January 17, 2018

Pria Kaya Ini Akan Melunasi Hutang Negara Nigeria Sebesar USD 76 Juta

foto: businessdayonline.com
Gema Indonesia - Dr. Bill William Gates (Bill Gates) merupakan sosok yang sangat terkenal seantreo dunia sebagai orang terkaya di dunia. Tidak hanya kaya, Bill Gates juga terkenal sangat dermawan. Melalui yayasan yang didirikannya bersama sang istri "Bill and Melinda Gates Foundation", mereka telah banyak memberikan bantuan donasi. Salah satunya adalah bantuannya kepada negara Nigeria. 

Untuk pemberantasan polio di negara tersebut, Nigeria mengambil hutang sebesar USD 76 juta atau setara Rp 950 miliar ke Jepang melalui program Overseas Development Assistance (ODA) yang diselenggarakan pemerintah Jepang pada 2014 lalu khusus untuk menaggulangi wabah polio di seluruh dunia.

Hasilnya Nigeria dinyatakan bebas dari polio pada 2017 lalu. Namun timbul masalah lain dimana utang ke Jepang sulit ditebus mengingat Nigeria masuk jajaran negara miskin dengan penduduk miskin terbanyak di dunia.


Hal ini membuat Pendiri Microsoft tersebut tergerak. Kecintaannya terhadap sedekah dan kepeduliannya terhadap isu kesehatan membuatnya memutuskan untuk melunasi utang negara Nigeria tersebut terhadap Jepang.

Beberapa saat lalu ”Bill and Melinda Gates Foundation” membuat pengumuman dimana mereka akan menambah bantuan sebesar 50 juta dollar AS (Rp 625 miliar) selama tiga tahun berturut-turut untuk pemberantasan polio. Artinya, tiap tahun yayasan tersebut memberikan 450 juta dollar AS (Rp 5,6 triliun) untuk melawan penyakit mematikan.

Sudah sekitar tujuh tahun “Bill and Melinda Gates Foundation” memerangi polio di seluruh dunia. Hasilnya, India yang tadinya  merupakan negara dengan wabah polio terbesar telah bersih dari penyakit tersebut.

Kini setelah Nigeria bebas polio, terdapat dua negara lainnya yang masih dijuluki sebagai “sarang polio” yakni Pakistan dan Afganistan. Peningkatan bantuan dari "Bill and Melinda Gates Foundation" pun difokuskan ke sana.

“Beberapa orang, terutama belakangan ini, berpikir bahwa dunia semakin buruk. Progress pada polio menjadi pengingat bahwa sesama manusia bisa mencapai sesuatu ketika bahu-membahu,” ujar Bill Gates.

“Membantu negara-negara lain melawan kemiskinan dan penyakit membuat dunia lebih stabil dan orang-orang Amerika lebih aman di manapun,” iambuhnya.

Sumber: tribunnews.com
Share:

January 15, 2018

Waspada, Uang Hinga Ijazah Raib, 9 Koper Terbongkar Dibobol 'Tikus Bandara'

foto: batamnews.com
Gema Indonesia - Sejumlah penumpang pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 305 rute Kualanamu-Soekarno Hatta harus mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Setelah turun dari pesawat dan menunggu di tempat pengambilan bagasi, mereka mendapati koper mereka telah diberantakan dibobol "tikus" bandara pada Sabtu (13/01/18).

Salah satu penumpang yang kopernya ikut dibobol yaitu Rossa Simangunsong. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Jakarta Timur ini menangis tersedu mengetahui kopernya telah berantakan dibobol orang dan uang tunai senilai Rp 1 juta raib.

Rossa pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta. Kasubag Humas Polresta Bandara Soetta Ipda Prayogo mengatakan akan mengusut kasus tersebut.


"Uang korban hilang di dalam koper. Kerugiannya senilai Rp 1 juta," ujar Prayogo di Mapolresta Bandara Soetta, Minggu (14/1/18).


Rossa mengaku kaget ketika mengambil kopernya ternyata sudah dalam keadaan berantakan.


"Saya nunggu bagasi sekitar 44 menit, kaget lihat koper sudah berantakan," 


"Uang itu untuk biaya kuliah," ucapnya sedih.



Ternyata Rossa tidak sendiri, setidaknya ada 9 koper yang juga ikut dibobol oleh 'tikus-tikus bandara.'


"Ada sekitar 9 koper milik penumpang yang didodos," ujar Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko.


Menurut Rama, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut. Mereka juga sudah melakukan pendataan terhadap koper-koper yang rusak.


"Kalau untuk kerugian uang hilang, menurut peraturan undang-undang memang tidak harus kami ganti. Karena memang tidak ada barang bukti. Sedangkan untuk koper yang rusak, bisa kami ganti," ujarnya.


