January 28, 2018

Ikan Ini Berhasil Membuat Jepang Kalang Kabut

foto: keepo.me
GIOnline - Ikan fugu merupakan salah satu jenis ikan yang digemari di Jepang. Padahal ikan ini merupakan ikan beracun yang racun tetrodotoxin di dalam ikan konon lebih berbahaya dari racun sianida.

Meskipun begitu, yang beracun dari ikan ini hanya beberapa bagiannya saja, seperti kulit, usus, ovarium dan hati. Jika organ-organ tersebut dibuang maka ikan fugu sudah layak dikonsumsi.


Namun untuk bagian-bagian beracun tersebut bukan perkara mudah, khususnya liver. Bila liver tersebut pecah, makan racunnya akan menyebar dan mencemari seluruh bagian ikan.

Untuk itu, hanya koki yang benar-benar terlatih dan memiliki sertifikat khusus yang boleh mengolah ikan ini.

Cara dapetinnya susah lho, hal inilah yang membuat harga ikan fugu di Jepang sangat mahal, bahkan jauh lebih mahal ketimbang tuna, salmon dan ikan lainnya.

Nah ternyata ada satu kejadian dimana salah satu pusat pengolahan ikan fugu lupa membuang liver ikan tersebut. Padahal mereka telah menjual lima bungkus ikan fugu yang masih terdapat liver di dalamnya.


foto: keepo.me
Sontak saja hal ini membuat Pemerintah kota Gamagaori, Jepang kalang kabut. Mereka membuat peringatan darurat menggunakan pengeras suara kepada para penduduk agar tidak mengkonsumsi ikan fugu hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

"Kami sudah mengimbau penduduk agar tidak mengkonsumsi ikan fugu menggunakan pengeras suara yang tersebar di seluruh wilayah," ujar Koji Takayanagi, Pejabat wilayah Gamagaori.

Walaupun beracun, ternyata harga ikan ini sangatlah mahal, bahkan jauh lebih mahal lebih tuna dan salmon.

Biasanya, ikan ini disajikan dalam irisan tipis sashimi atau hot pot.

Sumber: keepo.me
Share:

Wajib Uji KIR. Massa Taksi Online Demo Tolak Permenhub 108/2017

foto: poskotanews.com
GIOnline - Menanggapi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 108 Tahun 2017 mengenai Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, massa yang terdiri pengemudi taksi online melakukan aksi demonstrasi menolak Permenhub tersebut.

Massa dikonsentrasikan di tiga titik kumpul, di kantor Mahkamah Konstitusi (MK), Kementrian Perhubungan dan Istana Negara.

“Kita bagi menjadi dua. Sebagian ke MK mengikuti sidang lanjutan gugatan. Sementara yang lain di sini dulu. Dari sini kita bergerak ke Kemenhub dulu, baru kemudian ke istana,” ujar Baja, koordinator aksi di IRTI Monas, Senin (29/01/18).


Dalam Permenhub tersebut, taksi online harus mengikuti sejumlah ketentuan di antaranya memiliki SIM umum, melaksanakan uji KIR, bergabung dengan badan usaha dan armada yang digunakan dilengkapi stiker khusus yakni stiker angkutan sewa khusus (ASK).

Permenhub mulai berlaku pada 1 Februari mendatang. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Perhubungan akan melakukan penindakan simpatik pada 1 Februari – 14 Februari mendatang berupa teguran.

Sedangkan penindakan dengan sanksi atau tilang dilaksanakan mulai 15 Februari 2018.

Sumber: poskotanews.com
Share:

January 27, 2018

Kesiagaan Satpol PP Berhasil Gagalkan Upaya Memasukkan Becak Dari Daerah Menggunakan Truk

Becak (foto: martirnkri.com)
GIOnline - Becak-becak dari daerah dibawa masuk ke Jakarta menggunakan truk. Namun berkat kesigapan Satpol PP, upaya memasukkan becak dari daerah ke Jakarta gagal total. Truk yang membawa becak disuruh pulang sebelum sempat menurunkan becak-becak tersebut.

"Satpol PP itu memantau dan mereka sempat mendapatkan ada beberapa becak yang kemudian belum sempat turun truknya sudah disuruh kembali," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat (26/1/18).



Satpol PP dan Dinas Perhubungan DKI ditugaskan untuk mengawasi kemungkinan adanya becak yang masuk dari luar daerah.


"Yang terjadi becak-becak yang di sini pun menolak, jadi kita cepat dapat laporan karena becak yang berada di sini pun tidak menghendaki kedatangan becak baru," ungkapnya.


Pemprov DKI sampai saat ini masih mendata jumlah becak yang ada di ibu kota. Anies menjamin tak ada pertambahan jumlah becak dari yang sekarang ada. Penataan becak hanya dilakukan terhadap becak yang sudah ada dan dioperasikan di wilayah-wilayah tertentu.


