September 16, 2017

Tak Surut Semangat, Donasi Denda PSSI Telah Terkumpul, Bobotoh Lanjut Donasi Bantu Rohingya

Aksi Koin Bobotoh (sumber foto: rmoljabar.com)
Gema Indonesia - Hukuman berupa denda sebesar Rp 50 juta yang diberikan PSSI kepada Persib Bandung tidak menyurutkan semangat Bobotoh untuk tetap membela Rohingya. Bahkan mereka telah berhasil mengumpulkam donasi sebesar Rp 70 juta. Donasi ini sampai sekarang masih terus dibuka, baik untuk membayar denda maupun sumbangan kepada Rohingya.

"Kita sudah melebihi Rp 50 juta, ada Rp 70-80 juta untuk saat ini totalnya. Kalau lebih, misal sampai Rp 150 juta, yang Rp 50 juta kita serahkan ke PSSI, yang lebihnya itu kita serahkan untuk warga Rohingya," ungkap Dirijen Viking Persib Yana Umar seperti dilansir dari republika.co.id (16/9/17).





Yana mengatakan, donasi yang ia kumpulkan dengan bantuan beberapa pihak memang sekaligus untuk dua hal, yaitu membayar denda PSSI dan warga Rohingya. Saat ini, dengan sudah terkumpulnya uang denda sebesar Rp 50 juta, ia masih akan melihat hingga batas akhir pengumpulan donasi untuk kemudian diserahkan ke warga Rohingya.

"Donasi yang untuk PSSI kan sudah nyata ada ya Rp 50 juta. Nanti, donasi untuk Rohingya-nya lihat dulu sampai batas akhir," jelas Yana.

Menurut Yana, donasi untuk PSSI dan Rohingya yang pihaknya lakukan masih dibuka. Jadi, biarpun sudah terkumpul biaya untuk membayar denda PSSI, donasi masih akan terus jalan untuk Rohingya.


Proses penggalangan dana ini pun semakin banyak dilakukan oleh mereka, termasuk di antaranya bekerja sama dengan Rumah Zakat. "Bagi yang mau patungan secara langsung, silakan datang ke Sidolig. Tapi, jika ingin transfer atau melalui online, kami bekerja sama dengan Rumah Zakat," jelas Yana.

Sumber: republika.co.id


Share:

Hadir Pada Aksi Bela Rohingya 169, Prabowo Disambut Takbir

Prabowo Subianto (sumber foto: tribunnews.com)
Gema Indonesia - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir pada aksi bela Rohingya 169 yang diadakan Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017). 

Kedatangan Prabowo langsung disambut oleh peserta aksi dengan gema Takbir. 

Prabowo hadir menggunakan mobil SUV putih.



"Telah datang bersama kita bapak Prabowo Subianto. Dia beliau duduk berdampingan dengan presiden PKS. Mudah-mudahan beliau mendengar kita," ujar seorang orator, seperti dilansir dari tribunnews.com (16/9/17).

Adapun ormas2 yang ikut dalam aksi ini diantaranya IKADI, Mathlaul Anwar, Cahaya Islam Mathlaul Anwar, AQL Peduli, Jamiat Khoir, Pemuda DDII, Al Ittihadiyah, Pemudi PUI, Forsitma, Salimah, Wanita Islam, JPRMI, FPI, dan Gerakan Ibu Negri.

Sumber: tribunnews.com


Share:

September 15, 2017

TNI AD Perintahkan Seluruh Prajurit Nonton Film Penghianatan G30S/PKI

Penghianatan PKI (sumber foto: kaskus.co.id)
Gema Indonesia - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menginstruksikan seluruh prajuritnya untuk menggelar nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI. 

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Wuryanto menerangkan 

"Tanggal 30 September merupakan momen yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Saat ini banyak sekali upaya pemutarbalikan fakta sejarah peristiwa 30 September 1965," kata Wuryanto, seperti dilansir dari tempo.co (15/9/17).


Menurut Wuryanto pemutaran film ini penting untuk mengajak generasi muda membaca sejarah. Ia menilai, sejak era reformasi sejarah, Pancasila, dan budi pekerti kurang diajarkan di bangku sekolah. Dia juga menyebutkan sejumlah alasan lain yang mendasari lembaganya perlu mengajak masyarakat menonton film tersebut.

