September 2, 2017

Foto2 Muslim Rohingya Sholat Idul Adha

sumber: viva.co.id
Gema Indonesia - Idul Adha kali ini, Muslim Rohingya terpaksa menghadapinya dalam duka. Dilansir dari viva.co.id (3/9/17) hanya dalam waktu empat hari, lebih dari 400 saudara mereka tewas dibantai, 58 ribu melarikan diri ke Bangladesh, dan 2.600 rumah dibakar militer myanmar.


Meski berada dalam situasi was-was dan penuh ancaman, tapi semangat untuk menghadapi hari raya tetap menyala. Muslim Rohingya tak surut langkah untuk melakukan salat Idul Adha di lapangan terbuka. Pengungsi Rohingya di Cox's Bazaar, Bangladesh, tak jauh dari wilayah Kutupalang memenuhi lapangan. Seorang Imam memimpin Shalat, ceramah, dan doa, yang diikuti makmum dengan khusyu' dan khidmat.



Mayoritas jamaah menggunakan pakaian berwarna putih. Mereka terlihat bersih dan rapi.



Foto-foto dari viva.co.id
Sumber: viva.co.id

Share:

Korban Selamat : "Dua Keponakan Saya, Kepala Mereka Terpotong"

sumber: hidayatullah.com
Gema Indonesia - Seorang saksi berusia 41 tahun yang merupakan korban selamat dari pembantaian militer myanmar tahun mengatakan kepada kelompok pemantau HAM bahwa dia menemukan saudaranya dan anggota keluarga lainnya di sebuah lapangan setelah serangan oleh pasukan keamanan Myanmar di desa Chut Pyin, kota Ratheduang di negara bagian Rakhine.

"Mereka memiliki bekas luka di tubuh mereka yang berasal dari peluru dan beberapa lainnya merupakan luka bekas benda tajam, "kata korban selamat tersebut, seperti dilansir dari republika.co.id (2/9/17).

"Dua keponakan saya, kepala mereka terpotong, yang satu berusia enam tahun dan yang lainnya berusia sembilan tahun. Kakak iparku juga ditembak dengan pistol," katanya menambahkan.

Share:

September 1, 2017

Tentara Myanmar Gunakan Granat Berpeluncur Roket Terhadap Warga Sipil Rohingya

tentata myanmar (sumber foto: bbc.com)
Gema Indonesia - Kekerasan di Rakhine, Myanmar, meletus pada 25 Agustus ketika pasukan Myanmar melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim Rohingya. Aksi ini memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya untuk para pengungsi.

Ada beberapa laporan yang dapat dipercaya bahwa tentara di Myanmar menggunakan granat berpeluncur roket terhadap warga sipil yang bergerak menuju Bangladesh.

"Siklus kekerasan yang memburuk sangat memprihatinkan dan harus segera dirusak," ucap Lee, Pelapor khusus PBB seperti dilansir dari sindonews.com (2/7/17).

Laporan media mengatakan pasukan keamanan Myanmar menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, menggusur ribuan warga desa Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.
Daerah ini telah mengalami ketegangan antara populasi Budha dan Muslim sejak kekerasan komunal terjadi pada tahun 2012.

Sebuah tindakan kekerasan yang dilakukan pada bulan Oktober yang lalu di Maungdaw, di mana Rohingya menjadi mayoritas, menyebabkan sebuah laporan PBB mengenai pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan yang mengindikasikan kejahatan terhadap kemanusiaan.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan - termasuk bayi dan anak kecil - pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan sekitar 400 orang telah terbunuh dalam tindakan keras tersebut.

Sumber: sindonews.com

Share:

Stop!!! Ini Mitos Daging Kambing Yang Tak Perlu Anda Percayai

sumber foto: resepcaramemasak.info
Gema Indonesia - Banyak mitos yang beredar seputar daging kambing yang umumnya menyatakan daging kambing tidak baik untuk kesehatan, terutama dapat memicu kolesterol.

