October 8, 2017

Jelang Pelantikan Anies- Sandi, Menko Maritim Cabut Moratorium Reklamasi. Apa Maksudnya?

Reklamasi Jakarta (sumber foto: ipapa.co.id)
Gema Indonesia - Entah apa maksudnya, jelang pelantikan Gubernur baru DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga S Uno, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mencabut moratorium reklamasi di Teluk Jakarta. Dengan pencabutan moratorium ini mengisyaratkan pembangunan reklamasi jakarta harus dilanjutkan.

Keputusan ini jelas akan mempersulit posisi Anies dimana pada masa kampanye lalu dia berjanji akan menolak pembangunan reklamasi. 

Namun sepertinya Anies akan tetap berpegangteguh pada janjinya. Beberapa waktu lalu Anies pun menegaskan bahwa ia akan tetap menjalankan janji kampanyenya setelah dilantik.

"Janji kampanye apa kemarin, kami jalankan sesuai janji kampanye," ungkap Anies beberapa waktu lalu, seperti dilansir dari viva.co.id (9/10/17). 


Namun, ketika berada di Medan Luhut mengatakan Anies-Sandi harus menerima keputusan pemerintah pusat ini. Hal tersebut disampaikannya dengan tegas.

"Harus (terima lah). Kalau dia (Anies Baswedan, gubernur DKI Jakarta terpilih) tidak mau, kan banyak yang mau," kata Luhut, Jumat, 6 Oktober 2017. 

Menurut Luhut, kajian dari Kemenko Maritim telah selesai. Kajian tersebut juga melibatkan banyak pihak termasuk otoritas terkait. Sehingga keputusan dapat diambil.

"Ada Jepang, ada Korea, ada Belanda. Jadi mau apa lagi?" ungkapnya. 

Pencabutan moratorium reklamasi seharusnya tunggu Gubernur  baru dilantik


Halaman Selanjutnya >
Halaman 1
     


Share:

October 7, 2017

Bocah 8 Tahun Memilih Masuk Islam, Berikut Kisahnya Yang Bikin Haru

Yogi Setiady 8 tahun, Muallaf cilik (sumber foto: tribunnews.com)
Gema Indonesia - Eriyanti (44) seorang ibu non Muslim di Ketapang mengantarkan langsung anaknya Yogi Setiady yang masih berusia 8 tahun ke Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Delta Pawan untuk masuk Islam, Kamis (5/10).

Bukan tanpa alasan, ternyata sejak baru mulai bisa bicara Yogi memang sudah tertarik pada Islam. Bahkan bocah yang lahir dari keluarga non Muslim ini belajar Sholat sendiri dan telah hafal beberapa ayat al-Qur'an dan Doa-doa dalam bahasa Arab.


Dilansir dari tribunnews.com (6/10/17), berikut kisah Yogi Setiyadi yang dituturkan oleh sang Bunda, Eriyanti.


Ia mengatakan Yogi memang sangat suka pdah hal-hal terkait Islam bahkan ketika baru bisa berbicara.


Misalnya ketika melihat Masjid Yogi sangat senang dan selalu menyebut ada alaaba.


"Maksudnya itu Allahu Akbar,” tuturnya.


Sedangkan ketika diajak ke tempat ibadahnya Yogi selalu menolak. Bahkan ketika tetap dibawa Yogi malah menangis dan ngajak keluar mau pulang.



Kemudian ketika dibawa pulang ke kampung halaman di hulu yang banyak anjing dan babi. Yogi tidak suka dan takut tersentuh anjing atau babi.


Ketika mereka makan daging babi Yogi sejak kecil pun tidak pernah mau makan babi.


Namun ketika ada tetangga di Ketapang mengadakan acara seperti selamatan, Yogi justru selalu mengajaknya untuk pergi ke acara tersebut.


“Katanya ayo ma kita pergi ke tempat orang amin-amin. Saya tanya di mana, katanya itu menunjukkan tempatnya, ternyata tempat orang Muslim selamatan gitu,” tuturnya.


Halaman Selanjutnya >
Halaman 1
    2    3  
Share:

October 6, 2017

FBI: Tak Ada Bukti Penembakan Las Vegas Terkait Terorisme

Bendera setengah tiang untuk menghormati korban penembakan Las Vegas (sumber foto: antaranews.com)
Gema Indonesia - Dalam sebuah konfresi pers FBI mengatakan tidak ada bukti hingga saat ini yang menunjukkan bahwa pembunuhan massal di Las Vegas pekan ini adalah aksi terorisme.

