January 24, 2017

Dibebaskan, Tersangka Hina Bendera: Ini Berkah dari Alquran


Gema Indonesia - Polres Metro Jakarta Selatan hari ini melepas seorang tersangka kasus dugaan penghinaan lambang negara bendera merah putih, Nurul Fahmi. Dia boleh pulang setelah permohonan penangguhan penahanan dikabulkan polisi dan juga ada jaminan dari Ustaz Arifin Ilham dan istri Nurul.

Pria berusia 28 tahun itu menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT, yang telah menggerakkan hati banyak orang, sehingga dia bisa kembali pulang ke rumahnya untuk berkumpul bersama istri dan anaknya di kawasan Klender, Jakarta Timur.
 
"Alhamdulillah, puji bagi Allah yang telah menggerakkan semuanya. Terimakasih buat guru saya tercinta, Yang Mulia Arifin Ilham yang telah menjamin saya," ujar Nurul di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa, 24 Januari 2017.
 
Ditambahkan Nurul, pembebasan sementara ini merupakan berkah dari Alquran dan juga dukungan serta doa dari istrinya yang baru saja melahirkan beberapa hari yang lalu.
 
Dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian yang telah mengabulkan permohonan dari Ustaz Arifin Ilham untuk penangguhan penahanan. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat Islam, yang telah mendoakannya.
 
"Semua ini berkah dari Alquran, dan kepada istri saya dan anak saya yang baru lahir dan telah menunggu di rumah. Pak Kapolri terima kasih atas penangguhan, Kapolda, Bapak Kapolres, Pak Kasat, Kanit dan semua penyidik yang telah kooperatif pada saya. Sahabat-sahabat saya dimanapun berada, terimakasih atas doa segalanya untuk saat ini," katanya.
 
Tak Berniat Menghina
 
Terkait kasus yang menimpanya itu, Nurul menegaskan dia tidak ada niat sedikit pun untuk menghina lambang negara bendera merah putih. "Hanya semangat untuk nasionalis, semangat berjuang bersama," katanya.
 
Nurul mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Polres Metro Jakarta Selatan. Penangguhan penahanan dikabulkan setelah ada jaminan dari pimpinan majelis Az-Zikra, Ustaz Arifin Ilham.
 
Setelah empat hari ditahan, Nurul bisa sedikit bernafas lega dan bisa pulang ke rumahnya bersama istri dan keluarganya yang juga ikut datang ke Polres Jakarta Selatan.
"Alhamdulilah, ini kita kedatangan Ustaz Arifin Ilham, beliau bersama keluarga NF dan istri NF (mengajukan) permohonan penangguhan penahanan," kata Kabag Mitra Divisi Humas Polri, Kombes Awi Setiyono, di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa 24 Januari 2017.
 
Nurul merupakan salah satu dari peserta aksi yang melakukan unjuk rasa di depan Mabes Polri beberapa waktu lalu. Dia kedapatan membawa bendera merah putih dengan tulisan Arab saat berdemo pada Senin 16 Januari 2017.
 
Awi menjelaskan, bahwa dari analisa penyidik, alasan penangguhan itu karena alasan dan analisa subyektif dan objektif. Selain itu, juga ada jaminan dari istri dan Ustaz Arifin Ilham. Alasan subyektif, karema pertimbangan secara humanis lantaran tersangka sebagai tulang punggung keluarga, Istri dari Nurul juga baru melahirkan dan juga ada jaminan. Sedangkan alasan objektif, tersangka sudah berjanji tidak mengulangi perbuatannnya, tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti.
 
"Kapolres Jakarta Selatan mengabulkan dan kita tangguhkan. Harus lapor Senin dan Kamis," ujar Awi.
 
Seperti diketahui, dalam kasus ini Nurul dikenakan Pasal 68 Undang-undang nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara, ia terancam hukuman pidana 5 tahun penjara. 

