February 26, 2018

Tak Melanjutkan Sekolah Demi Cita-Cita, Pria Lulusan SD Ini Sukses Menjadi Seorang Miliarder

Saipol Azmir Zainuddin (foto: liputan6.com)
GIOnline - Seorang pria asal Malaysia Saipol Azmir Zainuddin sukses menjadi seorang miliarder meskipun hanya seorang tamatan SD. Hal ini berkat kesungguhannya dalam mencapai cita-cita sebagai seorang peternak sukses.

Saipol memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah selepas tamat SD. Ia sudah menentukan tujuannya ingin menjadi seorang peternak sukses.

"Meski saya tidak melanjutkan sekolah seperti halnya teman-teman saya, itu tidak mematahkan semangat saya. Saya selalu bermimpi bisa menjadi peternak sukses," ujar Saipol.


Setelah tak bersekolah, Saipol bekerja sebagai pekerja konstruksi. Dengan gaji 750 Ringgit (sekitar 2,7 juta Rupiah), ia terus menyisihkan gajinya setiap bulan untuk membeli sapi. Hal tersebut terus ia lakukan hingga usia 18 tahun.


"Saat usia saya menginjak 18 tahun, saya sudah memiliki 300 ekor sapi. Waktu itulah saya dan ayah saya mengembangbiakkan sapi-sapi tersebut dan menjualnya ke penduduk setempat. Keuntungan yang didapat selalu saya simpan karena saya ingin suatu hari nanti bisa memiliki peternakan sendiri," ucap Saipol.


Tak butuh waktu lama, hanya dalam beberapa tahun beternak, Saipol mampu membeli lahan seluas 0.8 hektare yang digunakan sebagai lahan peternakan.


Kini di usia yang menginjak 33 tahun, Saipol Azmir Zainuddin telah menjelma menjadi seorang peternak yang sukses sesuai cita-citanya. Ia memiliki 700 ekor sapi, 150 kambing, 30 kerbau dengan pendapatan sebesar 1 juta Ringgit (sekitar 3,6 milyar Rupiah).

Sumber: liputan6.com

Share:

February 22, 2018

Banyak Serangan Ke Ulama. Jend. Gatot: "Saya Menjadi Panglima TNI Karena Bimbingan Para Ulama"

Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Ulama (foto: rakyatjakarta.com)
GIOnline - Sejauh ini, sudah ada 21 kali aksi serangan terhadap para pemuka Agama. Setidaknya itu yang sudah dilaporkan dan diterima oleh Polisi. Dari 21 serangan, 15 diantaranya dilakukan oleh orang dengan dugaan gangguan jiwa.

Melihat fenomena ini, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak tinggal diam. Jenderal Gatot meminta agar umat Islam, TNI dan Polri untuk bersama-sama menjaga Ulama.

"Terkait dengan beberapa kejadian yang menimpa beberapa pemuka agama akhir-akhir ini, saya mengimbau agar umat Islam, TNI dan Polri bersama-sama menjaga para ulama dan ustadz," ujar Jenderal Gatot di Pondok Pesanteren Qomarul Huda Bagu, Lombok, Kamis (22/02/18).


Jenderal Gatot menjelaskan peranan para Ulama yang tidak bisa dibantahkan dalam perjuangan memerdekan Republik Indonesia. Seperti peran KH Hasyim Ashari dan Jenderal Sudirman yang juga merupakan seorang Ustadz.

Jenderal Gatot juga mengakui peran Ulama atas kesuksesan yang diraihnya.

"Saya menjadi panglima TNI karena bimbingan para ulama. Saya mengucapkan terima kasih atas nama seluruh prajurit TNI kepada para ulama yang telah menjaga keamanan dari zaman prakemerdekaan, serta membangun umat Islam yang 'rahmatan lil allamin' hingga kini," ungkapnya.

Sumber: okezone.com
Share:

February 21, 2018

Pria Misterius Secara Mengejutkan Berada Di Lantai 2 Rumah Ketua MUI, Banser Berhasil Amankan

foto: tribunnews.com
GIOnline - Seorang pria tak dikenal (diduga gila -red) masuk tanpa izin ke rumah Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo, Selasa (20/02/18) sekitar pukul 23.30 WIB. Pria tersebut berhasil diamankan oleh anggota Banser ketika turun dari lantai 2 rumah tersebut.


