January 13, 2018

Pagi Mengemis, Malam Pakai Jas Dan Dasi Pimpin Rapat. Pria Ini Menjalani Dua Kehidupan Berbeda

foto: tribunnews.com
Gema Indonesia - Kehidupan kadang di atas kadang di bawah, begitu pula sebaliknya. Kalimat tersebut sangat cocok menggambarkan sosok pria bernama Chhotu Baraik (40 tahun). Pria yang memiliki cacay di kedua kakinya ini seorang pengemis yang berhasil bangkit menjadi pengusaha yang sukses.

Bersama tiga orang istrinya, pria yang dulu miskin kini hidup bahagia.

"Awalnya, saya berusaha keras untuk memenuhi tujuan hidup saya, namun kemiskinan terus menghantui saya seperti bayangan. Saya kemudian memilih untuk mengemis dan mendapatkan banyak uang. kemudian saya menginvestasikannya ke berbagai bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang bagus," ujarnya.

Penghasilannya dari mengemis mencapai Rs 30.000 atau setara 6,3 juta. Uang tersebut kemudia ia investasikan dan kini pria tersebut memiliki penghasilan total Rs 1 juta sebulan atau setara Rp 200 juta.



Adapun sumber penghasilannya berasal dari usaha toko perabotan yang dijalankan salah satu istrinya.


Selain itu, ia juga memiliki perusahaan distributor untuk Vestige, perusahaan terkemuka yang bergerak dalam bidang kesehatan dan produk perawatan pribadi.


Chhotu yang dulu mengemis kini telah memiliki 20 karyawan. Meski telah menjadi pengusaha, uniknya ia mengaku tidak akan berhenti mengemis.


Jadilah dia seorang pria yang memiliki dua kehidupan yang bertolak belakang. Pagi hari ia tetap mengemis, namun pada malam hari ia memakai jas dan dasi memimpin rapat.


Chhotu merasa bahagia dengan kehidupannya, ditambah tidak ada perselisihan di antara ketiga istrinya itu.


"Istri pertamaku menjalankan toko perabotan. Penghasilan dari mengemis dan bisnis pemasaran didistribusikan sama di antara dua istri saya yang lain. Jadi tidak ada perselisihan di antara mereka," ucapnya.


Sumber: wow.tribunnews.com

Share:

January 12, 2018

Lima Tahun Berjuang Tak Juga Mendapat Keadilan Di Negeri Sendiri. Rajiman Dan Keluarga Berniat Lepas Kewarganegaraan

Anak Rajiman, korban penganiayaan (foto: halloriau.com)
Gema Indonesia - Sudah lima tahun keluarga Rajiman warga Kabupaten Rohil, Riau berjuang untuk mendapatkan keadilan di negerinya sendiri. Namun hingga saat ini masih belum memperoleh kepastian hukum yang berkeadilan. Rajiman dan anaknya Arazakhul (11) menjadi korban penganiayaan di sekitar kebun sawit miliknya di Desa Pasir Limau Kapas Panipahan, Rokan Hilir pada 2013.  Pelaku penganiayaan berjumlah tiga orang yang diduga merupakan orang suruhan oknum anggota DPRD di Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara.

Kuasa hukum Rajiman, Suroto menyebutkan kasus ini telah melibatkan banyak pihak hingga ke presiden Jokowi. 


"Sudah 5 tahun kasus ini belum ada respon positif dari pihak penegak hukum yang ada di Indonesia. Bahkan Jokowi pun sulit ditemui, meski telah ada upaya," ucap Suruto.



Sejak awal penganiayaan yang diduga dilakukan orang pekerja oknum anggota dewan ini dengan melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan satu keluarga menderita luka. Bahkan Arazakhul (11) mengalami gangguan tenggorokan permanen. 


"Kasus sudah dilaporkan sejak kejadian berlangsung ke pihak kepolisian setempat (Polsek) bahkan sampai ke Polres Rohil nya pun. Tetap nihil, upaya pencarian pun tidak ada," ucap Suroto.


Upaya menemui presiden Jokowi pun tidak memperoleh hasil yang memuaskan.


"Upaya ingin menjempai presiden masih menemukan jalan buntu. Satu-satunya jalan ya ke Jokowi, selama 14 hari di Jakarta tidak ada hasil memuaskan," ujar Suroto. 