Ia berjanji akan turut serta menyelidiki kasus ini. Sejumlah CCTV dan para saksi baik itu di Bandara Kualanamu maupun Bandara Soetta juga dimintai keterangan.

"Kami juga mengimbau kepada para penumpang untuk tidak menaruh barang berharga di dalam bagasi. Karena memang kasus ini sudah sering terjadi," ungkap Rama.

Selain itu penumpang pesawat lainnya, Pendi merasa emosi mengetahui kopernya sudah rusak dibobol, apalagi terdapat dokumen penting yang hilang.

"Saya sampai di Bandara Soetta lihat koper sudah basah dan rusak. Padahal tidak hujan," ujar Pendi dengan nada tinggi. "Ijazah punya istri saya hilang," ujarnya.

Sumber: tribunnews.com
Share:

Jaga Netralitas, TNI AD Bentuk Tim Pengawal Netralitas TNI

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono (foto:infonawacita.com)
Gema Indonesia - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono menginstruksikan para Pangdam untuk membentuk Tim Pengawal Netralitas TNI yang bertugas mengawasi dan menerima laporan pengaduan masyarakat mengenai netralitas anggota Angkatan Darat selama pemilihan umum.


"TNI AD harus tegas berada di tengah-tengah kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Loyalitas TNI AD harus tegak lurus ke atas secara hierarkis sesuai amanat konstitusi," ujar KSAD saat memimpin Sertijab sembilan Pati TNI Angkatan Darat (AD) dan satu Pamen TNI AD di Markas Besar Angkatan Darat di Jakarta Pusat.

"Ini juga sebagai jaminan kepada masyarakat bahwa TNI AD serius mengawal proses demokrasi di Indonesia," tambahnya.

KASAD juga mengerahkan intelijennya untuk mengawal pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah 2018. 

"Tim ini bergerak sendiri tanpa melibatkan pengawas pemilu atau Bawaslu. Ini hanya untuk internal TNI AD," ujar KASAD.

Sumber: antaranews.com
Share:

January 14, 2018

Jatuh Dikejar Korbannya, Penjambret Jadi Bulan-Bulanan Massa

Penjambretan ilustrasi (foto: medansatu.com)
Gema Indonesia - Dua orang penjambret harus babak belur diamuk massa setelah jatuh dari motor akibat dikejar oleh korbannya sendiri. Adalah Rusdiana (20) sang korban yang nekat mengejar pelaku jambret berjumlah dua orang pada Sabtu (13/01/18) malam ketika sedang melintasi jalan Affandi, Sleman.

Kapolsek Bulaksumur, Kompol Suhardi menyampaikan korban saat kejadian tengah dalam perjalanan pulang ke kosnya. Berikut kronologi kejadian yang dituturkan oleh Kompol Suhardi.


"Dua pelaku yang berboncengan memepet motor korban. Kemudian tas milik korban diambil paksa. Korban sempat terjatuh dan teriak minta tolong,"

Sebab tidak ada yang merespons teriakan minta tolongnya, korban pun lantas bangkit dan mengejar pelaku.

"Panik dikejar korbannya sambil berteriak minta tolong, motor yang dikendarai pelaku oleng. Motor pelaku kemudian menabrak mobil saat melarikan diri,"

Menurut Suhardi pelaku terjatuh usai menabrak mobil tersebut. Warga pun menangkap pelaku dan dengan segera pelaku menjadi bulan-bulanan massa.

"Pelaku pun kemudian kita amankan dan bawa ke Mapolsek Bulaksumur. Dari hasil pemeriksaan, kami menyita barang bukti berupa 1 golok milik pelaku. Selain itu ada juga dompet dan handphone milik korban yang ada di dalam tas yang dijambret," ujar Suhardi. 

Sumber: merdeka.com
Share:

January 13, 2018

Pagi Mengemis, Malam Pakai Jas Dan Dasi Pimpin Rapat. Pria Ini Menjalani Dua Kehidupan Berbeda

foto: tribunnews.com
Gema Indonesia - Kehidupan kadang di atas kadang di bawah, begitu pula sebaliknya. Kalimat tersebut sangat cocok menggambarkan sosok pria bernama Chhotu Baraik (40 tahun). Pria yang memiliki cacay di kedua kakinya ini seorang pengemis yang berhasil bangkit menjadi pengusaha yang sukses.

Bersama tiga orang istrinya, pria yang dulu miskin kini hidup bahagia.

"Awalnya, saya berusaha keras untuk memenuhi tujuan hidup saya, namun kemiskinan terus menghantui saya seperti bayangan. Saya kemudian memilih untuk mengemis dan mendapatkan banyak uang. kemudian saya menginvestasikannya ke berbagai bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang bagus," ujarnya.

