March 6, 2017

Hakim Tolak Kakak Angkat ahok Jadi Saksi


Gema Indonesia - Majelis Hakim persidangan kasus penistaan agama basuki tjahaja purnama atau ahok, menolak  Andi Analta Amir sebagai saksi yang dihadirkan oleh pengacara ahok. Andi Analta merupakan kakak angkat ahok. Analta ditolak karena pernah datang ke persidangan sebelumnya. 

"Saya datang ke persidangan karena mau melihat dan mendampingi Ahok. Bagaimana adik saya, memang saya ketahui kebiasaan dalam proses persidangan untuk saksi-saksi itu dipersilakan untuk keluar. Oleh karena itu saya melihat dan menunggu. Ternyata betul saya lalai tidak diingatkan karena tidak kenal, tetapi kenal tidak kenal kebiasaanya saksi dipersilakan untuk keluar," jelas Andi, Selasa (7/3).

Andi mengatakan dia tidak dikabulkanya sebagai saksi karena kebiasaan saja. Karena dalam Undang-undang KUHP saksi hanya dilarang bercakap-cakap dengan saksi lain, saksi pelapor misalnya. Ia menegaskan ia tidak pernah berbincang dengan saksi lainnya.

"Cuma kebijakan majelis hakim, bukan mengindahkan kebiasaan tapi ini hal yang dilihat dari kebaikan jalannya sidang. Ini juga kebijakan majelis hakim untuk memberi tahu pada pengacara bisa mengajukan sama persis isi dari BAP yang diberikan kepada saya," tambahnya.
Sebagai penggantinya, Andi mengatakan ia akan meminta orang yang akan bersaksi yakni Ardansyah. Ardansyah adalah kolega Ahok ketika bekerja di kantor Andi.

"Di Plaza waktu kami berkantor sama-samadi MT Haryono, yang akan disampaikan persis, karena dia lihat keseharian Ahok bersama orang-orang dan kepada saya. Saya lihat lebih kalau saya ngomong apriori, ya kalau orang lain melihat, memberikan keterangan bagaimana hubungan saya dengan Ahok," tambahnya.

Sumber: Republika

Share:

Penculikan Siswi SD Terjadi di Batam

penculikan anak - merdeka.com
Gema Indonesia - Senin (6/3) seorang siswi SDIT Al Muhajirin di kawasan Mediterania, Batam, TH, diculik dua pria tak dikenal menggunakan mobil Toyota Avanza warna putih.

