February 18, 2018

Akhirnya Pembunuh Sadis Bayi Dibekuk Polisi, Sungguh Memilukan.

foto: merdeka.com
GIOnline - Buronan pelaku pembunuhan terhadap seorang bayi bernisial F (5) akhirnya berhasil dibekuk Polisi di tempat persembunyiannya di Desa Cijagan, Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (18/01/18).

"Unit Resmob mendapat informasi tentang keberadaan pelaku di rumah salah satu rekannya di Cianjur maka dengan segera menuju alamat yang dimaksud. Dan setelah dicek kebenaran info itu, maka segera dilakukan penangkapan terhadap pelaku," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana.


Setelah satu pekan melarikan diri, pemuda 20 tahun ini akhirnya dibekuk dan dihadiahi timah panas di kaki kirinya. 

"Selanjutnya pelaku dibawa ke puskesmas Cikalong Kulon untuk mendapatkan perawatan medis," imbuhnya.

Usai menerima perawatan medis, selanjutnya pelaku digelandang ke Jakarta untuk dilakukan proses pemeriksaan terkait motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap bayi F.

Aksi biadab pembunuhan bayi ini berawal ketika pelaku mampir ke rumah Masyina (39), ibu korban yang berjualan makanan di rumahnya Jalan Lewa, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (11/02/18) dini hari.

Pelaku yang diketahui bekerja sebagai buruh industri rumahan memang biasa membeli makanan di rumah Masyina sebab lokasinya berdekatan dengan tempat kerjanya.

Setelah memesan makanan, pelaku kemudian masuk ke dalam kamar anak Masyina yang sedang tertidur. Alasannya ngin menumpang tidur di rumah perempuan tersebut namun dilarang.

Masyina yang mendengar suara mencurigakan di dalam kamar bergegas menuju kamar anaknya. Betapa terkejutnya Masyina melihat putranya sudah tidak bernyawa. Tak hanya membunuh putranya, pelaku juga memukul Masyina menggunakan tabung gas berukuran tiga kilogram. Akibatnya, Masyina menderita luka-luka di bagian kepala.

Sumber: suara.com
Share:

February 12, 2018

Dua Orang Gila Kerja Sama Rusak Kaca Masjid, Koq Bisa Ya?


GIOnline - Dua orang pelaku merusak kaca Masjid Baiturrahim, Jalan Sumurgempol, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Jawa Timur. Seorang pelaku berinisial diketahui berusia 40 tahun, sedangkan satu lagi seorang yang belum diketahui identitasnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan kejadian tersebut. 

"Kejadiannya dini hari tadi", ujar Kombes Frans.

Uniknya kedua pelaku ditengarai mengalami gangguan jiwa.

"Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengalami gangguan jiwa," ucap Kombes Frans.

Kejadian ini menjadi semakin memilukan sebab ternyata pelaku membawa serta keluarganya, dua anak perempuan usia remaja dan dua balita laki-laki. Meskipun mereka hanya berada di mobil saat dua pelaku tersebut melakukan aksi gilanya.

"Pelakunya dua. Namun, empat lainnya juga diperiksa," ujar Kombes Frans.

Saat ini kedua pelaku sudah ditangkap dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Tuban. Sementara empat orang keluarga pelaku dibawa ke Polres Tuban.

"Kondisi satu pelaku mengalami luka-luka pada tangan dan kaki akibat terkena pecahan kaca. Saat ditangkap, pelaku teriak-teriak," ujar Kombes Frans.
Akibat aksi gila mereka, kaca depan Masjid Baiturrahim rusak cukup parah.

Sumber: republika.co.id
Share:

Pesan Taksi Online Shubuh Buta, Seorang Wanita Jadi Korban Pelecehan Dan Perampokan Oknum Supir Taksi Online

Taksi online ilustrasi (foto: wow.tribunnews.com)
GIOnline - Seorang wanita harus menerima kenyataan pahit mendapat perlakuan pelecehan seksual serta barang bawaannya dirampas. Hal ini bermula ketika wanita tersebut ingin pergi ke suatu tempat dengan menaiki taksi online. Bukannya dibawa ke tempat tujuan, korban justru dibawa ke tempat sepi dan gelap di kawasan Cengkareng, Tangerang.