"Upaya oleh sekelompok orang untuk pencabutan TAP MPRS No XXV/1996, upaya mendorong pemerintah minta maaf kepada PKI, dan lainnya," kata dia.

Maka dari itu, menurut Wuryanto, TNI perlu memerintahkan kepada seluruh prajuritnya untuk menonton kembali film G30S/PKI.
Sumber: tempo.co

Share:

Denda PSSI Atas Koreografi 'Save Rohingya' Dinilai Cederai Pancasila

Persib Bandung (sumber foto: indowarta.com)
Gema Indonesia - Koreografi 'Save Rohingya' oleh bobotoh ketika Persib Bandung melawan Semen Padang berakhir dengan keputusan PSSI yang mengenakan denda sebesar Rp 50 juta kepada Persib Bandung.

Keputusan PSSI tersebut dinilai telah mencederai Pancasila. Anggota Komisi X  DPR Ledia Hanifa Amalia termasuk yang gusar dengan hal itu.

"Saya perlu mengingatkan PSSI, apa sih inti sebenarnya dari event olahraga? Untuk menjunjung tinggi sportivitas dan solidaritas bukan? Maka, aksi bobotoh terkait pembuatan koreografi 'Save Rohingya' adalah bukti bahwa bobotoh punya solidaritas kemanusiaan. Solidaritas pada sebuah aksi kekerasan yang melanggar hak asasi manusia," kata Ledia geram, seperti dilansir dari rilis.id (15/9/2017).


Ledia menilai, bobotoh tidak melanggar aturan Fedarasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Malah anggota DPR dari daerah pemilihan Kota Bandung dan Cimahi ini menuding PSSI yang telah bertindak gegabah.

"Gegabah sekali kalau aksi solidaritas pada kemanusiaan dianggap salah. Kesalahan itu justru saya lihat ada pada gampangnya PSSI mengaitkan aksi koreografi ini sebagai tindakan politis bahkan SARA," ujarnya.

Krisis Rohingya, papar anggota Fraksi PKS ini sudah menjadi isu internasional. Berbagai negara sudah menunjukkan kecaman resmi, bahkan badan dunia PBB juga secara tegas melihat kasus Rohingya sebagai pembantaian etnis dan kejahatan atas kemanusiaan. Tidak selayaknya PSSI kemudian membelokkan solidaritas kemanusiaan yang dilakukan bobotoh laksana aksi politik dan SARA.

"Sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab telah menegaskan kebeperihakan kita akan perlunya menegakkan keadilan kemanusiaan. Kalau PSSI menganggap aksi solidaritas kemanusiaan sebagai kesalahan, apa ini bukan berarti PSSI tengah mencederai nilai-nilai Pancasila?" ujar Ledia.

"Saya harap PSSI segera merevisi keputusannya mendenda Persib. Tidak usah malu," kata Ledia.

Sumber: rilis.id

Share:

September 14, 2017

Ini Dia Tiga Postingan Yang Bikin Asma Dewi Dibekuk Polisi

No Hate Speech (sumber foto: mastel.id)
Gema Indonesia - Kuasa Hukum Asma Dewi Djuju Purwantoro merasa heran unggahan yang ditulis kliennya pada 2016 baru dipermasalahkan sekarang.

Lagipula tiga unggahan yang dianggap memuat ujaran kebencian, tidak memenuhi unsur pidana. 

Pasalnya tidak ada kebencian yang ditebar Asma Dewi dari setiap unggahan yang ditulis.Djuju menjelaskan, unggahan pertama yang membuat Asma Dewi tersangkut kasus, ketika menuliskan soal vaksin campak yang diimpor pemerintah Indonesia dari China."

Dia katakan ya itulah kalau vaksin atau virus dari China, hanya China itu saja yang dipersoalkan. China siapa? Orang, golongan atau kelompok? Ya negara China bukan dari India bukan dari Thailand," ujar Djuju.




Unggahan kedua, yang membuat Asma tersangkut pidana ketika mempersoalkan ucapan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Ketika itu, sang Menteri menanggapi soal mahalnya harga daging.

"Pernah dengar Mentan katakan, harga daging mahal kalau merasa mahal makan jeroan saja, pernah dengar? Yang nyatakan bukan Bu Asma, tapi  Mentan. Kok masyarakat makan jeroan kenapa enggak Menterinya makan jeroan," ujarnya.