“Mulutnya dibekap pakai tangan oleh om-om, kemudian ditarik masuk mobil. Lalu mobilnya pergi,” terang RF, rekan TH.
RF menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat semua siswa sedang istirahat. Ketika itu, TH baru saja membeli jajan di kantin sekolah dan berniat kembali ke kelas.
Namun sebelum masuk ke halaman sekolah, tiba-tiba ada seorang pria keluar dari mobil Avanza putih dan langsung menghampiri bocah perempuan berusia 10 tahun itu. Menurut RF, pelaku penculikan tersebut dua orang. Satu di antaranya menunggu di dalam mobil.
“Waktu itu TH baru beli jajan mie,” kata RF.
RF mengaku melihat kejadian itu dengan beberapa temannya. Mereka langsung melaporkan kejadian itu kepada para guru. Namun sayang, pelaku sudah kabur membawa TH.
Saksi mata lainnya juga mengaku melihat ada mobol Avanza putih terparkir di depan halaman SDIT Al Muhajirin. Di dalamnya ada dua pria. Namun ia tak menyangka jika kedua pria di dalam mobil tersebut berniat menculik siswi di sekolah itu.
“Saya pikir tamu yang mau salat Dhuha. Jadi tak ada curiga sedikitpun. Tahu-tahu, dapat info ada murid yang diculik,” kata warga yang enggan dikorankan namannya itu.
Kabar penculikan TH ini cepat menyebar melalui media sosial dan pesan berantai di Whatsapp. Sejumlah orang tua siswa SDIT Al Muhajirin langsung mendatangi sekolah untuk menjemput anak masing-masing meski belum jam pulang sekolah.
“Saya langsung lari ke sini setelah dapat kabar. Sekalian mau jemput anak,” kata orang tua murid yang enggan disebut namanya di SDIT Al Muhajirin, kemarin.
Wanita itu menyebutkan, kabar yang beredar di Whatsapp cukup mengerikan. Disebutkan, TH diikat dan kemudian disiksa oelh pelaku. Bahkan siswi kelas III-B itu dikabarkan mengalami luka-luka akibat senjata tajam.
“Sampai sekarang saya gemetaran, lupa pakai sandal karena takutnya. Soalnya trauma dengan berita-berita penculikan,” jelas dia.
Hal senada juga dikatakan orang tua murid lainnya. Mereka sengaja menjemput anaknya lebih awal karena informasi tersebut.
“Takut saja, makanya datang ke sini,” kata orang tua lainnya.
Kepala SDIT Al Mujahirin Mediterania, Mala Wijayanti, enggan berkomentar terkait kasus penculikan yang dialami salah seorang muridnya. Ia mengaku menyerahkan masalah ini kepada aparat kepolisian.
“Semuanya sudah ditangani polisi,” terangnya.
Bahkan, saat itu ia sempat mengusir awak media yang mencoba mengkonfirmasi kasus penculikan tersebut. “Karena ini wilayah saya, saya minta Anda Anda pergi dari sini. Saya tak ingin ini diekspos,” ujarnya lagi.
Sekitar pukul 11.00 WIB, kehebohan di sekolah itu makin menjadi. Ini setelah TH terlihat kembali ke sekolah tersebut sambil menangis. TH mengaku baru saja diculik oleh dua pria yang mengendarai mobil Toyota Avanza berwarna putih.
Anggota Polsek Batamkota yang mendapatkan laporan kasus penculikan ini langsung turun ke lokasi. Sampai berita ini ditulis, polisi mengaku masih belum berhasil menangkap kedua pelaku.
Kapolsek Batamkota Kompol Arwin membenarkan jika TH menjadi korban penculikan oleh dua pria tak dikenal. Namun dia membantah jika bocah berusia 10 tahun ini mengalami luka. Dia memastikan putri pasangan Abdul Hamid dan Badiah itu tidak disiksa oleh kedua pelaku.
“Anak itu dinaikkan ke mobil dengan cara dipangku oleh pelaku. Anak itu tidak ada mengalami luka-luka dan juga tidak ada disiksa ketika di dalam mobil itu,” katanya.
Dari hasil penyelidikan jajaran Polsek Batamkota hingga Senin (6/3) sore, TH mengaku dibawa keliling dengan mobil pelaku selama hampir dua jam. Pelaku kemudian berhenti di sebuah ruko kosong di dekat Perumahan PLN, Batamcenter, Batam.
Setelah memarkirkan mobilnya di dekat ruko itu, kata Arwin, kedua pelaku keluar dari mobilnya. Saat itulah TH juga ikut keluar mobil dan melarikan diri.
“Anak itu ngakunya tidak mengenal siapa dua orang yang membawanya itu,” ujarnya.
Setelah berhasil keluar dari mobil pelaku, TH lari sekuat tenaga menuju Perumahan PLN Batamcenter. TH juga berteriak  minta tolong kepada warga yang melintas di kawasan itu.
Hingga akhirnya TH berpapasan dengan seorang pria pengendara sepeda motor yang membawa tangga dan gulungan kabel.
“Ia kemudian meminta tolong kepada orang itu untuk mengantarkannya kembali ke sekolahnya,” katanya.
Saat dalam perjalanan kembali ke sekolahnya itu, korban yang diantar pria tersebut bertemu dengan tantenya di dekat gudang Panasonic, Batamcenter. Tante TH saat itu hendak menuju ke sekolah keponakannya, setelah sebelumnya mendapatkan informasi jika TH diculik.
“Setelah bertemu dengan tantenya di jalan, kemudian anak ini dibawa pulang ke rumahnya di Mediterania,” katanya.
Berbeda dengan keterangan sejumlah saksi, menurut Arwin TH tak kembali ke sekolahnya. Melainkan langsung dibawa pulang oleh tantenya ke rumah TH di di Perumahan Mediterania, Batamcenter.
Pantauan Batam Pos di Polsek Batamkota, TH datang dengan masih menggunakan seragam sekolah berwarna merah putih. TH didampingi ayahnya, Abdul Hamid, saat memberikan keterangan kepada penyidik Unit PPA Polsek Batamkota sekitar pukul 13.00 WIB.
Setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam, kemudian sekitar pukul 16.00 WIB, TH bersama dengan ayahnya diminta menunjukkan lokasi dan rute perjalanan pelaku selama dua jam membawa TH berkeliling dengan mobil.
“Kita juga masih mencari tahu terkait motif pelaku dalam membawa korban. Besok akan saya terangkan secara jelas, bagaimana jalan cerita selengkapnya,” imbuh Arwin.
Dari hasil pemeriksaan polisi, TH mengaku mulut dan matanya ditutup dengan kain hitam selama berkeliling dengan mobil pelaku. Namun TH berhasil membuka sedikit kain penutup itu dan melihat ciri-ciri kedua pelaku.
Menurut TH, dua penculiknya itu terdiri dari dua pria. Satu orang yang menjadi sopir memiliki ciri-ciri tubuh kurus. Saat itu, pria tersebut mengenakan baju merah dan celana biru garis putih. Pria tersebut juga mengancam akan membunuh TH jika ia berusaha kabur.
Kemudian pelaku satu lagi juga seorang pria dengan ciri-ciri memakai kacamata minus. Pria yang duduk di kursi tengah mobil itu juga bertubuh kurus dan memiliki bekas jahitan di pipi sebelah kanan.
Sumber: batampos

