August 9, 2017

Taksi Terbang Pertama Akan Diujicoba di Dubai

sumber foto: antaranews.com
Gema Indonesia - Taksi udara otomatis (automated aerial taxis/AAT) pertama di dunia akan diuji di Dubai pada akhir tahun ini.

Dikutip dari antaranews.com, dalam proyek itu otoritas Jalan dan Transportasi (RTA) Dubai bekerjasama dengan perusahaan Jerman Volocopter, yang merupakan spesialis pembuatan Kendaraan Bermotor Otonom (AAV).

Selama lima tahun ke depan, AAT dengan dua tempat duduk akan menjalani uji penerbangan dan pemeriksaan keamanan. Di saat bersamaan RTA dan Dubai Civil Aviation Authority (DCAA) menyiapkan regulasi untuk sistem transportasi baru tersebut.

AAT, yang mampu mencapai kecepatan udara maksimum 100 kilometer per jam, akan memiliki waktu penerbangan non-stop paling lama 30 menit.

Ditenagai listrik, AAT akan dilengkapi 18 baling-baling dan sembilan sistem baterai independen yang dapat diisi dalam waktu 40 menit.

Share:

August 8, 2017

BWI Terbitkan Buku Pedoman Akuntansi Wakaf

sumber foto nusantaranews.co

Gema Indonesia - Badan Wakaf Indonesia (BWI) meluncurkan Buku Pedoman Akuntansi Wakaf. Buku setebal 120 halaman dibuatnya sebagai pedoman penyelenggaraan akuntansi wakaf.

“Buku ini diterbitkan sebagai pedoman untuk terselenggaranya pelaporan keuangan yang seragam di antara para pengelola harta benda wakaf,” kata tim penulis saat acara peluncuran buku Pedoman Akuntansi Wakaf di The Sultan Hotel seperti dilansir dari panjimas.com (9/8/17).
Menurutnya pelaporan keuangan merupakan syarat mutlak dalam menyelenggarakan pengelolaan harta benda wakaf secara akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana BWI, Slamet Riyanto menegaskan bahwa para nadzir (pengelola) harus mempunyai pedoman tentang akuntansi wakaf tersebut.
Dalam mencatat harta benda wakaf baik penerimaan, pengelolaan atau pemanfaatan maupun penyaluran hasilnya.
sumber: panjimas.com
Share:

Pakar Kristolog: viktor laiskodat Anti Pancasila

sumber foto: panjimas.com

Gema Indonesia - Pakar Kristolog, Abu Deedat Shihabudin mengatakan bahwa pidato Viktor Laiskodat, Ketua Fraksi NasDem DPR saat di Nusa Tenggara Timur sebuah pernyataan seorang provokator.
“Dia memang provokator, kalau bicara intoleran sesungguhnya dia yang kelompok intoleran, yang bertentangan dengan gembar-gembor Kebhinekaan, dan Pancasila. Dia sesungguhnya yang anti terhadap itu sendiri,” kata Abu Deedat dilansir dari panjimas.com, Selasa (9/8/2017).
Abu Deedat menilai Viktor serampangan menjelaskan khilafah. Bahwa jika tegak khilafah orang kristen juga harus Sholat, kata dia sebagai orang yang tidak tahu tetapi sok tahu.
“Jelas pernyataan sebagai anggota dewan itu sangat tidak layak. Malah seorang preman menurut saya. Apalagi memprovokasi orang, memfitnah bahkan melecehkan Islam,” ungkapnya.
Sebagai pakar kristologi, Abu Deedat mengingatkan bahwa Allah dalam Al Quran sudah memfirmankan kebencian orang kafir melalui mulut mereka, sedang hatinya jauh lebih besar.
“Viktor itu menunjukkan seseorang yang benci terhadap Islam. Pernyataannya lebih dikaitkan kepada Islam, sebab yang dikaitkan partai khilafah, dia anggap khilafah itu kelompok ekstrimis, intoleran, anti kebhinekaany, anti Pancasila. Sebenarnya dialah yang anti Pancasila,” sebutnya.
sumber: panjimas.com

Share:

Unjuk Rasa, Petani Hamburkan Gula Pasir di Depan Kantor Dinas Perdagangan

sumber foto: republika.co.id

Gema Indonesia - Ratusan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar menggelaraksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Cirebon, Selasa (8/8/17). Mereka menuntut pengawasan terhadap peredaran gula rafinasi.

