![]() |
| sumber foto: antaranews.com |
-
Kesaksian Jamaah Masjid Al Noor Saat Terjadi Penembakan
Sejumlah jamaah masjid Al Noor di Kota Christchurch, Selandia Baru, menyatakan belum bisa mempercayai apa yang baru saja mereka alami.
-
Menelaah Pernyataan TGB, Benarkah Mendukung Jokowi? Jangan Salah Paham...
Panasnya konstelasi politik tahun 2019 nanti sudah sangat terasa bahkan pada saat ini. Hal ini terlihat dari masing2 calon pendukung capres yang memuji jagoannya dan tak jarang mengejek dan membully pendukung dari calon lawan, meskipun pendaftaran capres sendiri masih belum dibuka.
-
Koalisi Keumatan Usulan Habib Rizieq Dinilai Baik Untuk Kemaslahatan Bangsa
"Usulan Habib Rizieq itu memang bagus, supaya bangsa negara bisa utuh, bisa menegakkan NKRI, bangun ekonomi, demokrasi, budaya dan lainnya. Umat harus bersatu, dengan demikian negara akan solid dan maju. Umat bersatu, insya Allah bangsa maju,"
-
Pria Muslim Selamatkan Bocah 4 Tahun Dengan Aksi Heroiknya
Seorang Muslim dianggap sebagai pahlawan oleh publik Paris setelah aksinya menyelamatkan bocah yang nyaris terjatuh dari balkon lantai empat sebuah gedung viral di media sosial.
-
Menteri Ini Imbau Muslim Cuti Selama Ramadhan Agar Tak Membahayakan Masyarakat, Alasannya Aneh Sekali
Menteri Integrasi Denmark Inger Stoejberg mengimbau Muslim untuk mengambil cuti selama Ramadhan agar tidak terjadi hal yang dapat membahayakan masyarakat.
August 9, 2017
Taksi Terbang Pertama Akan Diujicoba di Dubai
August 8, 2017
BWI Terbitkan Buku Pedoman Akuntansi Wakaf
![]() |
| sumber foto nusantaranews.co |
Gema Indonesia - Badan Wakaf Indonesia (BWI) meluncurkan Buku Pedoman Akuntansi Wakaf. Buku setebal 120 halaman dibuatnya sebagai pedoman penyelenggaraan akuntansi wakaf.
Pakar Kristolog: viktor laiskodat Anti Pancasila
![]() |
| sumber foto: panjimas.com |
Gema Indonesia - Pakar Kristolog, Abu Deedat Shihabudin mengatakan bahwa pidato Viktor Laiskodat, Ketua Fraksi NasDem DPR saat di Nusa Tenggara Timur sebuah pernyataan seorang provokator.
Unjuk Rasa, Petani Hamburkan Gula Pasir di Depan Kantor Dinas Perdagangan
![]() |
| sumber foto: republika.co.id |
Gema Indonesia - Ratusan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar menggelaraksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Cirebon, Selasa (8/8/17). Mereka menuntut pengawasan terhadap peredaran gula rafinasi.
Dalam aksinya, mereka menghambur-hamburkan gula pasir sebanyak dua karung, yang masing-masing karung berisi 50 kg gula pasir. Hal tersebut sebagai bentuk kekecewaan mereka akibat maraknya peredaran gula rafinasi. Padahal saat ini, ribuan ton gula pasir milik petani tebu justru tak laku terjual.
"Saat ini petani tebu betul-betul dalam kondisi sekarat," kata Ketua DPD APTRI Jabar, Dudi Bahrudin.
Dudi menyatakan, gula milik petani tak laku terjual sejak tiga bulan terakhir. Akibatnya, para petani tebu harus menjual harta benda untuk membiayai hidup keluarga masing-masing.
Sejumlah aturan sudah jelas melarang produsen gula rafinasi menjual gula rafinasi ke pasar. Di antaranya Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 527/MPP/Kep/9/2004 tentang Ketentuan Impor Gula dalampasal 2 butir (4) yang menyatakan bahwa gula kristal rafinasi sugar hasil industri yang berbahan baku impor gula mentah hanya dapat diperjualbelikan atau didistribusikan kepada industri dan dilarang diperdagangkan ke pasar di dalam negeri.
Sumber: republika.co.id
Kiswah Ka'bah Digulung ke Atas
![]() |
| sumber foto: republika.co.id |
Gema Indonesia - Kain kiswah Ka'bah selasa (8/7/17) kamarin digulung ke atas sepanjang 3 meter, sedangkan bagian bawah ditutupin dengan kain putih.
Sebagaimana dilansir dari republika.co.id (9/8/17) tindakan ini untuk memastikan bahwa kiswah Ka'bah terlindung dari kerusakan oleh orang-orang yang melakukan tawaf selama musim haji.
Direktur Jendral Komplek King AbdulAzis pengurusan Kiswah Ka'bah, Muhammad Bajouda menyatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari rencana layanan kepada para peziarah haji tahun ini.
"Langkah ini adalah tindakan pencegahan untuk mencegah penyalahgunaan. Ada sejumlah besar peziarah yang ingin menyentuh kiswah Ka'bah, yang memperlihatkan kerusakan pada beberapa bagian kiswah , "katanya.
Dia menambahkan bahwa beberapa peziarah memotong beberapa bagian kiswa untuk menggunakannya sebagai maskot hingga tujuan "takhayul murni." yang lain.
“Kain Kiswah akan kembali ke posisi normalnya begitu musim haji berakhir,’’ katanya.
Sumber: republika.co.id
June 14, 2017
Kakak Novel: Kalau Pelaku Jendral, Memang Polisi Berani?