Berikut kronologi kejadiannya berdasarkan penuturan Ketua MUI, Sutoyo:

"Kebetulan tadi malam pulang dari dokter. Di jalan dr.Cipto depan toko-toko itu melihat ada kayak orang gila. Kok melihat saya terus," 

"Lalu saya pulang ke rumah, kemudian menelpon intel polres dan banser. Ada orang mencurigakan, jangan-jangan seperti di daerah lain," 

"Setelah itu saya tutup pintu. Intel datang, saya buka pintunya. Kemudian Banser datang," 

"Setelah jagongan satu jam lebih, intelnya pulang, Bansernya masih di sini," 

"Tidak lama kemudian orang gila itu turun dari lantai dua rumah saya. Kemudian ditangkap Banser. Mau dipukuli tetapi saya tidak bolehkan," ujarnya.

Sumber: tribunnews.com
Share:

Hari Ini ACT Berangkatkan 2.000 Ton Bantuan Beras Ke Palestina Via Tanjung Perak

foto: act.id
GIOnline - Hari ini Organinasi Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberangkatkan 2000 ton beras untuk Palestina via pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. 

"Ini adalah pengiriman bantuan kemanusiaan tahap pertama dari masyarakat Indonesia untuk Palestina," ujar Presiden ACT Ahyudin.


Adapun dari hasil survei lokasi yang dilakukan sebelumnya, diketahui bahwa Palestina setidaknya membutuhkan 10.000 ton beras.

"Hasil survei oleh relawan kami, masyarakat Palestina membutuhkan sedikitnya 10.000 ton beras," imbuhnya.

Untuk itu sejak awal Februari tim ACT sudah melakukan kampanye pengumpulan beras dari seluruh masyarakat Indonesia. Sedangkan pada pengiriman tahap awal ini, sebanyak 2.000 ton beras yang diberangkatkan adalah dari sejumlah warga di Kabupaten di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk Bojonegoro, Ponorogo, Ngawi, Sragen, Purwodadi, Rembang dan Blora.

"Pengumpulan beras kami lakukan sejak panen raya pada awal Februari lalu," ujar Ahyudin.

"Nanti, setelah ini, akan kami berangkatkan secara bertahap dari lima palabuhan, mulai dari Medan sampai kalimantan," imbuhnya.

Diperkirakan bantuan beras ini akan sampai ke Palestina selama 40 hari.

Sumber: antaranews.com
Share:

February 20, 2018

Alat Canggih Polisi Tak Mampu Deteksi Identitas Pelaku Penyerangan Kyai Di Lamongan

Pria misterius penyerang Pengasuh Ponpes Karangasem Paciran, KH Hakam Mubarok (foto: tribunnews.com)
GIOnline - Masih ingat dengan pelaku penyerangan Pengasuh Ponpes Karangasem Paciran, KH Hakam Mubarok?

Setelah sebelumnya sempat mengaku disuruh oleh orang papua, sepertinya pria misterius ini benar-benar membuat polisi harus bekerja ekstra keras.


Dilansir dari tribunnews.com (19/02/18), Penyidik Polres Lamongan Jawa Timur mengalami kesulitan saat hendak membuka tabir identitas pelaku. Pasalnya saat dilacak menggunakan peralatan canggih milik polisi, Inafis For Table System (IFTS), ternyata tidak terdeteksi. Bahkan nama pelaku dan juga semua turunannya tidak muncul dalam layar alat tersebut.

"Baru saja dilacak menggunakan alat Inafis For Table System, tapi tidak muncul datanya," ujar Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantasson.

Pelaku juga dijadwalkan untuk melakukan tes kejiwaan di Rumah Sakit Bayangkara untuk memastikan apakah pelaku benar gila atau tidak.
Share:

February 19, 2018

Siaga Umat Islam, Ditemukan Tanda Silang Dirumah Ulama

masih terlihat samar, tanda silang di rumah Habib Alwi yang sudah dihapus (foto: republika.co.id)
GIOnline - Ditemukan tanda silang pada rumah Habib Alwi bin Muhammad Alatas pimpinan dari pengajian Almunawir di wilayah Bekasi Timur. Tanda silang tersebut terlihat di dinding samping pintu rumah dengan lingkaran di kedua tandanya berwarna merah.

Saat ini tanda tersebut sudah dihapus oleh Habib.


"Sudah saya hapus," ujar Habib Alwi di rumahnya, Senin (19/02/18).