Dalam aksinya, mereka menghambur-hamburkan gula pasir sebanyak dua karung, yang masing-masing karung berisi 50 kg gula pasir. Hal tersebut sebagai bentuk kekecewaan mereka akibat maraknya peredaran gula rafinasi. Padahal saat ini, ribuan ton gula pasir milik petani tebu justru tak laku terjual.

"Saat ini petani tebu betul-betul dalam kondisi sekarat," kata Ketua DPD APTRI Jabar, Dudi Bahrudin.
 
Dudi menyatakan, gula milik petani tak laku terjual sejak tiga bulan terakhir. Akibatnya, para petani tebu harus menjual harta benda untuk membiayai hidup keluarga masing-masing.


Sejumlah aturan sudah jelas melarang produsen gula rafinasi menjual gula rafinasi ke pasar. Di antaranya Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 527/MPP/Kep/9/2004 tentang Ketentuan Impor Gula dalampasal 2 butir (4) yang menyatakan bahwa gula kristal rafinasi sugar hasil industri yang berbahan baku impor gula mentah hanya dapat diperjualbelikan atau didistribusikan kepada industri dan dilarang diperdagangkan ke pasar di dalam negeri.

Sumber: republika.co.id

Share:

Kiswah Ka'bah Digulung ke Atas

sumber foto: republika.co.id

Gema Indonesia - Kain kiswah Ka'bah selasa (8/7/17) kamarin digulung ke atas sepanjang 3 meter, sedangkan bagian bawah ditutupin dengan kain putih.

 Sebagaimana dilansir dari republika.co.id (9/8/17) tindakan ini untuk memastikan bahwa kiswah Ka'bah terlindung dari kerusakan oleh orang-orang yang melakukan tawaf selama musim haji.

Direktur Jendral Komplek King AbdulAzis pengurusan Kiswah Ka'bah, Muhammad Bajouda menyatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari rencana layanan kepada para peziarah haji tahun ini.

"Langkah ini adalah tindakan pencegahan untuk mencegah penyalahgunaan. Ada sejumlah besar peziarah yang ingin menyentuh kiswah Ka'bah, yang memperlihatkan kerusakan pada beberapa bagian kiswah , "katanya.

Dia menambahkan bahwa beberapa peziarah memotong beberapa bagian kiswa untuk menggunakannya sebagai maskot hingga tujuan "takhayul murni." yang lain. 

“Kain Kiswah akan kembali ke posisi normalnya begitu musim haji berakhir,’’ katanya.



Sumber: republika.co.id

Share:

June 14, 2017

Kakak Novel: Kalau Pelaku Jendral, Memang Polisi Berani?

Novel Baswedan - republika.co.id
Gema Indonesia - Dalam majalah Time yang terbit pada Selasa (13/6) lalu, Novel Baswedan blak-blakan tentang informasi keterlibatan seorang jendral atas kasus yang menimpanya.

Seperti dilansir dari republika,co.id, Novel mengatakan, "Saya sebenarnya telah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian -- level tinggi dari jajaran kepolisian -- terlibat (dalam kasus penyiraman air keras). Awalya saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar."

Taufik Baswedan melanjutkan, biasanya dalam kasus pidana, jika polisi mendengar ada informasi mengenai dugaan pelaku, polisi bisa langsung bergerak.

"Tapi kalau yang bersangkutan (diduga pelaku) dengan jenderal memang berani? Saya sendiri menyadari juga ini memang akan susah karena polisi banyak sekali intervensinya," ujarnya.

Ketika ditanya sejauh mana Novel mengetahui jenderal yang dimaksud, Taufik mengaku tidak tahu. Taufik juga menambahkan Polisi seharusnya yang lebih bisa mencari temuan tersebut tanpa harus diberi tahu terlebih dulu.

"Ini kan sebenarnya bukan masalah yang susah karena ada alat-alat buktinya, standardnya untuk perkara seperti ini maksimal seminggu pelakunya ditangkap, kalau enggak ya ini memperburuk citra Polri sendiri seakan-akan enggak bisa kerja," katanya.

