May 21, 2018

Dokter Tegaskan Novel Belum Bisa Kembali Bekerja Hingga Juni 2018

Novel Baswedan - foto: indowarta.com
GIOnline - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga kini masih menjalani perawatan di Singapura. Dokter pun menyatakan Novel masih belum bisa kembali bekerja di lembaga antikorupsi tersebut setidaknya hingga juni 2018.

"Tadi ada surat keterangan dari dokter bahwa Novel tidak bisa bekerja di KPK sampai 28 Juni 2018. Dokter menyatakan di sana Novel masih tidak bisa bekerja karena dinyatakan unfit for duty," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (22/5/18).



Febri menjelaskan perkembangan mata kiri Novel Baswedan semakin membaik meski ada kendala seperti lebar mata yang sempit dan berbayang. Namun, penglihatan mata kiri Novel terus menunjukkan perkembangan positif.



Namun untuk mata kanan terjadi pertumbuhan pembuluh darah pada lensa mata akibat bertambahnya luka carutan pada lensa mata kanan. Dokter pun akan mempertimbangkan upaya lain jika kondisinya terus menurun.

"Akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dua dokter ahli terkait glukoma dan juga cek kondisi lensa mata," tutur Febri.

Sumber: liputan6.com

Share:

March 29, 2018

Ini Juru Parkir Jempolan Dengan Dedikasi Tinggi

foto: waspada.co.id
GIOnline - Kita mungkin pernah mengalami dimana ketika kita datang dia tidak terlihat, ketika kita akan pergi maka dia datang, bahkan terkadang sambil berlari dia menghampiri kita. Yaa..itulah fenomena juru parkir pinggir jalan. Banyak orang yang merasa terbantu dengan kehadiran mereka, namun tidak sedikit juga yang merasa sebal, apalagi jika barang yang kita beli lebih murah dari tarif parkir yang harus dibayar.


Nah juru parkir berikut ini, sepertinya pantas menerima penghargaan sebagai tukang parkir terbaik. Dilansir dari motorplus.gridoto.com (28/03/18), tukang parkir ini dengan penuh dedikasi rela hujan-hujanan untuk menutupi helm para pengendara agar tidak basah terkena hujan. Helm-helm tersebut ditutupinya menggunakan plastik yang memang telah disiapkan.


foto: motorplus.gridoto.com
Kejadian ini diduga terjadi di wilayah Gorontolo. Berikut foto juru parkir dengan helm-helm yang telah ditutupi plastik.



Share:

February 27, 2018

Seorang Muadzin Wafat Ketika Sedang Lantunkan Adzan

Haji Kaimin bin Bodong wafat saat sedang melantunkan Adzan (foto: suara.com)
GIOnline - Pada Ahad (25/02/18) seperti biasa lantunan Adzan Shubuh berkumandang di Mushola al-Muhajirin, Cakung, Jakarta Timur. Namun tak seperti hari-hari sebelumnya, lantunan Adzan Shubuh kali ini terhenti di lafaz "Assholatukhairumminannaum".

Warga yang mendengarnya merasa ada yang janggal. Apalagi warga Perumahan Aneka Elok Blok A, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur terbiasa terbangun ketika mendengar suara Adzan yang dikumandangkan oleh Haji Kaimin bin Bodong.


Rasa penasaran warga terjawab ketika mereka sampai Mushola untuk melaksanakan Sholat Shubuh berjamaah. Mereka melihat tubuh Haji Kaimin Sang Muadzin telah terbujur kaku.

Masya ALLAH, ternyata orang memanggil warga untuk sujud menyembah ALLAH pada Shubuh itu telah dipanggil Sang Ilahi bersamaan dengan lantunan Adzan yang dikumandangkannya. Semoga Khusnul Khatimah. Aamiin.

Sumber: suara.com
Share:

February 26, 2018

Tak Melanjutkan Sekolah Demi Cita-Cita, Pria Lulusan SD Ini Sukses Menjadi Seorang Miliarder

Saipol Azmir Zainuddin (foto: liputan6.com)
GIOnline - Seorang pria asal Malaysia Saipol Azmir Zainuddin sukses menjadi seorang miliarder meskipun hanya seorang tamatan SD. Hal ini berkat kesungguhannya dalam mencapai cita-cita sebagai seorang peternak sukses.

Saipol memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah selepas tamat SD. Ia sudah menentukan tujuannya ingin menjadi seorang peternak sukses.

"Meski saya tidak melanjutkan sekolah seperti halnya teman-teman saya, itu tidak mematahkan semangat saya. Saya selalu bermimpi bisa menjadi peternak sukses," ujar Saipol.


Setelah tak bersekolah, Saipol bekerja sebagai pekerja konstruksi. Dengan gaji 750 Ringgit (sekitar 2,7 juta Rupiah), ia terus menyisihkan gajinya setiap bulan untuk membeli sapi. Hal tersebut terus ia lakukan hingga usia 18 tahun.


"Saat usia saya menginjak 18 tahun, saya sudah memiliki 300 ekor sapi. Waktu itulah saya dan ayah saya mengembangbiakkan sapi-sapi tersebut dan menjualnya ke penduduk setempat. Keuntungan yang didapat selalu saya simpan karena saya ingin suatu hari nanti bisa memiliki peternakan sendiri," ucap Saipol.