Sumber: viva.co.id

Share:

Duh! Ada TKA Tiongkok Ilegal Garap Proyek Kereta Cepat


Gema Indonesia - Seorang warga negara Tiongkok yang bekerja di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditangkap Tim Pengawas Orang Asing (Pora) Provinsi Jawa Barat.
Pria bernama Yuhui Ge (30) itu tidak bisa menunjukkan dokumen resmi ketika Tim Pora melakukan pemeriksaan di lokasi proyek, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans KBB Sutrisno mengatakan, WNA Tiongkok itu ditangkap Tim Pora pada Kamis (19/1) lalu.
Menurutnya, Yuhui Ge bekerja sebagai surveyor atau petugas pengukuran tanah.
"Kalau disinyalir ada yang lain, memang tidak tertutup kemungkinannya. Namun, kemarin itu kami cuma ada seorang TKA ilegal yang ditangkap. Awalnya dia ini juga mau kabur, tetapi terlanjut tertangkap. Sewaktu ditangkap, dia sedang menelepon. Ya mungkin saja dia menelepon teman-temannya, karena saat itu pun ada satu mobil yang pergi dari lokasi," ujarnya, Senin (23/1).
Dia menyatakan, Disnakertrans KBB telah menerima informasi bahwa sebanyak 76 TKA akan dilibatkan dalam proyek pembangunan kereta cepat.
Meski begitu, pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kedatangan para pekerja asing tersebut.
"Untuk pekerja asing di proyek kereta cepat datanya sudah masuk, cuma orangnya belum masuk," katanya.
Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Sutrisno menjelaskan, para TKA yang bekerja di Indonesia diwajibkan mengantongi Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas).
Selain itu, perusahaan yang mempekerjakan TKA pun harus menyerahkan data-datanya.
"Yang jelas, perusahaan harus menyerahkan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing dan Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA). Yang mengeluarkannya itu dari Kementerian Tenaga Kerja RI. Di online semestinya data ada, tapi kami cek untuk pekerja asing di proyek kereta cepat masih belum ada," terangnya.
Sumber: jpnn

Share:

Teori Ini Buktikan Sang Saka Merah-Putih adalah Bendera Rasulullah


Gema Indonesia - Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya berjudul Api Sejarah menulis, bendera Republik Indonesia (RI), Sang Saka Merah Putih, adalah Bendera Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Para ulama berjuang untuk mengenalkan Sang Saka Merah Putih sebagai bendera Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kepada bangsa Indonesia dengan mengajarkannya kembali sejak abad ketujuh masehi atau abad kesatu Hijriah. Masa ini bertepatan dengan masuknya agama Islam ke Nusantara.

Mansyur menyatakan para ulama membudayakan bendera merah putih dengan berbagai sarana antara lain tiga cara berikut:

Pertama, setiap awal pembicaraan atau pengantar buku, sering diucapkan atau dituliskan istilah Sekapur Sirih dan Seulas Pinang. Bukankah kapur dengan sirih akan melahirkan warna merah? Lalu, apabila buah pinang diiris atau dibelah, akan terlihat di dalamnya berwarna putih?

Kedua, budaya menyambut kelahiran dan pemberian nama bayi serta Tahun Baru Islam senantiasa dirayakan dengan menyajikan bubur merah putih?

Ketiga, pada saat membangun rumah, di susunan atas dikibarkan Sang Merah Putih. Setiap hari Jumat, mimbar Jumat di Masjid Agung atau Masjid Raya dihiasi dengan bendera merah putih.

Mansyur pun menyatakan pendekatan budaya yang dilakukan para ulama telah menjadikan pemerintah kolonial Belanda tidak sanggup melarang pengibaran bendera merah putih oleh rakyat Indonesia.

Mansyur menegaskan bendera Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berwarna Merah Putih seperti yang ditulis oleh Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan, Jilid X, halaman 340. Dari Hamisy Qasthalani,

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Bersabda: “Innallaha zawaliyal ardha masyaariqaha wa maghariba ha wa a’thonil kanzaini Al-Ahmar wal Abjadh”.

Artinya: “Allah menunjukkan kepadaku (Rasul) dunia. Allah menunjukkan pula timur dan barat. Allah menganugerahkan dua perbendaharaan kepadaku: Merah Putih”.

Informasi ini didapat Mansyur dari buku berjudul Kelengkapan Hadits Qudsi yang dibuat Lembaga Alquran dan Al-Hadits Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Kementerian Waqaf Mesir pada 1982, halaman 357-374. Buku ini dalam versi bahasa Indonesia dengan alih bahasa oleh Muhammad Zuhri.