Suroto juga mendatangi Kapolda Riau yang baru berharap kasus ini bisa segera dituntaskan tapi kenyataannya hanya bawahannya yang dijumpai. 


"Bukan Kapolda yang kita temui pada Senin (08/01/18) siang, tapi bawahannya. Hasilnya tidak memuaskan malainkan akan mempelajari kembali dari penyelidikan Polsek Penimpahan yang katanya sudah ditetapkan tersangkanya," ujar Suroto didampingi Maryatun istri korban. 


Suroto mengatakan, korban kini pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dikhawatirkan akan ada tindakan yang anarkis dibuat pihak korban untuk para pelakunya. 


"Mungkin akan ada tindak main hakim sendiri yang terjadi dikemudian nanti. Lantaran proses hukumnya tidak digubris polisi," ucap Suroto. 




Perasaan kecewa yang mendalam akan sulitnya mendapatkan keadilan di negerinya sendiri membuat Rajiman berniat untuk melepaskan kewarganegaraannya.

"Rajiman beserta keluarganya akan menyerahkan identitasnya kepada negara. Dengan kata lain akan keluar dari warga kenegaraan Republik Indonesia di depan pengadilan. Ini ancaman serius, bentuk ketidakpedulian proses hukum dan keadilan," ujar Suroto. 

Maryatun menambahkan, dirinya telah melimpahkan surat tembusan mencari keadilan ke beberapa lembaga tinggai di Indonesia seperti, KPAI, HAM Perempuan, LPSK, Mentri HAM, Sekretaris Negara dan lainnya, untuk keadilan yang sah. 

"Tujuannya tak lain untuk meminta keadilan, jangan mentang-mentang saya orang kecil, keadilan itu tidak saya dapatkan," ucap Maryatun. 

Sumber: halloriau.com

Share:

January 10, 2018

Inspiratif, Banyak Ilmuwan Menyerah, Pria Ini Justru Berhasil 'Hentikan Gurun' Dengan Teknik Tradisional

foto: trivia.id
Gema Indonesia - Yocouba, lelaki kelahiran Burkina Faso 58 tahun yang lalu berhasil membuat perubahan besar yang mengejutkan banyak orang dengan 'menghentikan gurun'. Lahan di desanya yang selama bertahun-tahun mengalami kekeringan dan kerusakan yang luar biasa kini telah menjadi hutan lebat dengan berbagai macam species tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya. Ya, dengan tangannya sendiri ia telah berhasil menghijaukan 20 hektar lahan yang banyak ilmuwan justru menyerah akan masalah kekeringan yang terjadi di lahan tersebut.


Dilansir dari trivia.id (07/01/18), berikut 5 fakta kehidupan inspiratif dari sosok Yacouba.

1. Tidak memiliki pendidikan tinggi

Berasal dari wilayah pedalaman dengan akses yang terbatas ke dunia luar, Yacouba kecil tentunya tidak bisa mengenyam pendidikan yang layak. Ia bersekolah di sebuah sekolah agama yang memprihatinkan—di mana terkadang anak-anak tidak bisa mendapatkan makanan yang cukup. Yacouba adalah yang paling muda dan berbadan paling kecil, sehingga ia kadang tidak kebagian makanan sama sekali.

2. Menghijaukan lahan dengan metode tradisional




Banyak ilmuwan yang menyerah akan masalah kekeringan di lahan utara Burkina Faso ini. Namun, Yacouba yang hanyalah petani biasa mencoba membalikan keadaan dengan mempraktikkan metode pertanian tradisional Afrika yang disebut “Zai”. Metode ini sebenarnya sangat mudah dan tidak memerlukan peralatan yang mahal. Namun, memang agak ‘membingungkan’ karena dengan metode ini, lahan diklaim akan tumbuh kembali justru di musim kemarau.


3. Berupaya hanya dengan satu tema

foto: trivia.id
Metode “Zai” yang nampak aneh ini memang jadi tantangan tersendiri bagi Yacouba. Awalnya, Yacouba ditertawakan dan diejek oleh sesama petani maupun petinggi-petinggi pertanian yang ada di sana. Di tahun 1980-an. dengan hanya berteman Mathieu Ouedraogo, sesama petani lokal, Yacouba mencoba untuk bereksperimen dengan berbagai teknik rehabilitasi lahan hingga akhirnya menggunakan teknik “Zai” ini. Tak disangka, dalam 20 tahun, wilayah seluas 15 hektar yang semula kering bertransformasi menjadi hutan hijau yang menjadi rumah bagi setidaknya 60 spesies pohon.