Share:

March 5, 2017

Eskalator Raja Salman Macet

Eskalator Pesawat Raja Salman - okezone.com
Gema Indonesia - PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS) menyiapkan sejumlah opsi untuk melayani Raja Salman salah satunya lift untuk turun dari pesawat sebagai antisipasi jika elektrik eskalator milik kerajaan Arab Saudi kembali tidak berfungsi.

"Untuk VVIP kami siapkan rencana lain jika suatu alat tidak berfungsi. Kami harus siap melakukan antisipasi kapanpun itu," kata Deputi Direktur Operasional PT JAS Subiyono saat bertemu dengan awak media di Kuta, Kabupaten Badung, Ahad (5/3).

Di Bandara Ngurah Rai Bali terdapat satu unit lift atau incapacitated passenger lift (IPL), yang hanya akan digunakan untuk penumpang VIP berkebutuhan khusus sehingga jumlahnya tidak banyak. Menurut Subiyono di dalam lift tersebut dilengkapi dengan pendingin ruangan dan peralatan pendukung lain di dalamnya. IPL itu sebelumnya menjadi "penyelamat" saat elektrik eskalator milik Kerajaan Arab Saudi macet ketika akan digunakan Raja Salman turun dari pesawat begitu tiba di Bali pada Sabtu (4/3). 

"Padahal beberapa jam sebelumnya sesuai prosedur, alat tersebut diujicoba dan bisa difungsikan tetapi ternyata saat raja tiba, elektrik eskalator itu tidak bisa diaktifkan," ujarnya.

General Manager PT JAS Area 2 di Denpasar Heri Lukmanto mengatakan bahwa sepenuhnya tangga elektronik tersebut berada di bawah pengawasan Kerajaan Arab Saudi mulai dari teknisi, operator hingga pengamanan selama 24 jam.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab macetnya tangga otomatis milik properti Kerajaan Arab Saudi tersebut karena setelah sang raja turun dari pesawat, tangga elektronik tersebut kembali berfungsi normal.

Selain peralatan, pihaknya juga akan mengantisipasi apabila muatan atau kargo yang dibawa rombongan Raja Salman bertambah saat akan kembali ke Arab Saudi. JAS menangani penerbangan Raja Salman dan rombongan yang dimulai sejak 16 Februari 2017 di Bali mulai dari kedatangan tim observasi, hingga kargo dengan muatan di antaranya dua unit mobil Mercedes S-600 dan satu tangga elektronik.

Bahkan pihaknya harus mendatangkan satu unit Main Deck Loader dari Jakarta yakni sebuah alat berkapasitas 32 ton yang digunakan untuk menurunkan tangga elektronik karena memiliki berat 15 ton. Total keseluruhan kargo yang dibawa Raja Salman dan rombongan mencapai sekitar 145 ton termasuk logistik lain berupa televisi, gandum, minuman ringan, hingga kursi yang dibawa langsung dari Arab Saudi.