![]() |
| Novel Baswedan - republika.co.id |
Seperti dilansir dari republika,co.id, Novel mengatakan, "Saya sebenarnya telah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian -- level tinggi dari jajaran kepolisian -- terlibat (dalam kasus penyiraman air keras). Awalya saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar."
Taufik Baswedan melanjutkan, biasanya dalam kasus pidana, jika polisi mendengar ada informasi mengenai dugaan pelaku, polisi bisa langsung bergerak.
"Tapi kalau yang bersangkutan (diduga pelaku) dengan jenderal memang berani? Saya sendiri menyadari juga ini memang akan susah karena polisi banyak sekali intervensinya," ujarnya.
Ketika ditanya sejauh mana Novel mengetahui jenderal yang dimaksud, Taufik mengaku tidak tahu. Taufik juga menambahkan Polisi seharusnya yang lebih bisa mencari temuan tersebut tanpa harus diberi tahu terlebih dulu.
"Ini kan sebenarnya bukan masalah yang susah karena ada alat-alat buktinya, standardnya untuk perkara seperti ini maksimal seminggu pelakunya ditangkap, kalau enggak ya ini memperburuk citra Polri sendiri seakan-akan enggak bisa kerja," katanya.
Sumber asli : republika.co.id
Novel Punya Informasi Ada Jendral Yang Terlibat
![]() |
| Novel Baswedan - republika.co.id |
"Saya sebenarnya telah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian—level tinggi dari jajaran kepolisian—terlibat (dalam kasus penyiraman air keras). Awalnya, saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar,” kata Novel Baswedan kepada majalah Time, dilansir dari Republika, Selasa (14/06/17).
Menanggapi publikasi itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan mengaku kaget. Ia mengaku belum membaca publikasi TIME itu. "Saya belum baca," ujar di di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/6).
Iriawan menyatakan, polisi melakukan penyelidikan kepada seluruh pihak terkait perkara Novel. Bahkan Iriawan meminta publik untuk memberikan informasi kepada kepolisian bila ada informasi terbaru tentang perkara Novel.
Iriawan juga menyatakan polisi telah menghambil keterangan dari Novel langsung. "Sudah diambil keterangan kok. Saya kan kesana. Saya dapat foto terakhir dari yang bersangkutan," kata Iriawan lagi.
Ia menegaskan, penyidik sudah memeriksa Novel terkait perkara penyiraman air keras. Bahkan Iriawan menyebut polisi juga memeriksa hubungan perkara yang ditangani Novel dengan pelaku penyerangan. "Pokoknya Semua yang beliau tangani kita analisa ada korelasi atau tidak. Makanya kemarin salah satunya kita juga periksa, kalau nggak salah pernah berstatement di media apakah itu ada kaitannya dengan kasus yang ditangani," kata dia menambahkan.
Saat ini jelasnya sudah lebih dari 20 orang saksi yang dimintai keterangan. Baik mereka yang berada di lokasi kejadian maupun mereka-mereka yang terekam dalam kamera pengintari (CCTV) dan sempat dicurigai. "Sudah 20 (saksi) lebih yang diperiksa," ujarnya.
Untuk diketahui sebelumnya polisi telah melakukan pemeriksaan kepada Hasan dan Mukhlis. Dua orang ini diduga berboncengan menggunakan sepeda motor dan terekam dalam kamera CCTV. Sayangnya dua orang tersebut ternyata memiliki alibi yang kuat saat diminta keterangan. Mereka saat peristiwa penyiraman terjadi tengah berada di Malang dan Bogor.
Selang beberapa pekan kemudian, polisi mendapatkan sebuah foto dengan pria berinisial AL. Foto tersebut didapatkan dari Novel sendiri saat penyidik berkunjung ke rumah sakit tempat Novel dirawat. Penyidik pun meminta keterangan AL. Sayangnya, AL pun ternyata memiliki alibi dan kembali penyidik harus membebaskan AL.
Belakangan muncul kembali sebuah nama yang diduga sebagai pemilik dari sepeda motor yang terekam dalam kamera CCTV yang beberapa hari sebelumnya melintas di rumah Novel. Sepeda motor tersebut dibenarkan oleh Polri bahwa pemiliknya adalah anggota Polda Metro Jaya atas nama Yusmin.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, lagi-lagi dugaan tersebut termentahkan dan ditegaskan Yusmin tidak terlibat. Terungkap dari sini, bahwa Hasan dan Mukhlis merupakan saudara Yusmin.
Kabagpenum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, menilai, jika Novel mengungkapkan kepada penyidik soal dugaan keterlibatan jenderal polisi, maka pernyataan tersebut dapat ditindaklanjuti. "Sebaiknya informasi-informasi yang dianggap penting oleh saudara Novel hendaknya disampaikan kepada penyidik, supaya tidak terjadi sebuah tendensi atau tudingan," ujar Martinus.
Martinus menjelaskan, informasi awal tersebut nantinya harus diuji terlebih dahulu. Bagaimana alurnya, fakta yang didapatkan seperti apa, yang intinya akan ditindak lanjuti oleh penyidik. "Jadi prinsipnya harus diserahkan ke polisi," ujar dia.
Sedangkan kalau informasi tersebut hanya dilemparkan kepada publik maka tidak bisa ditindak lanjuti. Karena itu, dia sarankan agar Novel dapat membrikan keterangan tersebut kepada penyidik. "Karena kalau menuding seseorang kan harus bisa dapat faktanya, waktunya kapan, pukul berapa, di mana, siapa perwiranya, itu kan harus jelas.
Sumber asli : republika.co.id