Pelaku kemudian mulai mencengkram korban dan melakukan tindakan asusila terhadap korban. Kejaidan ini terjadi pada Senin (12/02/18) sekitar pukul 04.48 WIB.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan kejadian tersebut.

"Korban ini dibawa tempat itu (sepi dan gelap). Selanjutnya tersangka memberhentikan mobil yang dikemudikan dan mendekati korban," ujarnya.

Dalam kondisi teraniaya, korban berusaha melawan namun apalah daya. Tidak hanya melakukan pelecehan, pelaku juga mengambil barang bawaan korban berupa handphone.

"Selain pelecehan, tersangka juga mengambil handphone milik korban jenis iPhone6 S warna gold," ujar Kombes Argo.

Korban diturunkan di kawasan Soekarno Hatta. 

"Kita sedang mencari ya, memburu tersangka itu," ujarnya.

Atas tindakan kejinya, pelaku terancam pasal 289 KUHP dan atau Pasal 362 KUHP, dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Sumber: merdeka.com
Share:

February 11, 2018

Diselundupkan Dalam Mesin Cuci, 239 Kg Sabu dan 30.000 Butir Ekstasi Berhasil Diamankan Petugas. Pelaku Ditembak Mati

Konferensi Pers pengungkapan kasus penyelundukan narkoba dalam mesin cuci (foto: merdeka.com)
GIOnline - Sebanyak 239,785 kilogram sabu dan 30.000 butir ekstasi berhasil diamankan oleh tim gabungan Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polresta Tangerang Selatan. Barang haram tersebut disembunyikan di dalam 12 mesin cuci. Dalam pengungkapan kasus ini, Polisi berhasil menangkap tiga pelaku dan satu orang tewas ditembak mati.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono para pelaku dibekuk di kompleks Pergudangan Harapan Dadap Jaya nomor 36 Gudang E 12, Dadap, Kosambi, Kota Tangerang, Kamis (08/02/18).


Didalam 12 mesin cuci tersebut, Polisi menemukan sabu sebanyak 228 bungkus plastik dan enam bungkus plastik ekstasi.


Sindikat kejahatan ini ternyata didalangi pelaku warga negara Malaysia. WN Malaysia ini juga merupakan pelaku yang akhirnya ditembak mati oleh petugas. Ia berhasil ditangkap di Terminal Tiga Bandara Soekarno Hatta, Jumat (09/02/10) dini hari.


Untuk pengembangan, pelaku dibawa menuju kawasan Dadap, Kosambi, Tangerang. Namun ketika akan dibawa, pelaku berusaha merebut senjata api milik polisi sehingga dilakukan penembakan. Pelaku akhirnya tewas saat perjalanan menuju rumah sakit.


Diketahui pelaku telah enam kali menyelundupkan sabu ke Indonesia dari Malaysia, dengan jumlah narkotika yang dibawa hingga ratusan kilogram. Sedangkan tiga pelaku lainnya diancam hukuman mati.

Sumber: merdeka
Share:

Lima Pesan Ustadz Abdul Somad Dalam Deklarasi Aksi Bela Ulama


GIOnline - Ustadz Abdul Somad dikenal luas masyarakat sebagai Ulama pemersatu bangsa. Gaya bahasanya yang lugas, humor yang segar yang tidak dibuat-buat, ceramah yang padat berisi menjadi ciri khas dari Ustadz lulusan Mesir ini. 

Tausiyah Ustadz Abdul Somad di Masjid Sukajadi, Batam, Ahad (11/02/18) menjadi terasa spesial sebab setelah Tausiyah dilanjutkan dengan Deklarasi Bela Ulama. Ustadz Abdul Somad pun diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan sebelum deklarasi diucapkan.

Berikut lima pesan Ustadz Abdul Somad 

1. Bela/Sayangi Ulama dengan tulus ramaikan pengajian2nya

"Bila pengajiannya ramai maka orang takut mengganggu karena punya massa yang banyak" Ucap Ustadz Abdul Somad.