Sumber: Republika

Share:

March 3, 2017

Isis Patroli di Belgia


Gema Indonesia - ISIS mengunggah sebuah video yang menyatakan mereka masih berada di Belgia. Dilansir The Mirror, Sabtu (4/3), ISIS menunjukkan video yang cukup mengerikan, salah satunya memperlihatkan bahwa militan ISIS terus melakukan patroli di sekitaran Belgia.

Oleh karenanya, keamanan di negara yang secara resmi disebut Kerajaan Belgia itu dinyatakan telah ditingkatkan. Dalam video yang diunggah ISIS itu juga menampakkan patroli militan ISIS di Antwerpen, sebuah provinsi di Belgia, tepatnya di dekat stasiun kereta Central. ISIS mengancam untuk 'mengisi jalan-jalan dengan darah'.

Video itu dimulai dengan seorang militan yang tengah memegang secarik kertas bertuliskan: "Kami masih di sini". Dalam rekaman video juga terdengar nyanyian. "Kami mengasah pisau kami, datang pada Anda dan kami akan memenggal kepala Anda dan mengisi jalan-jalan dengan darah". 

Diduga, nyanyian itu juga sama dengan yang digunakan dalam video propaganda untuk serangan ke Istanbul, Turki pada 1 Januari lalu. Saat ini, aparat kepolisian Belgia terus memburu keberadaan militan ISIS, salah satunya dengan memantau rekaman CCTV. 

Sumber: Republika
Share:

Israel Tahan Perempuan dan Anak-Anak Palestina di Tepi Barat


Gema Indonesia - Pasukan Israel dikabarkan menahan sekelompok orang Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak sejak Jumat (3/3). Dilansir Maan News, Sabtu (4/3), penangkapan dilakukan di desa Azzun, Qalqiliya, distrik Tepi Barat utara Palestina.

Hassan Shibita sebagai koordinator media desa, mengatakan, pasukan Israel telah menahan Samir Mahmoud Shibita, Omar Muen Hussein, enam anak, dan sejumlah warga Palestina lainnya. Sedikitnya empat anak yang teridentifikasi, di antaranya Muhammad Arif Dahbour, Thaer Safa Abed, Anas Zahran Shibita, dan Mustafa Yassir Shibita.

Dia menambahkan, tentara Israel mengambil ponsel dari tahanan. Sumber-sumber lokal menyatakan tidak ada bentrokan pada saat penahanan. Namun dikabarkan, pasukan Israel sedang berusaha untuk memprovokasi warga Palestina di wilayah desa. Adapun menurut kelompok hak narapidana Addameer, 6.500 warga Palestina yang ditahan Israel sejak Januari lalu, 353 di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak. 

Sumber: Republika
Share:

March 2, 2017

UE Ancam Kenai Sanksi Denda Bagi Negara yang Tolak Pengungsi


Gema Indonesia - Uni Eropa (UE) pada Kamis (2/3) memperingatkan negara-negara di kawasan tersebut dapat dikenai sanksi jika mereka enggan berbagi beban pengungsi terutama dari Suriah yang saat ini tertahan di Yunani dan Italia.

Komisaris imigrasi Dimitris Avramopoulos mengatakan negara-negara anggota memiliki waktu hingga September untuk menerima 160.000 warga Suriah dan para pengungsi lainnya dari kedua negara tersebut, yang berada di garis depan dalam krisis imigrasi.

Sejauh ini, baru 13.500 pengungsi yang sudah direlokasi dalam proses yang terhambat oleh inersia dan penentangan dari negara-negara Eropa Timur yang menolak imigrasi muslim.

"Jika kita tidak memiliki upaya nyata hingga September... komisi tidak akan ragu untuk menggunakan kekuasaannya," kata Avramopoulos, yang merupakan komisaris Uni Eropa asal Yunani, dalam konferensi pers, seperti dilansir AFP.

Uni Eropa sudah berusaha meyakinkan para negara anggota "untuk menunaikan tugas mereka," katanya.

"Namun, jika itu tidak dilakukan di masa depan, pelanggaran hukum mungkin akan menjadi pilihan," katanya.

