![]() |
| sumber foto: kompas.com |
-
Kesaksian Jamaah Masjid Al Noor Saat Terjadi Penembakan
Sejumlah jamaah masjid Al Noor di Kota Christchurch, Selandia Baru, menyatakan belum bisa mempercayai apa yang baru saja mereka alami.
-
Menelaah Pernyataan TGB, Benarkah Mendukung Jokowi? Jangan Salah Paham...
Panasnya konstelasi politik tahun 2019 nanti sudah sangat terasa bahkan pada saat ini. Hal ini terlihat dari masing2 calon pendukung capres yang memuji jagoannya dan tak jarang mengejek dan membully pendukung dari calon lawan, meskipun pendaftaran capres sendiri masih belum dibuka.
-
Koalisi Keumatan Usulan Habib Rizieq Dinilai Baik Untuk Kemaslahatan Bangsa
"Usulan Habib Rizieq itu memang bagus, supaya bangsa negara bisa utuh, bisa menegakkan NKRI, bangun ekonomi, demokrasi, budaya dan lainnya. Umat harus bersatu, dengan demikian negara akan solid dan maju. Umat bersatu, insya Allah bangsa maju,"
-
Pria Muslim Selamatkan Bocah 4 Tahun Dengan Aksi Heroiknya
Seorang Muslim dianggap sebagai pahlawan oleh publik Paris setelah aksinya menyelamatkan bocah yang nyaris terjatuh dari balkon lantai empat sebuah gedung viral di media sosial.
-
Menteri Ini Imbau Muslim Cuti Selama Ramadhan Agar Tak Membahayakan Masyarakat, Alasannya Aneh Sekali
Menteri Integrasi Denmark Inger Stoejberg mengimbau Muslim untuk mengambil cuti selama Ramadhan agar tidak terjadi hal yang dapat membahayakan masyarakat.
September 11, 2017
Bus Terjun ke Jurang Sedalam 5 Meter, Berkat Takbir Seluruh Penumpang Selamat
September 10, 2017
Pekerja Asing Asal China Diduga Lempar Bendera Merah Putih, Massa Sweeping Mess Pekerja
![]() |
| sumber foto: tribunnews.com |
Massa yang merupakan gabungan berbagai organisasi masyarakat pun memaksa para pekerja yang terdiri dari para pekerja asing berkewarganegaraan China, untuk keluar kamar. Para pekerja disuruh berbaris di lapangan di tengah mess untuk memastikan tidak ada yang menyembunyikan pelaku pembuangan bendera merah putih ke tanah.
"Keluar! Keluar! Bawa passport dan dokumen!" Teriak massa sembari memaksa para pekerja asing tersebut keluar. Satu di antara mereka bahkan tak dapat menahan emosi dan berteriak-teriak menggunakan kata-kata kasar dan rasis.
Sebelumnya, pihak kepolisian bersama tentara telah lebih dulu melakukan pemeriksaan ke tiap kamar di mess tersebut untuk mencari keberadaan pelaku.
Pengusaha Ponsel Ini Sumbang 100% Profit Untuk Rohingya
![]() |
| sumber foto: salam-online.com |
Pengusaha ponsel tersebut menempelkan selembar kertas di depan pintu tokonya bertuliskan, "Keuntungan usaha hari ini 100 persen untuk Rohingya,".
"Ia, keuntungan dari hasil penjualan hari ini, 100 persen akan saya salurkan untuk Muslim Rohingya dan nantinya dana tersebut ditransfer via Rekening Aksi Cepat Tanggal (ACT)," kata Muhajir seperti dilansir dari antaranews.com (10/9/17).
"Sebagai anak bangsa saya mengutuk pembantaian yang terstruktur dan masif terhadap muslim Rohingnya di Rakhie, Myanmar dan mari kita saling mendoakan untuk saudara kita semoga pertolongan Allah SWT segera datang," ajak alumni Fakultas Syariah UIN Yogyakarta.
Sosok Jendral Dibalik Pembantaian Etnis Rohingya
![]() |
| min aung hlaing (sumber foto: sycbyouth.org) |
Dia adalah panglima angkatan bersenjata myanmar, jendral senior min aung hlaing.
Dia diyakini menjadi orang yang sangat bertanggungjawab atas gelombang kekerasan yang terjadi di Rakhine.
Lahir pada 1956 dan dibesarkan di Dawei, sang jendral sempat mengenyam pendidikan hukum di Yangon sebelum mengabdi pada militer.
