid ini resmi dibuka pada 21 Mei 1976 dan hingga kini masih kokoh berdiri di antara sungai Hangang dan Gunung Namsan. Lantai pertama masjid dijadikan ruang pertemuan dan kantor Ferderasi Muslim Korea. D lantai kedua adalah tempat peribadatan khusus pria seluas 427 m2 dan di lantai tiga tempat peribadatan khusus wanita.

Masjid Islamic Center di Seoul ini awalnya hanya bertingkat dua (1.362 m2) hanya untuk ibadah saja. Tetapi, bantuan dari Bank Pembangunan Islam Arab Saudi lantai tiga pada 20 Juli 1990 dapat digunakan. Selain itu, Masjid Pusat Islam saat ini memiliki madrasah (lembaga pendidikan bagi anak-anak Muslim), Institut Penelitian Budaya Islam dan lainnya.

Masjid ini satu-satunya Masjid di Seoul, tidak sedikit warga Korea menjadikannya sebagai tempat wisata untuk dikunjungi pada akhir pekan untuk mendengar pembicaraan yang diberikan tentang Islam. Arsitektur yang khas berbeda dari kebanyakan arsitektur di Korea Selatan menarik banyak wisatwan.


Terdapat tulisan besar dalam bahasa Arab “Allahu Akbar” di pintu utamanya. Dengan dua menara yang tinggi menjulang di bagian depan masjid menandakan bangunan Islam. Kemegahan masjid ini tidak hanya menarik umat Muslim saja, tetapi warga Korea atau wisatwan luar negeri yang non-muslim pun menjadikan masjid ini sebagai tepat wisata mereka.

Karena keunkan dan keindahan dari masjid dan juga buaya Islam yang menajdi daya tariknya. Masjid ini selalu ramai pengunjung, terutama pada hari Jumat. Banyak wisatawan yang sengaja mampir untuk melaksanakan salat Jumat di sini. Masjid ini ramai saat hari Jum’at, karena banyak umat Muslim pria yang datang dari berbagi tempat untuk shalat berjamaah.

Berita di atas dikutip dari republika.co.id dengan judul 'Megahnya Masjid Pertama di Korea Selatan'


Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support