Selanjutnya, unggahan ketiga yaitu soal negara Singapura yang diajarkan tulisan sanskerta. Berbeda dengan Indonesia, yang diajarkan dalam kurikulum pendidikan justru bahasa China.

"Ada tulisan sanskerta, postingnya negara Singapura diajarkan sansekerta. Kenapa di Indonesia diajarkan bahasa China, China lagi," ucapnya.

"Menurut kami apa yang diposting itu tidak mengandung unsur kebencian. Kalau pasal 28 ayat 2 kalau dikaitkan dengan menyebarkan menginformasi melalui medsos yang mengakibatkan, frasa mengakibatkan harus ada unsur SARA, yang merasa dirugikan atau merasa dibenci yang menjadi ujaran kebencian," katanya.

Sumber: viva.co.id


Share:

Janjikan Ke Alam Surga, Oknum Tukang Ojek Ini Cabuli Gadis Dibawah Umur

sumber foto: hetanews.com
Gema Indonesia - Oknum tukang ojek pelaku pencabulan gadis dibawah umur berhasil ditangkap aparat Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Kapolsek Pancoran Komisaris M Hari Agung Julianto mengatakan, aksi tukang ojek tersebut dilakukan setelah memperdaya korban. Saat itu, kata Kompol Hari, pelaku menjanjikan jalan-jalan dan melihat alam surga kepada korban.


"Pelaku bilang ke korban katanya dijanjikan ke alam surga. Kami masih dalami lagi statement soal itu," kata Kompol Hari, seperti dilansir dari tribunnews.com (14/9/17).




Kalimat ajakan menuju 'alam surga' masih menjadi pernyataan. Bisa jadi 'surga' yang dimaksud pelaku hanya sebagai kalimat kiasan untuk menjalankan modusnya mencabuli korban.


Korban saat itu diajak jalan-jalan oleh pelaku menggunakan sepeda motor. Namun, ternyata pelaku membawa korban ke Hotel MVN di Duren Tiga. Di sanalah pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban.

Korban yang selama beberapa waktu memendam rasa takut dan trauma, akhirnya melaporkan hal yang menimpanya ke Mapolsek Pancoran.

Sumber: tribunnews.com


Share:

Bertaruh Nyawa Hingga Tewas Dalam Tugas, Trisna Sang Pemadam Kebakaran Hanya Digaji Rp10.000,- perJam

Selamat Jalan Trisna (sumber foto: hipwee.com)
Gema Indonesia - Kisah sedih dari seorang petugas pemadam kebakaran bernama Trisna Supriatna. Trisna meninggal dunia saat bertugas memadamkan api yang melahap sebuah gudang tekstil di Mandalajati, Kota Bandung, Senin (11/9). Sedihnya, Trisna pergi dengan meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berumur 14 hari. 

Mirisnya, dilansir dari kompas.com (13/9/17), dibalik kerasnya pekerjaan yang dilakukan dengan mempertaruhkan nyawa tersebut, trisna hanya digaji  Rp 10.000,- per jam. Apabila diakumulasikan, maka trisna hanya memperoleh Rp 2,4 juta per bulan. Jumlah yang sangat kecil bahkan masih dibawah UMK Bandung sebesar Rp 2,8 juta per bulan.




"Dia kan statusna PHL, jadi bayarannya Rp 10.000 per jam, dalam sebulan dia bisa mendapatkan gaji sekitar Rp 2,4 juta," ujar Kurnia Saputra, Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana di Bandung, Selasa (12/8/2017).

Menurutnya, jika dibandingkan dengan wilayah lain, gaji yang diterima Trisna sebagai PHL terbilang cukup besar.

Namun jika dibandingkan dengan risiko pekerjaannya, gaji sebesar itu untuk petugas pemadam kebakaran tidak sesuai dan terbilang sangat kurang.

Kurnia mengatakan, Trisna merupakan petugas yang direkrut pada tahun 2017 dan sudah bekerja selama 8 bulan. "Walaupun baru bekerja selama 8 bulan Trisna kinerjanya sangat baik," ujar Kurnia.

Selain itu Trisna merupakan salah satu putra terbaik yang loyalitasnya tinggi dan dikenal sebagai sosok agamis.

Sumber: kompas.com
Sumber: hipwee.com



Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support