Tak butuh waktu lama, hanya dalam beberapa tahun beternak, Saipol mampu membeli lahan seluas 0.8 hektare yang digunakan sebagai lahan peternakan.


Kini di usia yang menginjak 33 tahun, Saipol Azmir Zainuddin telah menjelma menjadi seorang peternak yang sukses sesuai cita-citanya. Ia memiliki 700 ekor sapi, 150 kambing, 30 kerbau dengan pendapatan sebesar 1 juta Ringgit (sekitar 3,6 milyar Rupiah).

Sumber: liputan6.com

Share:

February 22, 2018

Banyak Serangan Ke Ulama. Jend. Gatot: "Saya Menjadi Panglima TNI Karena Bimbingan Para Ulama"

Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Ulama (foto: rakyatjakarta.com)
GIOnline - Sejauh ini, sudah ada 21 kali aksi serangan terhadap para pemuka Agama. Setidaknya itu yang sudah dilaporkan dan diterima oleh Polisi. Dari 21 serangan, 15 diantaranya dilakukan oleh orang dengan dugaan gangguan jiwa.

Melihat fenomena ini, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak tinggal diam. Jenderal Gatot meminta agar umat Islam, TNI dan Polri untuk bersama-sama menjaga Ulama.

"Terkait dengan beberapa kejadian yang menimpa beberapa pemuka agama akhir-akhir ini, saya mengimbau agar umat Islam, TNI dan Polri bersama-sama menjaga para ulama dan ustadz," ujar Jenderal Gatot di Pondok Pesanteren Qomarul Huda Bagu, Lombok, Kamis (22/02/18).


Jenderal Gatot menjelaskan peranan para Ulama yang tidak bisa dibantahkan dalam perjuangan memerdekan Republik Indonesia. Seperti peran KH Hasyim Ashari dan Jenderal Sudirman yang juga merupakan seorang Ustadz.

Jenderal Gatot juga mengakui peran Ulama atas kesuksesan yang diraihnya.

"Saya menjadi panglima TNI karena bimbingan para ulama. Saya mengucapkan terima kasih atas nama seluruh prajurit TNI kepada para ulama yang telah menjaga keamanan dari zaman prakemerdekaan, serta membangun umat Islam yang 'rahmatan lil allamin' hingga kini," ungkapnya.

Sumber: okezone.com
Share:

February 21, 2018

Pria Misterius Secara Mengejutkan Berada Di Lantai 2 Rumah Ketua MUI, Banser Berhasil Amankan

foto: tribunnews.com
GIOnline - Seorang pria tak dikenal (diduga gila -red) masuk tanpa izin ke rumah Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo, Selasa (20/02/18) sekitar pukul 23.30 WIB. Pria tersebut berhasil diamankan oleh anggota Banser ketika turun dari lantai 2 rumah tersebut.


Berikut kronologi kejadiannya berdasarkan penuturan Ketua MUI, Sutoyo:

"Kebetulan tadi malam pulang dari dokter. Di jalan dr.Cipto depan toko-toko itu melihat ada kayak orang gila. Kok melihat saya terus," 

"Lalu saya pulang ke rumah, kemudian menelpon intel polres dan banser. Ada orang mencurigakan, jangan-jangan seperti di daerah lain," 

"Setelah itu saya tutup pintu. Intel datang, saya buka pintunya. Kemudian Banser datang," 

"Setelah jagongan satu jam lebih, intelnya pulang, Bansernya masih di sini," 

"Tidak lama kemudian orang gila itu turun dari lantai dua rumah saya. Kemudian ditangkap Banser. Mau dipukuli tetapi saya tidak bolehkan," ujarnya.

Sumber: tribunnews.com
Share:

Hari Ini ACT Berangkatkan 2.000 Ton Bantuan Beras Ke Palestina Via Tanjung Perak

foto: act.id
GIOnline - Hari ini Organinasi Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberangkatkan 2000 ton beras untuk Palestina via pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. 

"Ini adalah pengiriman bantuan kemanusiaan tahap pertama dari masyarakat Indonesia untuk Palestina," ujar Presiden ACT Ahyudin.


Adapun dari hasil survei lokasi yang dilakukan sebelumnya, diketahui bahwa Palestina setidaknya membutuhkan 10.000 ton beras.

"Hasil survei oleh relawan kami, masyarakat Palestina membutuhkan sedikitnya 10.000 ton beras," imbuhnya.

Untuk itu sejak awal Februari tim ACT sudah melakukan kampanye pengumpulan beras dari seluruh masyarakat Indonesia. Sedangkan pada pengiriman tahap awal ini, sebanyak 2.000 ton beras yang diberangkatkan adalah dari sejumlah warga di Kabupaten di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk Bojonegoro, Ponorogo, Ngawi, Sragen, Purwodadi, Rembang dan Blora.

"Pengumpulan beras kami lakukan sejak panen raya pada awal Februari lalu," ujar Ahyudin.

"Nanti, setelah ini, akan kami berangkatkan secara bertahap dari lima palabuhan, mulai dari Medan sampai kalimantan," imbuhnya.

Diperkirakan bantuan beras ini akan sampai ke Palestina selama 40 hari.

Sumber: antaranews.com
Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support