Agen Khusus FBI yang bertanggung jawab atas peristiwa itu, Aaron Rouse, juga mengatakan bahwa pihak berwenang federal telah memeriksa kekasih pelaku penembakan, dan tidak ada seorang pun yang telah ditahan yang diduga terlibat.

Dilansir dari antaranews.com (5/10/17), 58 orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka, sejumlah di antara mereka karena terinjak-injak di tengah kepanikan massal, ketika pelaku (64 tahun) memuntahkan rentetan peluru dari kamar hotelnya di lantai atas selama sekitar 10 menit pada Minggu malam.

Pelaku kemudian membunuh dirinya sendiri sebelum polisi mendobrak pintu kamarnya. Di kamar itu, para personel kepolisian menemukan sekitar 23 senjata.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu tiba di Las Vegas untuk memberikan penghormatan dan dukungan kepada para petugas penyelamat. 



Selanjutnya penyelidik memusatkan perhatian pada kekasih pelaku,  yang pernah tinggal bersama pelaku dan meninggalkan Amerika Serikat menuju Filipina pada September.

Di Bandar Udara Internasional Los Angeles, FBI mendatangi pesawat yang membawa kekasih pelaku dari Manila dan kemudian membawa perempuan itu untuk menjalani pemeriksaan.

Diketahui hingga Rabu siang, tidak ada indikasi bahwa kekasih pelaku mengetahui rencana pelaku untuk melakukan serangan.

FBI menanyakan beberapa pertanyaan kepada kekasih pelaku terkait persenjataan yang dibeli pelaku, tranfer uang senilai 100.000 dolar AS ke sebuah bank Filipina yang diperkirakan diperuntukkan bagi sang kekasih, serta soal apakah ia melihat ada perubahan perilaku pada pelaku sebelum ia pergi meninggalkan AS.


Halaman Selanjutnya >
Halaman 1
    2  
Share:

Satu Keluarga Meninggal Keracunan Asap Genset

Tanda-tanda keracunan karbon monoksida (sumber foto: indonesiare.co.id)
Gema Indonesia - Kembali terjadi kasus keracunan karbon monoksida dari asap genset. Kali ini dialami empat orang yang merupakan satu keluarga Kelurahan Tapak Lebar, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, meninggal dunia di dalam rumahnya, Jumat, 6 Oktober 2017.

Dilansir dari viva.co.id (6/10/17), diduga kuat satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak itu keracunan akibat asap dari generator listrik (genset) yang menyala. 

"Dugaannya empat korban ini banyak menghirup karbon monoksida dari asap genset," ujar Kasat Reskrim Polres Lubuk Linggau AKP Ali Rojikin.


Awal mula penemuan empat mayat ini lantaran kecurigaan warga saat hendak ke kediaman korban. Namun tak ada jawaban, sehingga dilakukan pemeriksaan, hingga ditemukanlah Chandra (39) tergeletak di pintu kamar, lalu Fajri Nizarullah (10).

Selanjutnya Eliza Haryani (38) di dapur dan Afif Wahyu Ramadhan (3 bulan) di kamar. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dan penuh dengan bercak muntah.

Sumber: viva.co.id
Share:

Janji Buyback Indosat, Rencana Jokowi Jual 800 BUMN Bikin DPR Bingung

Presiden Joko Widodo (sumber foto: kompas.com)
Gema Indonesia - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Mochamad Hekal mengaku bingung dengan Presiden Jokowi yang berwacana ingin menjual atau memerger 800 perusahaan/anak usaha milik BUMN.

“Saya jadi bingung dengan sikap Presiden, enggak jelas gitu. Janji pemilu mau buyback Indosat, itu cuma bekas 1 BUMN, sekarang malah mau jual 800. Saya gagal paham maksud beliau terhadap BUMN kita,” ujar Hekal di Jakarta, seperti dilansir dari aktual.com (5/10/17).

Presiden Jokowi juga pernah menyuruh BUMN menjual asset infrastruktur dan membangun infrastruktur lalu menjualnya ke swasta.

“Masa Presiden eggak ngerti, masa pembangunan suatu proyek sampai dengan proyek itu berhasil beroperasi, adalah periode yang paling berisko bagi proyek itu tersebut. Masa setelah proyek jadi dan tinggal dinikmati, suruh jual ke swasta. Terus yang nikmatin swasta?,” ungkap Hekal.