2. Kalau memang cinta Ulama, jangan sekedar ngaji tapi amalkan semua Ilmu yang sudah di dapat dari Masjid2 kita

3. Kalau mau ada Ulama di rumah, masukkan anak kita ke sekolah yang mengajarkan hafal Qur'an, paham Hadits, mengerti Sunnah yg mereka nanti di masa yg akan datang akan menjadi Ulama2 di tengah keluarga kita

4. Kalau punya harta, infakkan untuk menolong Agama Allah, ke Masjid, Panti Asuhan, Panti Jompo, buka 212 Mart, Kita Mart, Muslim Mart, belanja ka warung Muslim sehingga tidak ada lagi orang Muslim yang susah, mudah diperalat, diadu domba, sehingga akan bangkit umat ini.

5. Jangan mudah termakan isu

"Kalau mau makan nasi, jangan makan isu, kalau ada fitnah2, Ustadz Somad begini - Ustadz Somad beginimaka tabayyun/klarifikasi" ujar Ustadz.

Share:

February 8, 2018

Kesal, Satu Unit Eskavator Dibakar Massa

Satu unit eskavator dibakar massa (foto: sindonews.com)
GIOnline - Ratusan warga Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin, Jambi marah sebab maraknya aktivitas penambangan emas ilegal yang bahkan sudah merambah ke hutan adat Desa Baru. Luapan emosi warga tidak terbendung lagi hingga akhirnya satu unit eskavator yang digunakan untuk menambang emas rusak dibakar warga.


Diketahui sang pemilik eskavator berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian. Kapolres Merangin AKBP I Akade Utama Wijaya melalui Kapolsek Sungai Manau Iptu Didih Engkas membenarkan peristiwa tersebut. “Warga sudah resah dengan maraknya aktivitas penambangan emas liar di wilayah hutan adat . Saking kesalnya akhirnya warga membakar alat berat tersebut,” ujar Iptu Didih Engkas, Jumat (09/02/18).

Kapolsek menjelaskan, hingga saat ini memang masih terdapat aktivitas penambangan emas ilegal di daerahnya yang menggunakan alat berat.

Sumber: sindonews.com
Share:

February 6, 2018

Erdogan Ungkap Kemungkinan Pecahnya Perang Antara AS vs Turki, Iran, Rusia

Pasukan Turki (foto: patromaks.com)
GIOnline - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kemungkinan pecahnya perang antara AS melawan Turki, Iran dan Rusia dalam menyikapi kehadiran pasukan amerika Serikat di Manbij, Suriah dengan pasokan senjatanya yang besar.

"AS mengklaim mengirim 5.000 truk dan 2.000 pesawat kargo berisi senjata untuk perang melawan ISIS, namun kami tidak mempercayai hal itu. Dengan pasokan senjata tersebut, bisa dipastikan bahwa AS memperhitungkan untuk melawan Turki dan Iran, dan mungkin juga Rusia," ujar Erdogan kepada anggota Partai AK.


Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu sebelumnya telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membatasi tindakan pencegahan terhadap pejuang Kurdi di Afrin, namun akan memindahkan pasukan ke Manbij di mana AS memiliki sekitar 2.000 personil militer di wilayah tersebut.

"AS harus meninggalkan Manbij di Provinsi Aleppo karena Turki berencana mengembalikan wilayah itu kepada 'pemilik sebenarnya'," ujar Erdogan.

Sejak 20 Januari lalu, Turki telah melakukan operasi militer dengan kode nama 'Ranting Zaitun' di Afrin untuk melawan pasukan Kurdi sebagai tanggapan atas pengumuman AS yang akan melatih 30.000 pasukan keamanan perbatasan di Suriah yang disebut Turki sebagai 'tentara teroris'.

Afrin saat ini dikuasi oleh pasukan Unit Pertahanan Rakyat (YPG) yang didukung AS. Turki menilai YPG sebagai pasukan yang berafiliasi dengan pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dicap sebagai organisasi teroris.

Sumber: merdeka.com
Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support