4. Diliput dalam film dokumenter: The Man Who Stopped the Desert


Film dokumenter produksi tahun 2012 ini digagas oleh Mark Dodd. Publikasi besar-besaran lewat film dokumenter ini memang membuka mata banyak pihak, khususnya petani dari berbagai wilayah, tentang bagaimana cara menangani krisis. Donasi pun banyak mengalir untuk keberlangsungan usaha Yacouba. Namun, hal ini bukan akhir dari tantangan untuk Yacouba. Sebuah proyek perluasan wilayah mulai mengancam tanah yang ia tanami. Bahkan, sejumlah rumah sudah berdiri di lahan perjuangannya itu. Kini Yacouba tengah berjuang untuk mengumpulkan donasi demi membeli lahan ‘miliknya’ tersebut.


5. Melatih banyak petani baru


Sebuah tempat pelatihan dan workshop dibangun Yacouba di lahanya. Ia mengajar para pengunjung dari berbagai latar belakang yang berbeda. Ia mengharapkan tempat pelatihannya ini bisa menjadi titik awal penghijauan di berbagai wilayah. Hal ini tentunya tidak mudah. Namun, Yacouba meyakini bahwa jika seseorang bertahan di zona nyaman, ilmu milik orang tersebut tidak akan berguna bagi kemanusiaan.


Sumber: trivia.id


Share:

Dituduh Menghina Nabi. Ustadz Somad : Tolong, Belilah Paket 4GB

Ustadz Abdul Somad (foto: politiktoday.com)
Gema Indonesia - Aneh-aneh saja memang ulang warganet zaman now. Di era informasi digital sekarang setiap orang seperti bebas membuat persepsinya masing-masing. Tidak peduli apakah persepsinya itu masuk akal atau tidak.

Yang cukup ramai menjadi perbincangan di internet belakangan ini yaitu soal ceramah Ustadz Abdul Somad yang dituding oleh salah seorang warganet menghina Nabi Muhammad SAW. Tudingan ini tentu saja menjadi sangat lucu dimana latar belakang Ustadz yang sangat cinta NKRI ini merupakan seorang alumni Darul Hadits dan bahkan saat ini Ustadz Abdul Somad merupakan dosen yang mengajar mata kuliah Hadits.


Berikut klarifikasi lengkap Ustadz Abdul Somad yang ditulis di akun facebook miliknya

Klarifikasi UAS Terkait Video:

1. Mohon maaf jika klarifikasi ini terlambat. Karena selama umroh saya tidak beli nomer baru Saudi Arabia dan tidak isi pulsa. Khawatir tergoda internet. Hanya pakai wifi hotel saja.

2. Video pertama di depan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau. Dihadiri banyak tokoh lintas ormas. Semua memberikan orasi 5-10 menit. Saya diundang sebagai dai dari luar HTI. Orasi saya seputar urgensi politik Islam.

3. Video kedua di Hotel Pangeran Pekanbaru. Dihadiri tokoh lintas ormas. Saya sebagai dai luar HTI.

4. Isi tausiyah video 8 menit itu tentang politik Islam. Usia Nabi dibagi tiga:
- 40 tahun sebagai seorang dalam persiapan kenabian. Belum memegang kekuasaan.
- 13 tahun di Makkah fase kenabian, tapi lemah, tertindas. Bilal disiksa, Sumayyah wafat sebagai syahid, Shuhaib terusir, dan lain-lain. 
- 10 tahun di Madinah setelah memiliki kekuasaan. Barulah terwujud pemerataan keadilan dengan bahasa Al-Qur'an: Rahmatan Lil-'Alamin.

5. Fiqh Islam itu banyak aspek:
- Ada fiqh ibadah: shalat, zakat, puasa, haji, dan lain-lain.
- Aspek mu'amalah: jual beli, gadai, hutang piutang, dan lain-lain. 
- Aspek munakahat: nikah, cerai, zhihar, li'an, dan lain-lain.
- Aspek politik: syarat pemimpin, dan lain-lain. 