Padahal daging yang merupakan salah satu makan favorit Nabi Muhammad SAW ini merupakan makanan yang sangat baik untuk kesehatan. Disebutkan para ahli, nutrisi daging kambing dianggap lebih baik dan sehat daripada daging merah. Daging yang biasa dibagi pada saat Idul Adha ini mengandung tinggi zat besi, terutama untuk mencegah anemia pada kaum perempuan.

Berikut beberapa mitos seputar daging kambing yang tidak perlu anda percayai, seperti dilansir dari okezone.com (1/9/2017).

Pasien kanker tidak boleh makan daging kambing
Siapa bilang pasien kanker tidak boleh makan daging kambing karena dipercaya dapat memperburuk kondisi kesehatannya. Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof Dr dr Aru Wicaksono Sudoyo SpPD-KHOM mengatakan, pasien kanker tidak dilarang untuk makan daging kambing walau sedikit. Karena pada dasarnya nafsu makan mereka menurun, sehingga untuk memilih makanan ini saja tidak mungkin banyak.
"Saya tidak melarang pasien kanker untuk makan daging kambing. Porsi harus pas, jangan berlebihan," kata Prof Aru.

Pasien jantung tidak boleh makan daging kambing
Pasien jantung juga percaya kalau dirinya tak boleh makan daging kambing karena bisa meninggikan tekanan darah dan kolesterol. Padahal sah saja jika mereka makan daging kambing. Tetapi cara mengolahnya harus Anda perhatikan supaya tidak membahayakan diri.

Calon ibu hamil harus hindari daging kambing
Bagi wanita yang sedang menjalani program kehamilan dianjurkan until tidak makan daging kambing. Itu cuma mitos ya Ladies! Tahukah Anda, kandungan zat besi dari daging kambing sangat melimpah. Anda wajib mengonsumsinya supaya terhindar dari risiko anemia.

Daging kambing picu lonjakan kolesterol
Catat ya! Daging kambing bukan golongan daging merah dengan jumlah kolesterol tinggi. Daging kambing khasiatnya lebih banyak dan jika dikonsumsi oleh orang normal, Anda tidak bakal mengalami lonjakan kolesterol. Namun, berbeda halnya dengan orang beriwayat kolesterol. Anda harus menghindarinya, supaya tak memicu gangguan pembuluh darah lebih lanjut.

"Orang kalau kolesterolnya normal, makan daging sebanyak apapun tidak membuat angkanya naik. Kecuali kalau orang yang sudah kena kolesterol, makan daging kambing sedikit rentan bagi dirinya," ujar Spesialis Bedah Jantung dr Royman CP Simanjutak SpBTKV dari Siloam Hospital Kebon Jeruk.

Sumber: okezone.com

Share:

August 31, 2017

Kapal Terbalik, 20 Wanita dan Anak2 Rohingya Ditemukan Tewas di Perbatasan Bangladesh

sumber foto: merdeka.com
Gema Indonesia - Penjaga perbatasan Bangladesh pada Kamis menemukan 20 mayat perempuan dan anak-anak dari kapal yang terbalik saat mereka berupaya menyelamatkan diri dari kekerasan di myanmar, menurut seorang pejabat setempat. 

Dilansir dari antaranews.com (31/8/17), sekitar 18.500 warga muslim Rohingya, dimana banyak dari mereka sakit dan terluka akibat peluru, berhasil menyelinap ke Bangladesh sejak Jumat ketika terjadi tindakan keras militer secara besar-besaran.

Myanmar telah mengevakuasi ribuan umat buddha Rakhine dari daerah tersebut. Bentrokan yang terjadi di wilayah itu sejauh ini telah menewaskan setidaknya 117 orang, kebanyakan dari mereka adalah gerilyawan Rohingya dan juga petugas keamanan.

Pada Kamis, sebelas mayat anak-anak dan sembilan mayat perempuan terdampar di sisi sungai Naf, di pinggiran Bangladesh yang memisahkan kedua negara, setelah kapal mereka terbalik, menurut Ariful Islam, komandan penjaga perbatasan Bangladesh.

Mayat dua wanita Rohingya dan dua anak ditemukan pada Rabu setelah kapal mereka ditembak oleh polisi perbatasan Myanmar, menurut Islam.