Sumber: republika.co.id

Share:

January 26, 2018

Akibat Makan Ini, Sakit Keluarga Menderita, Otak Tumbuh Cacing, Ekonomi Keluarga Hancur Dan Menderita Penyakit Permanen

foto: erabaru.net
GIOnlineSaya adalah seorang dokter, dan yang akan saya bicarakan di sini adalah cerita mengerikan tentang tetangga saya.

Saya dari Jiangxi, Tiongkok. Penduduk di sini rata-rata suka makan kodok atau katak lembu dan sejenisnya.


Dan kebetulan tetangga saya sangat suka makan daging kodok. Setiap musim kodok, mereka sekeluarga selalu menyantap kodok, satu atau dua kali seminggu, dan terkadang mengundang saya untuk mencicipi kodok tumis pedas mereka. 


Namun tak disangka, gara-gara kodok tumis pedas ini, justru menghancurkan keluarga bahagia ini .


Setelah menyambut tahun baru kemarin, sekeluarga mereka mulai ditimpa dengan serentetan penyakit aneh.



Pertama adalah anak lak-lakinya yang akan segera ujian kelulusan. Bocah yang awalnya sehat-sehat saja tiba-tiba mengalami epilepsi, dan disertai sakit kepala paroksismal (serangan yang secara sering dalam waktu yang singkat), kejang-kejang.


Sementara ayah dari si bocah juga mual dan muntah-muntah tiga minggu kemudian setelah anaknya mengalami epilepsi, sakit kepala yang menyerang secara sering dan dalam waktu singkat, dan gejala koma mendadak.

Saat terjadi gejala pertama pada anak itu, mereka segera menemui saya, karena tahu saya adalah seorang dokter.


Tapi saya hanya bisa membantu saat epilepsy anaknya kambuh, sementara gejala lainnya saya juga tak berdaya.


Keluarga mereka pun panik, dan karena gejalanya sering kambuh, sehingga anak itu pun terpaksa berhenti sekolah. Sementara ayah si bocah juga menjalani rawat inap di rumah dan tidak bisa bekerja.


Hampir semua rumah sakit di Nanchang telah mereka datangi, dan kesimpulan pertama yang didapatkan adalah bahwa ayah dan anaknya itu menderita tumor otak.


Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, akhirnya ditemukan penyebabnya – penyakit yang dialami si ayah dan anaknya itu bukan tumor otak, tapi cerebral sparganosis yaitu penyakit parasit langka yang disebabkan migrasi larva plerocercoid.


Halaman Selanjutnya >>
Share:

Gas Elpiji 5 KG Meledak Di Sekupang

Gas meledak ilustrasi (foto: merdeka.com)
GIOnline - Terjadi ledakan tabung gas LPG 5 kg di Patam Lestari, Sekupang, Batam pada Kamis (25/01/18). Korban ledakan bernama Rosalita (34) mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan harus dirawat di Rumah Sakit.

Ibu korban menerangkan saat itu korban selesai memasak, ia mengira gas di tabung sudah habis. Ia pun membuka regulator dan menuju ruang tengah rumahnya. Sesaat kemudia korban mencium bau gas. Ia pun segera ke dapur untuk mengecek. Saat mengecek, korban sedang membawa raket nyamuk sebab di dapur banyak nyamuk. Saat didapur itu korban menekan tombol raket, akibatnya gas segera menyambar dan tabung gas meledak.


"Saat kejadian itu saya dengar letupan keras dari dapur dan putri saya memanggil saya, namun ketika saya hampiri, api sudah membakar sekujur tubuh putri saya. Saat itu awalnya putri saya hendak berlari kedepan rumah. Namun ia memutuskan masuk ke dalam bak kamar mandi untuk mematikan api,"ujar ibu korban, Sri.

Sri menambahkan, saat anaknya berlari ke depan rumah, putri kecil Rosalita juga terkena percikan api dari pakaian ibunya, sehingga kaki sebelah kiri bocah berusia 4 tahun itu juga ikut terbakar. 

"Di saat kaki cucu saya  terbakar, saya langsung ambil kain basah untuk mematikan api di kaki cucu saya," ujarnya.

Beruntung cucunya sudah boleh pulang kerumah.

Sumber: batam.tribunnews.com
Share:

January 25, 2018

Penerbangan-Penerbangan Terpendek Di Dunia, Ada Yang Hanya 2 Menit

foto: phinemo.com
GIOnline - Pesawat terbang adalah sebuah moda transportasi yang saat ini sangat populer. Alasan banyaknya pengguna jasa pesawat terbang yaitu efisiensi waktu. Perjalan yang biasa memakan waktu berhari-hari menggunakan mobil/ bus, dengan pesawat terbang waktu yang dipakai hanya beberapa jam saja.