Mansyur mengemukakan sejumlah argumen pendukung untuk memperkuat pendapatnya, yakni merah putih adalah bendera Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Menurut Mansyur, Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam memanggil istrinya, Siti Aisyah ra, dengan sebutan Humairah yang artinya merah.

Busana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang indah juga berwarna merah, seperti disampaikan oleh Al Barra: “Kanan Nabiyu Saw marbua’an wa qadra ataituhu fi hullathin hamra-a, Ma raitu syaian ahsana min hu”.

Artinya: “Pada suatu hari Nabi sallallahu alaihi wasallam duduk bersila dan aku melihatnya beliau memakai hullah (busana rangkap dua) yang berwarna merah. Aku belum pernah melihat pakaian seindah itu”.

Mansyur pun menyatakan busana warna putih juga dikenakan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, sedangkan pedang Sayidina Ali radi allahu anhu berwarna merah dan sarung pedang Khalid bin Walid berwarna merah-putih.

Sumber: Republika

Share:

Targetkan 3,5 Juta Wisatawan, NTB Dorong Kemajuan Pariwisata Pulau Sumbawa


Gema Indonesia - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata NTB menggelar rapat kerja bersama seluruh dinas pariwisata kabupaten/kota se-NTB. Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, rapat kerja ini untuk membangun sinergitas antar dalam percepatan pembangunan pariwisata se-NTB pada 2017.

"Kegiatan ini juga kesiapan hadapi 2017 untuk 3,5 juta wisatawan, terdiri atas 1,5 juta wisatawan mancanegara, dan 2 juta wisatawan nusantara," ujarnya di Hotel Grand Legi, Mataram, NTB, Selasa (24/1). Dia menjelaskan, Provinsi NTB berhasil mencapai target jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 3 juta orang pada tahun lalu.

Kendati begitu, pekerjaan rumah dan sejumlah pembenahan masih akan terus dilakukan. Pasalnya, selama ini, destinasi wisata NTB terbilang masih belum merata antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. "2017 kita coba lakukan upaya majukan sisi Pulau Sumbawa," lanjutnya.

Percepatan kemajuan pariwisata Pulau Sumbawa, kata Faozal, memerlukan upaya kongkrit. Dinas Pariwisata NTB dalam waktu dekat akan meluncurkan program Visit Sumbawa 2017.

"Kita akan angkat Visit Sumbawa 2017, launching bersamaan dengan Festival Tambora Menyapa," ungkap Faozal. Dia mengharapkan, bupati dan wali kota di Pulau Sumbawa untuk ikut serta dalam mendukung suksesnya sektor pariwisata di Pulau Sumbawa.

Sumber: Republika

Share:

Lambang Palu-Arit Ada di Buku Kisi-Kisi UN Ini

Gema Indonesia - Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus melaporkan perihal penemuan buku kisi-kisi ujian nasional (UN) yang bermotif palu arit. Buku tersebut ditemukan di SMAN 1 Kawali, Kabupaten Ciamis.

"Gambar dengan motif palu arit ditemukan termuat dalam buku kisi-kisi ujian nasional halaman 16, dengan judul New Mentor: Rahasia Cerdas Membedah Kisi–Kisi UN Bahasa Inggris SMA/MA 2016 yang terdiri dari 170 halaman," kata Yusri kepada wartawan, Senin (23/1).

Menurut dia, pada halaman 16 di bagian latihan soal, termuat sebuah teks tulisan berjudul “Announcing the Robert S Kenny Prize”. Tulisan itu dilengkapi dengan gambar palu arit di bawahnya dan dua buah soal pilihan di sampingnya. Tulisan tersebut dalam bahasa Inggris yang intinya menceritakan penghargaan kepada pejuang buruh dan marxis.

Buku diketahui diterbitkan dari tim penulis dari Mas Media Buana Pustaka, dengan editor Qurrota Ayuni. Adapun Pengadaan buku tersebut bersumber dari alokasi dana BOS SMA 1 Kecamatan Kawali. Berdasarkan penemuan tersebut, kepolisian beserta pihak terkait melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak sekolah untuk menarik peredaran buku tersebut dari siswa-siswi SMAN 1 Kawali kelas XII. 