Sebagai cabang eksekutif dari Uni Eropa, Komisi Eropa dapat meluncurkan "proses pelanggaran hukum" untuk menjatuhkan denda kepada negara anggota yang melanggar aturan blok itu.

Negara-negara seperti Hungaria dan Slowakia mengusulkan pemberian kontribusi "solidaritas" bukannya menampung imigran.

Namun, negara lain seperti Prancis dan Jerman bersikeras bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat mengelak dari tugasnya untuk menerima jumlah minimum pengungsi berdasarkan rencana yang digiatkan pada September 2015.

Uni Eropa meluncurkan skema untuk menangani gelombang pengungsi terbesar dalam sejarah, dengan lebih dari 1,1 juta tiba pada tahun 2015, sebagian besar dari mereka melarikan diri dari konflik di Suriah.

Sumber: Antara

Share:

Tiba di Bali Raja Salman Akan Disambut Dengan Tari Pendet

Raja Salman - tribunnews.com
Gema Indonesia - Rencana kedatangan Raja Salman untuk berlibur ke Bali akan disambut dengan Tari Pendet, salah satu tarian selamat datang atau tarian penyambutan khas dari Bali, saat tiba di  Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 17.45 WITA pada Sabtu (4/3) menumpangi pesawat kerajaan Saudi Arabia SV-1.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan pihaknya sudah mendapat kepastian bahwa Tari Pendet telah disetujui untuk dipentaskan menyambut kedatangan 

"Kemarin malam, kami sudah ditelepon oleh Bapak Gubernur, bahwa untuk penampilan tari penyambutan (Tari Pendet-red) itu sudah pasti, sehingga kami diminta untuk menyiapkan dengan baik," kata Dewa Beratha, di Denpasar, Jumat.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali I Dewa Putu Eka Wijaya Wardana saat memimpin rapat koordinasi persiapan kedatangan Raja Salman pada Kamis (2/3), menyatakan masih menunggu kepastian dari perwakilan Arab Saudi terkait bisa tidaknya tarian itu dipentaskan, karena harus menunggu pendapat dari Raja Salman terlebih dahulu.

Dewa Beratha menambahkan, Tari Pendet untuk penyambutan kedatangan Raja Arab Saudi di Bandara Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (4/3) petang, akan dibawakan oleh 50 penari cilik dari Sanggar Tari Sawitri yang merupakan binaan Dinas Kebudayan Provinsi Bali.

"Pada prinsipnya, Tari Pendet yang ditampilkan pun tidak ada perubahan, tetap Tari Pendet seperti biasanya, dari segi busana dan sebagainya," ujarnya sembari menyebutkan bahwa tarian tersebut jika dilihat asal usul penciptaannya memang dibuat untuk penyambutan tamu agung.

Apalagi, lanjut dia, tarian itu untuk menyambut kedatangan seorang raja, yang sekaligus menjadi momentum bagi Bali untuk mempromosikan adat dan budaya setempat, untuk mendukung perkembangan kepariwisataan.

"Sehingga budaya yang ditampilkan betul-betul budaya asli Bali, yang tidak diubah sesuai permintaan apapun. Karena yang dipromosikan adalah seni budaya Bali, pariwisata Bali adalah pariwisata budaya," ucapnya menegaskan.

Di samping itu, kata dia, Gubernur Bali  I Made Mangku Pastika juga sudah mengingatkan bahwa persiapan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dan betul-betul yang ditonjolkan seni budaya dan adat Bali.

"Sore ini para penari akan mengadakan gladi persiapan. Sedangkan untuk keberangkatan besok, mereka akan berkumpul di Disbud Bali dulu dan berangkat dengan tiga bus. Diharapkan sebelum pukul 16.00 Wita sudah tiba di bandara," ujar Dewa Beratha.

Kedatangan Raja Salman di Bandara Ngurah Rai, Bali, selain disambut dengan Tari Pendet, direncanakan para penjemputnya juga menggunakan pakaian adat Bali untuk menunjukkan bahwa sudah sampai di Pulau Dewata, sekaligus memperlihatkan identitas budaya Bali.

Gubernur Bali akan menyambut raja berusia 81 tahun itu bersama Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, dan Menteri Pariwisata. Para pejabat lainnya yang hadir juga akan mengenakan pakaian adat Bali.

Sumber: Antara

Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support