Namun bagaimana jadinya jika penerbangan memakan waktu yang terlalu singkat, bahkan ada yang hanya 2 menit saja. Dilansir dari grid.id (09/01/18), berikut penerbangan-penerbangan dengan waktu terpendek di dunia.



1. Kinshasa, DRC ke Brazzaville, Kongo : 17 menit

Penerbangan Ethiopian Airlines dari Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik Kongo (DRC) ke Brazzaville, Kongo hanya berlangsung selama 17 menit.


2. Caye Chapel ke Caye Caulker, Belize : 15 menit


Penerbangan Maya Island Air dari Kapel Caye (CYC) ke Caye Caulker (CUK) berlangsung sekitar 15 menit, yang sebenarnya cukup lama mengingat jarak antara kedua pulau ini hanya 2,4 mil.


3. Toronto ke Niagara Falls Airport : 12 menit

Greater Toronto Airways beroperasi dua kali sehari dari Toronto ke Niagara Falls Airport (YCM), di mana satu penerbangan hanya memakan waktu 12 menit saja.


4. St. Gallen, Swiss ke Friedrichshafen, Jerman : Delapan menit

Penerbangan ini mulai beroperasi pada November 2016. Pada tanggal tersebut, Austrian's People's Viennaline akan mulai melayani rute penerbangan antara St. Gallen, Switzerland (ACH) dan Friedrichshafen, Germany (FDH), yang berjarak hanya 13 mil, dalam waktu delapan menit.


5.  St Kitts ke Nevis: Lima menit

Penerbangan ini dioperasikan oleh LIAT antara St. Kitts dan Nevis. Dengan jarak sejauh 17,4 mil dari SKB-NEV ini hanya butuh waktu lima menit dari take-off sampai landing.




6. Karpathos ke Kasos, Yunani : Lima menit

Dioperasikan oleh Maskapai Olympic Air, Yunani, penerbangan ini sekitar lima menit yang antara Karpathos (AOK) dan Kasos (KSJ).


7. Westray ke Papa Westray, Skotlandia : Dua menit (atau kurang)

Loganair (foto: grid.id)
Ini dia penerbangan terpendek di dunia. Dioperasikan oleh Loganair dari bandara Westray (WRY) ke Papa Westray (PPW) di Kepulauan Orkney Skotlandia.
Penerbangan ini hanya memakan waktu dua menit saja. Bahkan bisa diterbangkan dalam waktu kurang dari satu menit, sekitar 47 detik.



Share:

Foto Dua Ekor Monyet Yang Membuat Hati Terenyuh

Foto dua ekor primata yang dirantai diabadikan oleh ahli biologi Spanyol (foto: viva.co.id)
GIOnlineSebuah foto yang menampilkan dua ekor monyet akan membuat siapapun yang melihatnya menjadi terenyuh. Betapa tidak, dalam foto tersebut terlihat jelas bagaimana dua ekor primata tersebut yang merupakan induk dan anak terikat oleh rantai. Mereka mencoba meraih satu sama lain, namun itu hanyalah usaha yang sia-sia. 

Mata primata tersebut juga terlihat berkaca-kaca menyiratkan kesedihan yang dirasakannya. Mirisnya rantai yang membelit sang anak dibuat pendek sehingga primata kecil tersebut tak dapat mendekap ibunya.

Foto ini diambil dan diunggah oleh seorang ahli biologi bernama Joan de la Malla di akun Instagram pribadinya.



Pada caption fotonya, La Malla menuliskan bahwa foto ini diabadikan di Jakarta, ketika melakukan penelitian tentang primata. 

"As may be you have already seen in other entries I am currently working on a project on enslaved macaques used in street shows in some cities of Indonesia. These macaques often live in awful conditions and are deprived of the social relationships that they need as a primates," tulis La Malla dalam akun @joandelamalla.

Foto ini mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Mereka mengungkapkan kesedihan dan keprihatinannya atas nasib yang dialami dua primata tersebut. Bahkan ada juga yang memprotes La Malla, mengapa tidak membebaskan monyet tersebut.

"Please please help them pleaseeesnin the name of God pleaseeee," ujar akun @whois_itme.

"why dont u buy a ticket and go there to buy them ? The photographer is doing better efforts way far compared to u giving funny comments. He thinks big while u dont. And as he said. Buying them will just make them catch more monkeys and the suffering cycle goes on," tulis akun @jibgurl420.

La Malla yang mengenyam pendidikan di Universitas Ramon Llull, Barcelona, sengaja ke Indonesia untuk memotret fenomena topeng monyet.

Sumber: viva.co.id

Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support