Adanya tanda tersebut mulai diketahui ketika Habib pulang berdakwah sekitar pukul 00.00 WIB. Habib Alwi mengakui ternyata sudah beberapa kali menerima teror.


"Sudah banyak teror kepada saya, ini salah satunya," ujarnya.



Diketahui Habib Alwi tinggal di perumahan berjenis cluster. Meskipun begitu, Beliau selalu mengizinkan siapapun untuk datang ke rumahnya. Bahkan Habib berpesan kepada satpam yang berjaga di depan blok cluster perumahan tersebut untuk mengizinkan tamunya yang datang ke rumah tanpa menitipkan atau menunjukkan ID Card.


"Jamaah saya banyak yang datang berkunjung ke sini, jadi saya instruksikan ke satpam bisa masuk kapanpun. Tapi dari kejadian ini, harus ada ID card," ujar Habib.


Perumahan tersebut sebenarnya sudah disediakan CCTV, namun sayang CCTV dekat rumah Habib Alwi sedang rusak.


"Namanya, jamaahnya beliau kan banyak, siapapun bisa mengaku jamaah terus masuk ke sini, kebetulan sekali CCTV dekat rumah beliau sedang rusak. Jadi belum ketahuan siapa pelaku," ujar Mukhidin, Satpam cluster perumahan tersebut.


Usai ditemukan tanda tersebut, para jamaah datang untuk mengawal kediaman Habib Alwi dua hari setelah kejadian. Peristiwa ini sudah dilaporkan kepada pihak berwajib. 


Sebelum ini, ternyata Habib Alwi juga pernah mendapatkan teror yang jauh lebih mengerikan. Pada saat itu dua pengendara motor tak dikenal, yang diduga sudah mengikutinya beberapa hari belakangan menodongkan pistol di depan jalan perumahannya


"Saya kayak digeretak, orang itu menarik platuk, menunjukkan pistol ke arah jendela mobil saya, langsung jalan lagi," ujar Habib Alwi.

Selain di kediaman Habib Alwi, menurutnya tanda serupa juga ditemukan di Masjid Pondok Pesantren at-Taqwa Babelan Bekasi.

"Iya, benar ada," ujar Ustaz Aang, pengurus Pondok Pesantren at-Taqwa.

Sumber: republika.co.id
Share:

February 18, 2018

Akhirnya Pembunuh Sadis Bayi Dibekuk Polisi, Sungguh Memilukan.

foto: merdeka.com
GIOnline - Buronan pelaku pembunuhan terhadap seorang bayi bernisial F (5) akhirnya berhasil dibekuk Polisi di tempat persembunyiannya di Desa Cijagan, Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (18/01/18).

"Unit Resmob mendapat informasi tentang keberadaan pelaku di rumah salah satu rekannya di Cianjur maka dengan segera menuju alamat yang dimaksud. Dan setelah dicek kebenaran info itu, maka segera dilakukan penangkapan terhadap pelaku," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana.


Setelah satu pekan melarikan diri, pemuda 20 tahun ini akhirnya dibekuk dan dihadiahi timah panas di kaki kirinya. 

"Selanjutnya pelaku dibawa ke puskesmas Cikalong Kulon untuk mendapatkan perawatan medis," imbuhnya.

Usai menerima perawatan medis, selanjutnya pelaku digelandang ke Jakarta untuk dilakukan proses pemeriksaan terkait motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap bayi F.

Aksi biadab pembunuhan bayi ini berawal ketika pelaku mampir ke rumah Masyina (39), ibu korban yang berjualan makanan di rumahnya Jalan Lewa, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (11/02/18) dini hari.

Pelaku yang diketahui bekerja sebagai buruh industri rumahan memang biasa membeli makanan di rumah Masyina sebab lokasinya berdekatan dengan tempat kerjanya.

Setelah memesan makanan, pelaku kemudian masuk ke dalam kamar anak Masyina yang sedang tertidur. Alasannya ngin menumpang tidur di rumah perempuan tersebut namun dilarang.

Masyina yang mendengar suara mencurigakan di dalam kamar bergegas menuju kamar anaknya. Betapa terkejutnya Masyina melihat putranya sudah tidak bernyawa. Tak hanya membunuh putranya, pelaku juga memukul Masyina menggunakan tabung gas berukuran tiga kilogram. Akibatnya, Masyina menderita luka-luka di bagian kepala.

Sumber: suara.com
Share:

Daftar Berita

Blog Archive

Theme Support