Bangladesh pada Rabu mengusir total 366 warga Rohingya yang mencoba memasuki negara tersebut, terutama yang datang dengan perahu kayu kecil, meski ribuan lainnya telah mendirikan kamp sementara di sepanjang perbatasan antarnegara yang mudah ditembus.

Share:

August 30, 2017

Kasihan, Pengungsi Rohingya Ditolak Bangladesh, Terserang Penyakit

sumber foto: sinarharapan.co
Gema Indonesia - Pemerintah Bangladesh tak mau menerima tambahan pengungsi Rohingya dari Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Sejak Senin, ada 550 orang etnis Rohingya yang dikembalikan ke Myanmar atau diusir sebelum mereka mendarat di Bangladesh.

Dilansir dari jpnn.com (30/8/17), Bangladesh selama ini selalu menjadi tujuan pertama etnis Rohingya ketika terjadi konflik di Rakhine. Namun, pemerintah setempat juga terkesan setengah hati membantu.

Mereka beralasan kewalahan menampung para pengungsi itu. Sejak konflik di Rakhine terjadi pada awal 1990-an, Bangladesh menerima 400 ribu pengungsi Rohingya.

Meski Bangladesh ogah menerima, diperkirakan sekitar 5 ribu orang pengungsi berhasil masuk ke negara yang berbatasan langsung dengan Myanmar itu sejak situasi di Rakhine kembali memanas akhir pekan lalu.

Namun, kondisi mereka saat ini tak lebih baik dari di rumah. Karena tidak diterima di kamp-kamp pengungsian, sebagian besar pengungsi Rohingya mendirikan tenda seadanya di area yang belum pernah dihuni sebelumnya.

Alih-alih mati tertembus peluru Myanmar, mereka kini satu per satu tewas karena sakit. Setidaknya, ada enam orang yang dikonfirmasi sakit hingga berujung kehilangan nyawa setelah sampai di Bangladesh.

”Ini disebabkan karena mereka terkatung-katung di perbatasan sebelum bisa masuk Bangladesh. Mayoritas perempuan dan anak-anak,” ungkap salah seorang relawan.

Sumber: jpnn.com

Share:

Hargai Orang Yang BerQurban, Pemerintah Kota Padang Tambah Libur Sekolah

sumber foto: nu.or.id
Gema Indonesia - Berhubung libur hari raya Idul Adha yang jatuh pada hari jumat, Pemerintah kota Padang akan menambah libur sekolah guna menghormati orang yang berkurban.

"Biasanya untuk menghormati Jumat banyak warga yang menyembelih hewan kurban keesokan harinya, ini perlu dihargai," kata Wali Kota Padang Mahyeldi, seperti dilansir dari republika.co.id (30/8/17).

Dia mengatakan pada pengalaman sebelumnya warga yang juga guru di sekolah tidak dapat berpartisipasi dalam kurban karena harus ke sekolah untuk mengajar. Hal itu terjadi karena kemungkinan besar Shalat Idul Adha dilaksanakan pada Jumat dan kurban dilaksanakan sehari setelahnya, saat jadwal masuk sekolah. "Di samping itu dengan diliburkannya sekolah, siswa bisa ikut melihat penyembelihan hewan sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter," ujar dia.

Alasan lain, dia mengatakan, Sabtu mendatang diliburkan juga guna memberikan kesempatan masyarakat menikmati libur Idul Adha, seperti pulang kampung. "Kami berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kurban dan menyalurkannya pada yang membutuhkan," kata dia.

Salah satu guru SD di Padang, Haryani (31), mengatakan kebijakan pemerintah terkait dengan sekolah bisa terus menguntungkan, khususnya dalam penciptaan sumber daya manusia yang berkompetensi. Artinya, katanya, kebijakan tersebut tidak dipengaruhi oleh unsur politik dan kepentingan lainnya. Ia mengatakan pendidikan merupakan dasar masyarakat dalam memperkuat karakternya.

Sumber: republika.co.id
Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support