Penghasilannya dari mengemis mencapai Rs 30.000 atau setara 6,3 juta. Uang tersebut kemudia ia investasikan dan kini pria tersebut memiliki penghasilan total Rs 1 juta sebulan atau setara Rp 200 juta.



Adapun sumber penghasilannya berasal dari usaha toko perabotan yang dijalankan salah satu istrinya.


Selain itu, ia juga memiliki perusahaan distributor untuk Vestige, perusahaan terkemuka yang bergerak dalam bidang kesehatan dan produk perawatan pribadi.


Chhotu yang dulu mengemis kini telah memiliki 20 karyawan. Meski telah menjadi pengusaha, uniknya ia mengaku tidak akan berhenti mengemis.


Jadilah dia seorang pria yang memiliki dua kehidupan yang bertolak belakang. Pagi hari ia tetap mengemis, namun pada malam hari ia memakai jas dan dasi memimpin rapat.


Chhotu merasa bahagia dengan kehidupannya, ditambah tidak ada perselisihan di antara ketiga istrinya itu.


"Istri pertamaku menjalankan toko perabotan. Penghasilan dari mengemis dan bisnis pemasaran didistribusikan sama di antara dua istri saya yang lain. Jadi tidak ada perselisihan di antara mereka," ucapnya.


Sumber: wow.tribunnews.com

Share:

January 12, 2018

Lima Tahun Berjuang Tak Juga Mendapat Keadilan Di Negeri Sendiri. Rajiman Dan Keluarga Berniat Lepas Kewarganegaraan

Anak Rajiman, korban penganiayaan (foto: halloriau.com)
Gema Indonesia - Sudah lima tahun keluarga Rajiman warga Kabupaten Rohil, Riau berjuang untuk mendapatkan keadilan di negerinya sendiri. Namun hingga saat ini masih belum memperoleh kepastian hukum yang berkeadilan. Rajiman dan anaknya Arazakhul (11) menjadi korban penganiayaan di sekitar kebun sawit miliknya di Desa Pasir Limau Kapas Panipahan, Rokan Hilir pada 2013.  Pelaku penganiayaan berjumlah tiga orang yang diduga merupakan orang suruhan oknum anggota DPRD di Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara.

Kuasa hukum Rajiman, Suroto menyebutkan kasus ini telah melibatkan banyak pihak hingga ke presiden Jokowi. 


"Sudah 5 tahun kasus ini belum ada respon positif dari pihak penegak hukum yang ada di Indonesia. Bahkan Jokowi pun sulit ditemui, meski telah ada upaya," ucap Suruto.



Sejak awal penganiayaan yang diduga dilakukan orang pekerja oknum anggota dewan ini dengan melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan satu keluarga menderita luka. Bahkan Arazakhul (11) mengalami gangguan tenggorokan permanen. 


"Kasus sudah dilaporkan sejak kejadian berlangsung ke pihak kepolisian setempat (Polsek) bahkan sampai ke Polres Rohil nya pun. Tetap nihil, upaya pencarian pun tidak ada," ucap Suroto.


Upaya menemui presiden Jokowi pun tidak memperoleh hasil yang memuaskan.


"Upaya ingin menjempai presiden masih menemukan jalan buntu. Satu-satunya jalan ya ke Jokowi, selama 14 hari di Jakarta tidak ada hasil memuaskan," ujar Suroto. 


Suroto juga mendatangi Kapolda Riau yang baru berharap kasus ini bisa segera dituntaskan tapi kenyataannya hanya bawahannya yang dijumpai. 


"Bukan Kapolda yang kita temui pada Senin (08/01/18) siang, tapi bawahannya. Hasilnya tidak memuaskan malainkan akan mempelajari kembali dari penyelidikan Polsek Penimpahan yang katanya sudah ditetapkan tersangkanya," ujar Suroto didampingi Maryatun istri korban. 


Suroto mengatakan, korban kini pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dikhawatirkan akan ada tindakan yang anarkis dibuat pihak korban untuk para pelakunya. 


"Mungkin akan ada tindak main hakim sendiri yang terjadi dikemudian nanti. Lantaran proses hukumnya tidak digubris polisi," ucap Suroto. 




Perasaan kecewa yang mendalam akan sulitnya mendapatkan keadilan di negerinya sendiri membuat Rajiman berniat untuk melepaskan kewarganegaraannya.

"Rajiman beserta keluarganya akan menyerahkan identitasnya kepada negara. Dengan kata lain akan keluar dari warga kenegaraan Republik Indonesia di depan pengadilan. Ini ancaman serius, bentuk ketidakpedulian proses hukum dan keadilan," ujar Suroto. 