"Perlu kiranya melaksanakan Rapat Forkopimda dan Kominda dengan mengundang Disdik Ciamis untuk mengambil langkah konkret terkait dengan penemuan buku tersebut agar tidak berkembang menjadi isu nasional," ujar Yusri memberikan saran ke pihak terkait.

Sumber: Republika

Share:

Rumah Ini Terbuat dari Tumpukan Koran Bekas


Gema Indonesia - Bila Anda berkesempatan berkunjung ke Massachusetts, Amerika Serikat, luangkan waktu untuk datang ke Pigeon Hill Street. Di jalan ini, Anda akan menemukan bangunan yang terbuat dari koran. 

Selintas, bangunan yang mirip rumah ini tak jauh berbeda dengan bangunan yang ada di sekitarnya. Tetapi jika diperhatikan dengan seksama, tumpukan koran diatur sedemikian rupa menjadi sebuah rumah. 

Dilansir laman Amusing Planet, Selasa (24/1) rumah kertas ini dibangun pada 1922 ketika seorang insinyur mekanik, Elis Stenman, mulai membangun rumah musim panas kecil di kawasan tersebut. Pembangunannya pun sama seperti rumah lainnya. Dihiasi dengan bingkai kayu, atap, lantai yang sama pada umumnya, yang membedakan justru terletak di dinding. Stenman memiliki ide gila ketika mengonsep koran bekas ditumpuk dan direkatkan hingga satu inci tebalnya. Kemudian ia memberikan pernis sehingga terlihat mengkilap.



Tak hanya dinding yang dibuat dari tumpukan koran dan kertas bekas, Stenman juga membuat kursi, meja, rak buku bahkan tirai, dan jam dinding. Hanya piano yang terbuat dari kayu meski tetap dilapisi dengan kertas sobekan majalah untuk membuatnya menjadi unik. Tidak ada yang tahu pasti apa motivasi Stenman membuat rumah dari kertas bekas tersebut. Dalam waktu dua tahun, Stenman berhasil menyelesaikan rumah tersebut dan menghuninya hingga tahun 1930. Kurang lebih, telah 100 ribu kertas yang digunakan untuk membuat rumah tersebut. 

Setelah hampir sembilan puluh tahun, lapisan atas dinding perlahan mulai mengelupas. Menampilkan tulisan di masa lalu yang membuat pengunjung merasa senang untuk membacanya. Setelah kematian Stenman di tahun 1942, rumah itu menjadi museum sampai saat ini.

Sumber: Republika


Share:

January 23, 2017

Prabowo: Heii Kau Tukang Polling...


Gema Indonesia - Jelang Pencoblosan Pilkada DKI Jakarta lembaga survei mulai gencar mengeluarkan hasil riset masing-masing. Namun ada beberapa lembaga survei yang hasilnya berbeda jauh, bahkan bertolak belakang satu sama lain.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, fenomena hasil survei yang berbeda jauh antara lembaga adalah hal biasa.
Menurut dia, sudah jadi rahasia umum bahwa semua survei direkayasa sesuai dengan kepentingan pihak yang mendanainya.
"Sudah tak aneh lagi kalau hasil polling itu tergantung dari siapa yang bayar. Yang pasti mereka akan memenangkan siapa yang bayar," kata Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/1).
Seperti diketahui, menurut survei LSI dan Polcom, elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Gerindra berada di urutan terakhir. Sementara survei yang dilakukan Polmark Indonesia justru menempatkan pasangan nomor urut tiga itu di peringkat pertama.
Menurut Prabowo, lembaga survei seharusnya menunjukkan integritas. Bukannya menggunakan kepintaran mereka hanya untuk menggiring opini masyarakat.
"Hai kau tukang polling, jangan kau pakai keahlianmu untuk menambah kekayaan," kata Prabowo.
Lembaga survei, kata Prabowo, digunakan sebagai alat propaganda untuk mencuci otak masyarakat. Dia mengajak semua masyarakat untuk meraih kemenangan dengan cara yang benar.
"Mari rakyat Indonesia kita raih kemenangan dengan cara yang baik, bukan dengan cara culas seperti itu," tandasnya.
Sumber: jpnn

Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support