Sumber asli : republika.co.id

Share:

Novel Punya Informasi Ada Jendral Yang Terlibat

Novel Baswedan - republika.co.id
Gema Indonesia - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan blak-blakan dengan menyebut dirinya mendapatkan informasi adanya pejabat kepolisian yang terlibat dalam kasusnya. Saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura, Novel mengaku heran dengan gelapnya perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

"Saya sebenarnya telah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian—level tinggi dari jajaran kepolisian—terlibat (dalam kasus penyiraman air keras). Awalnya, saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar,” kata Novel Baswedan kepada majalah Time, dilansir dari Republika, Selasa (14/06/17).

Menanggapi publikasi itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan mengaku kaget. Ia mengaku belum membaca publikasi TIME itu. "Saya belum baca," ujar di di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/6).

Iriawan menyatakan, polisi melakukan penyelidikan kepada seluruh pihak terkait perkara Novel. Bahkan Iriawan meminta publik untuk memberikan informasi kepada kepolisian bila ada informasi terbaru tentang perkara Novel.

Iriawan juga menyatakan polisi telah menghambil keterangan dari Novel langsung. "Sudah diambil keterangan kok. Saya kan kesana. Saya dapat foto terakhir dari yang bersangkutan," kata Iriawan lagi. 

Ia menegaskan, penyidik sudah memeriksa Novel terkait perkara penyiraman air keras. Bahkan Iriawan menyebut polisi juga memeriksa hubungan perkara yang ditangani Novel dengan pelaku penyerangan. "Pokoknya Semua yang beliau tangani kita analisa ada korelasi atau tidak. Makanya kemarin salah satunya kita juga periksa, kalau nggak salah pernah berstatement di media apakah itu ada kaitannya dengan kasus yang ditangani," kata dia menambahkan.

Saat ini jelasnya sudah lebih dari 20 orang saksi yang dimintai keterangan. Baik mereka yang berada di lokasi kejadian maupun mereka-mereka yang terekam dalam kamera pengintari (CCTV) dan sempat dicurigai. "Sudah 20 (saksi) lebih yang diperiksa," ujarnya.

Untuk diketahui sebelumnya polisi telah melakukan pemeriksaan kepada Hasan dan Mukhlis. Dua orang ini diduga berboncengan menggunakan sepeda motor dan terekam dalam kamera CCTV. Sayangnya dua orang tersebut ternyata memiliki alibi yang kuat saat diminta keterangan. Mereka saat peristiwa penyiraman terjadi tengah berada di Malang dan Bogor.

Selang beberapa pekan kemudian, polisi mendapatkan sebuah foto dengan pria berinisial AL. Foto tersebut didapatkan dari Novel sendiri saat penyidik berkunjung ke rumah sakit tempat Novel dirawat. Penyidik pun meminta keterangan AL. Sayangnya, AL pun ternyata memiliki alibi dan kembali penyidik harus membebaskan AL.

Belakangan muncul kembali sebuah nama yang diduga sebagai pemilik dari sepeda motor yang terekam dalam kamera CCTV yang beberapa hari sebelumnya melintas di rumah Novel. Sepeda motor tersebut dibenarkan oleh Polri bahwa pemiliknya adalah anggota Polda Metro Jaya atas nama Yusmin.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, lagi-lagi dugaan tersebut termentahkan dan ditegaskan Yusmin tidak terlibat. Terungkap dari sini, bahwa Hasan dan Mukhlis merupakan saudara Yusmin.

Kabagpenum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, menilai, jika Novel mengungkapkan kepada penyidik soal dugaan keterlibatan jenderal polisi, maka pernyataan tersebut dapat ditindaklanjuti. "Sebaiknya informasi-informasi yang dianggap penting oleh saudara Novel hendaknya disampaikan kepada penyidik, supaya tidak terjadi sebuah tendensi atau tudingan," ujar Martinus.

Martinus menjelaskan, informasi awal tersebut nantinya harus diuji terlebih dahulu. Bagaimana alurnya, fakta yang didapatkan seperti apa, yang intinya akan ditindak lanjuti oleh penyidik. "Jadi prinsipnya harus diserahkan ke polisi," ujar dia.

Sedangkan kalau informasi tersebut hanya dilemparkan kepada publik maka tidak bisa ditindak lanjuti. Karena itu, dia sarankan agar Novel dapat membrikan keterangan tersebut kepada penyidik. "Karena kalau menuding seseorang kan harus bisa dapat faktanya, waktunya kapan, pukul berapa, di mana, siapa perwiranya, itu kan harus jelas.

Sumber asli : republika.co.id
Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support