Jikapun ada alasan menjual atau memerger anak usaha BUMN agar tidak memberatkan keuangan negara, kata dia, itu alasan yang kurang masuk akal.


“Kalau soal keuangan negara itu alasan klasik. Dulu pemerintah dengan bodohnya jual-jual aset bagus yang dipegang BPPN. Seperti BCA dan lain-lain. Coba lihat sekarang nilainya berapa. Dulu kita jual berapa. Itu sejarah belum lama. Masa sudah lupa,” katanya.

Menurut Hekal, apa yang menjadi keinginan presiden Jokowi dalam hal ini sangat bertolakbelakang dengan keinginan para pembantunya.

“Soalnya saya lihat sikap menteri berbeda, yaitu ingin BUMN semakin besar dan menjadi agent of development. Tapi presiden suruh jual-jual. Bakal gak jelas nih nasib BUMN kita,” katanya.

Halaman Selanjutnya >
Halaman 1
  1    2  
Share:

October 5, 2017

Elektabilitas Jokowi Turun, Kans Prabowo Menang Semakin Besar

Jokowi dan Prabowo (sumber foto: merdeka.com)
Gema Indonesia - Lembaga survei Media mencatat penurunan elektabilitas baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto untuk Pemilu Presiden yang akan digelar pada 2019 mendatang. Median mencatat elektabilitas Jokowi sebesar 36,2 persen sementara Prabowo 23,2 persen.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon melihat hal itu menjadi kesempatan bagus untuk bisa mengalahkan Jokowi.

"Kalau buat kami bagus. Artinya kesempatan buat Prabowo Subianto itu semakin besar," ujar Fadli di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari kumparan.com (5/10/17).

Menurut Fadli zon, dibandingkan dengan Jokowi yang notabene adalah inkumben, maka 23 persen sudah bagus sebab Prabowo belum melakukan aktivitas politik.

"Kalau lihat dari survei itu, Pak Jokowi 36,2 persen, Prabowo 23 persen. Pak Prabowo belum apa-apa saja udah 23 persen. Saya kira masih lumayan apalagi kalau bergerak, berkeliling, dan berkampanye," tuturnya.


Menurut Fadli, seorang inkumben biasanya selalu di atas 50 persen. Nilai 36.2 persen yang diterima Jokowi menunjukkan dirinya tidak cukup disukai oleh masyarakat.

"Dari survei itu memperlihatkan bahwa inkumben tidak punya approvall rate yang cukup untuk disukai oleh masyarakat dan dianggap oleh masyarakat berprestasi. Kalau biasanya selalu inkumben itu di atas 50 persen," pungkasnya.

Survei yang dirilis Media pada Senin (2/10) kemarin, mengungkap elektabilitas turun yaitu Jokowi 36,2 persen dan Prabowo 23,2 persen.

Dalam survei itu, Median merinci bahwa penyebab turunnya elektabilitas Jokowi karena 83,3 persen merasa banyak masalah yang dirasakan, di mana 43,3 persen di antaranya adalah soal ekonomi.

Berikut hasil elektabilitas para kandidat capres Pemilu 2019 menurut Median:

Halaman Selanjutnya >
Halaman 1
  1 2


Share:

Keren, 'Robot Real Steel' Karya Tukang Las

Noisy Boy (sumber foto: wikia.com)
Gema Indonesia - Ingat film Real Steel? Film yang dibintangi Hugh Jackman ini bercerita tentang pertarungan tinju pada tahun 2020. Pertarungan dengan kekerasan yang nyata, saling menghancurkan sampai berkeping-keping. Untungnya yang bertarung bukan manusia, melainkan robot besar, canggih dan keren yang dijalankan menggunakan remote control.

Nah, seorang tukang las di Rusia bernama Sergei Kulagin membuat "Robot Real Steel" dengan menggunakan komponen mobil bekas. Tentu saja Robot Real Steel yang dimaksud hanyalah sebuah design yang tidak bisa digerakkan menggunakan remote control.

Berikut foto-fotonya


Sergei Kulagin menyelesaikan karyanya membuat patung robot di bengkel miliknya di Siberia, Divnogorsk, Rusia (4/10).






Kesibukan Sergei Kulagin saat membuat patung robot dari komponen mobil bekas di bengkelnya di Siberia, Divnogorsk, Rusia (4/10).


Sumber: merdeka.com
Foto-foto: merdeka.com
Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support