Dalam membahas aspek politik Islam ini, Ulama menggunakan banyak istilah. Panjang lebar dibahas Imam al-Mawardi (wafat 450 H) dalam Al-Ahkam As-Sulthaniyyah, sampai Al-Qaradawi dalam Min Fiqh Ad-Daulah. Hingga Ustadz Sulaiman Rasjid dalam Fiqh Islam:

Macam-macam istilah digunakan:
- As-Siyasah As-Syar'iyyah
- Al-Imamah
- Al-Khilafah
- Ad-Daulah 
Yang dimaksud adalah, aspek politik dalam Islam. 

6. Yang selalu saya sampaikan adalah pendapat moderat Syaikh Al-Qaradawi dalam Min Fiqh Ad-Daulah. Bahwa ketika mencoblos, maka itu adalah persaksian di hadapan Allah SWT bahwa kita bersaksi memilih pemimpin dan wakil kita. Jangan lupa diantara dosa terbesar adalah kesaksian palsu.

7. Dalam ilmu hadits ada yang disebut dengan "al-Jam'u wa at-Taufiq" yaitu mengkombinasikan dan mengkompromikan beberapa hadits tentang suatu masalah.

Begitu juga hendaknya sikap kita menyikapi beberapa potongan video, tulisan, pernyataan dari seseorang agar dapat pemahaman yang utuh.

8. Ada pernyataan: "Abdul Somad menghina Nabi Muhammad SAW". Saya katakan: "Saya Alumni Darul Hadits yang belajar hadits-hadits Nabi. Dari tahun 2008 pulang ke Indonesia mengajar hadits. Di UIN mengampu mata kuliah hadits". Please deh!

9. Insya Allah saya dapat menjelaskan pada ikhwah sudaghe sedulur sederek sedoyo halak hita sasudena yang gagal faham. Tapi saya tidak akan pernah mampu memberikan penjelasan pada orang-orang yang memang mengambil kesempatan dengan gagal faham.

10. Biasanya efek fitnah-fitnah begini orang makin simpati, lovers dan followers makin bertambah. Saya sudah cukup ribet dengan popularitas ini. Ke mall saya terpaksa pakai topi pet. Itu pun ketahuan juga. Di airport saya sering hampir ketinggalan pesawat gara-gara lovers minta poto. Jadi tolong, belilah paket 4 GB. Tonton tuntas. Kalau nggak faham, nanya. Semoga Allah SWT selalu membimbing hati kita. Aamiin.


Sumber: detik.com
Share:

January 7, 2018

Teriakan Prabowo Presiden Menggema Di Sumatera Utara

foto: tribunnews.com
Gema Indonesia - Pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah (ERAMAS) periode 2017-2023 resmi dideklarasikan Ahad (07/01/17) di lapangan Merdeka Medan.

Hadir dalam deklarasi tersebut Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto. Teriakan yel-yel Prabowo presidenpun menggema seketika menyambut kehadiran mantan Pangkostrad tersebut.

Massa yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat menilai Prabowo merupakan sosok yang cocok untuk memimpin Indonesia. 


Beliau merupakan sosok yang tegas yang saat ini dibutuhkan oleh Negara Indonesia.

"Presiden masih lama, tahun depan," sahut Prabowo sambil mengajak massa fokus untuk memenangkan ERAMAS pada Pilgub Sumut 2018.

"Saya minta menangkan dulu ERAMAS. Nanti kita bicara presiden, gampang itu," lanjut Prabowo.

Di hadapan massa, Prabowo mengatakan keputusan Edy Rahmayadi pulang kampung membenahi Sumut merupakan suatu kehormatan.

"Beliau mau pulang kampung untuk membenahi Sumut merupakan kehormatan bagi kita. Harus kita dukung sampai manapun," tegas Prabowo.

Sumber: tribunnews.com
Share:

January 6, 2018

Nafas Terakhir Muhammad Iqbal, Bintang "Pesantren & Rock n Roll" Yang Hijrah Hakiki

foto: tribunnews.com
Gema Indonesia - Memasuki tahun 2018 ALLAH SWT telah memanggil beberapa hamba-Nya pulang. Selain Aisyah Bahar yang viral wafat dalam keadaan sedang Puasa Sunnat. Dikabarkan Muhammad Iqbal Azhari juga telah menghembuskan nafas terakhir.

Sosok Muhammad Iqbal tentunya sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat. Beliau pernah bermain dalam sinetron "Pesantren & Rock n Roll."