Maryatun menambahkan, dirinya telah melimpahkan surat tembusan mencari keadilan ke beberapa lembaga tinggai di Indonesia seperti, KPAI, HAM Perempuan, LPSK, Mentri HAM, Sekretaris Negara dan lainnya, untuk keadilan yang sah. 

"Tujuannya tak lain untuk meminta keadilan, jangan mentang-mentang saya orang kecil, keadilan itu tidak saya dapatkan," ucap Maryatun. 

Sumber: halloriau.com

Share:

January 10, 2018

Inspiratif, Banyak Ilmuwan Menyerah, Pria Ini Justru Berhasil 'Hentikan Gurun' Dengan Teknik Tradisional

foto: trivia.id
Gema Indonesia - Yocouba, lelaki kelahiran Burkina Faso 58 tahun yang lalu berhasil membuat perubahan besar yang mengejutkan banyak orang dengan 'menghentikan gurun'. Lahan di desanya yang selama bertahun-tahun mengalami kekeringan dan kerusakan yang luar biasa kini telah menjadi hutan lebat dengan berbagai macam species tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya. Ya, dengan tangannya sendiri ia telah berhasil menghijaukan 20 hektar lahan yang banyak ilmuwan justru menyerah akan masalah kekeringan yang terjadi di lahan tersebut.


Dilansir dari trivia.id (07/01/18), berikut 5 fakta kehidupan inspiratif dari sosok Yacouba.

1. Tidak memiliki pendidikan tinggi

Berasal dari wilayah pedalaman dengan akses yang terbatas ke dunia luar, Yacouba kecil tentunya tidak bisa mengenyam pendidikan yang layak. Ia bersekolah di sebuah sekolah agama yang memprihatinkan—di mana terkadang anak-anak tidak bisa mendapatkan makanan yang cukup. Yacouba adalah yang paling muda dan berbadan paling kecil, sehingga ia kadang tidak kebagian makanan sama sekali.

2. Menghijaukan lahan dengan metode tradisional




Banyak ilmuwan yang menyerah akan masalah kekeringan di lahan utara Burkina Faso ini. Namun, Yacouba yang hanyalah petani biasa mencoba membalikan keadaan dengan mempraktikkan metode pertanian tradisional Afrika yang disebut “Zai”. Metode ini sebenarnya sangat mudah dan tidak memerlukan peralatan yang mahal. Namun, memang agak ‘membingungkan’ karena dengan metode ini, lahan diklaim akan tumbuh kembali justru di musim kemarau.


3. Berupaya hanya dengan satu tema

foto: trivia.id
Metode “Zai” yang nampak aneh ini memang jadi tantangan tersendiri bagi Yacouba. Awalnya, Yacouba ditertawakan dan diejek oleh sesama petani maupun petinggi-petinggi pertanian yang ada di sana. Di tahun 1980-an. dengan hanya berteman Mathieu Ouedraogo, sesama petani lokal, Yacouba mencoba untuk bereksperimen dengan berbagai teknik rehabilitasi lahan hingga akhirnya menggunakan teknik “Zai” ini. Tak disangka, dalam 20 tahun, wilayah seluas 15 hektar yang semula kering bertransformasi menjadi hutan hijau yang menjadi rumah bagi setidaknya 60 spesies pohon.


4. Diliput dalam film dokumenter: The Man Who Stopped the Desert


Film dokumenter produksi tahun 2012 ini digagas oleh Mark Dodd. Publikasi besar-besaran lewat film dokumenter ini memang membuka mata banyak pihak, khususnya petani dari berbagai wilayah, tentang bagaimana cara menangani krisis. Donasi pun banyak mengalir untuk keberlangsungan usaha Yacouba. Namun, hal ini bukan akhir dari tantangan untuk Yacouba. Sebuah proyek perluasan wilayah mulai mengancam tanah yang ia tanami. Bahkan, sejumlah rumah sudah berdiri di lahan perjuangannya itu. Kini Yacouba tengah berjuang untuk mengumpulkan donasi demi membeli lahan ‘miliknya’ tersebut.


5. Melatih banyak petani baru


Sebuah tempat pelatihan dan workshop dibangun Yacouba di lahanya. Ia mengajar para pengunjung dari berbagai latar belakang yang berbeda. Ia mengharapkan tempat pelatihannya ini bisa menjadi titik awal penghijauan di berbagai wilayah. Hal ini tentunya tidak mudah. Namun, Yacouba meyakini bahwa jika seseorang bertahan di zona nyaman, ilmu milik orang tersebut tidak akan berguna bagi kemanusiaan.


Sumber: trivia.id


Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support