Dilansir dari liputan6.com (10/9/17), kiprahnya di angkatan bersenjata melejit pada 2009, setelah berhasil menumpas gerakan pemberontak Myanmar Nationalities Democratic Alliance Army di Kokang.
Peristiwa itu mengakibatkan eksodus 37.000 warga sipil ke China serta mengawali kecurigaan PBB bahwa sang jenderal melakukan kejahatan perang dan kemanusiaan pada operasi tersebut.
Dan dua tahun berikutnya, tepatnya pada 30 Maret 2011, ia diangkat menjadi Commander in Chief (Panglima) Angkatan Bersenjata Myanmar, menggantikan Jenderal Than Shwe.
Than Shwe merupakan kepala negara terakhir era junta Myanmar, sebelum dilengserkan lewat reformasi 30 Maret 2011, hari yang sama ketika Aung Hlaing menjabat sebagai Panglima.
Akan tetapi, meski Myamnar telah melakukan reformasi dari sistem junta, Jenderal Aung Hlaing menekankan, militer akan tetap melakukan campur tangan besar dalam politik Myanmar.
"Tentara yang duduk sebagai legislator dapat bekerja untuk kepentingan terbaik negara dengan melakukan tugas politik nasional," jelas Aung Hlaing seperti dikutip dari Associated Press.
Militer memiliki 56 kursi dari total 224 di House of Nationalities (Senat) dan 110 kursi dari total 440 di Region Assembly (Kongres).
Kehadiran Jenderal Aung Hlaing yang dominan, jumlah kursi untuk militer yang cukup signifikan di parlemen, dan kuatnya hubungan tentara yang aktif di politik dengan petinggi eks-junta militer, diyakini membuat angkatan bersenjata Myanmar memiliki pengaruh yang sangat kuat di pemerintahan.
Menurut organisasi pegiat HAM, Burma Campaign, sang jenderal memiliki kuasa untuk menghentikan tindak kekerasan militer terhadap Rohingya.
"Hanya ada satu orang di Burma yang dapat memerintahkan tentara untuk menghentikan pembunuhan dan aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya, ia adalah Min Aung Hlaing," jelas Mark Farmaner, Direktur Burma Campaign, organisasi pegiat HAM yang berbasis di Inggris.
September 9, 2017
Merasa Prabowo Difitnah, Gerindra Polisikan Media Online Ini
![]() |
| sumber foto: smeaker.com |
Sekretaris Umum Tim Advokasi Partai Gerindra M Said Bakhrie mengatakan, laporan ini dibuat karena sebuah artikel berita bertajuk ‘Tidak Terima Dipecat Yansen Binti Ungkap Pembakaran Sekolah Perintah Prabowo’. Menurut dia, berita tersebut rekayasa dan bohong, seperti dilansir dari suratkabar.id (9/9/17).
September 8, 2017
Tak Hanya Menjual Senjata, Israel Juga Melatih Tentara Myanmar di Rakhine
Gema Indonesia - Investigasi aktivis HAM menemukan ternyata senjata militer myanmar merupakan senjata-senjata yang berasal dari Israel. Senjata itu dijual perusahaan israel secara resmi ke pemerintah myanmar, salah satu perusahaan penjual senjata itu yakni TAR Ideal Concepts.
Hasil investigasi aktivias HAM itu menyebutkan, lebih dari 100 unit tank, kapal dan senjata api yang telah dibeli pemerintah myanmar ke perusahaan senjata israel itu, seperti dilansir dari viva.co.id (8/9/17)
Tak hanya menjual senjata, perusahaan senjata israel juga melatih pasukan khusus militer myanmar di kawasan Rakhine Utara, wilayah yang diketahui sebagai lokasi utama pembunuhan etnis Rohingya.
Hal itu terungkap, dalam situs resmi perusahaan tersebut, pada situs itu ditampilkan bagaimana anggotanya mengajarkan taktik tempur dan operasi senjata ke militer Myanmar.
Sumber: viva.co.id
Foto: Ditinggalkan, Rumah2 Etnis Rohingya Hangus Dibakar
![]() |
| sumber foto: tempo.co |
![]() |
| Sebuah rumah hangus terbakar di desa Gawdu Zara, negara bagian Rakhine Utara, myanmar |
![]() |
| Terlihat api telah melahap seluruh bagian rumah |
![]() |
| Rumah yang telah rata dengan tanah, terlihat asap masih mengepul |
![]() |
| Tampak dari kejauhan api sedang melahap sebuah rumah |
![]() |
| Kepulan asap hitam membumbung tinggi, membawa kepedihan warga Rohingya |

