Saat ini Muhammad Iqbal dikenal sebagai Motivator Hijrah di kalangan anak-anak muda, terutama remaja Bandung.


Muhammad Iqbal Azhari wafat di penghujung tahun 2017, tepatnya tanggal 30 Desember 2017 kemarin. Beredarnya kabar wafatnya Muhammad Iqbal diperoleh dari postingan sahabat-sahabatnya di akin instagram mereka.

Beberapa diantaranya yaitu Ustadz Derry Sulaiman dan Ustadz Hanan Attaki.

"Selamat jalan kawan... Innalillahi wa inna ilaihi raji'un... Banyak kenangan yg ada di otak ku.... aku berduka.... @muhammad_iqbalazhari

Aku bersaksi...
Antum orang baik...
Orang sholeh...
Da'iNya Allah.... Smg Allah ampunkan semua khilaf & dosa & terima semua pengorbanan antum braderr... i love u... Allah loves u... InsyaAllah masuk surga... aamiiin... Sahabat ku semua... tolong kirimkan doa yg tulus utk iqbal yaaa... al fatihah... #dsas
#langkahdakwah
#inspirasitaubat
#ngopi
#benderakuning
#mobilderek
#pesantrenrockandroll." tulis ustaz Derry dalam caption fotonya.


foto: tribunnews.com

Muhammad Iqbal menghembuskan napas terakhirnya di RS Advent Bandung pukul 10.53 WIB. Iqbal didiagnosa wafat disebabkan menderita penyakit liver stadium akhir.

Pada akun instagramnya terdapat postingan sebuah foto dimana Iqbal sedang berdiri di atas batu. Postingan tersebut ternyata diunggah oleh pihak keluarga.

foto: tribunnews.com

Dalam caption foto tersebut, keluarga Iqbal mengucapkan terima kasih atas doa yang diberikan.

"Assalamualaikum
Kepada sahabat semua
Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih sebesar besarnya atas doa yang tulus dari sahabat semua
Almarhum Muhammad Iqbal Azchari .. suami .. ayah .. anak dan saudara kami tercinta telah berpulang ke Rahmatullah
Mohon dibukakan pintu maaf sebesar besarnya..apabila semasa hidup almarhum dengan sengaja atau tidak sengaja melakukan kesalahan kepada sahabat semua
Semoga segala amalan ibadah almarhum semasa hidupnya diterima oleh Allah SWT
Barakallahu
Barakallahu Syafakallahumma
Shahalakallahu Umurona
Barakatan fi Rizqy,"

Sumber: tribunnews.com
Share:

Berkunjung Ke Pasar, Anas Disambut Hangat. Pedagang: Saya Seneng Banget, Bapak Disini Aja Bareng Kami

foto: merdeka.com
Gema Indonesia - Hanya Beberapa jam setelah membuat surat pengembalian mandat sebagai calon Wakil Gubernur Jatim, Abdullah Azwar Anas  mengunjungi Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Sabtu (6/1/18).

Tidak sendirian, Bupati Banyuwangi tersebut didampingin oleh sang istri, Ipuk Fiestiandani dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Sambutan hangat diberikan oleh para pedagang kepada Anas.

"Pak, beli sapu saya, biar berkah semuanya. Pak bupati diberikan kesehatan, Banyuwangi berkah, semuanya lancar," ujar Ibu Juwari, seorang pedagang.


Anaspun membeli sapu lidi dari ibu Juwari.
Selang beberapa meter, Anas ditarik pedagang lain dan diberi jagung goreng.

"Buat Bapak sama Ibu ya untuk camilan," ucap pedagang tersebut.

Para pedagang dan pengunjung pasar kompak menyemangati Anas.

"Pak Anas, semoga sehat selalu, ayo tambah semangat biar Banyuwangi tambah bagus Pak," ucap Darmiyah, pengunjung pasar.

Disambut amin oleh para pedagang dan pengunjung lain.

Pedagang dan pengunjung pasar merasa senang atas keputusan Anas memilih mengabdi di Banyuwangi.

"Alhamdulillah Bapak kembali di Banyuwangi. Saya seneng banget, Bapak di sini saja, di Banyuwangi bareng kami ya Pak," ucap Harno, pemilik warung nasi.

"Terima kasih, bareng-bareng ya kita kembangkan Banyuwangi," kata Anas.

Sumber: tribunnews.com
Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support